Harga Pertamax Naik Drastis, Pemotor di Jakpus Pilih Realistis Beralih ke Pertalite: Mau Gak Mau
Jaisy Rahman Tohir June 11, 2026 05:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter menyebabkan sejumlah konsumen beralih ke Pertalite. 

Amir, karyawan swasta asal Depok mengaku, beralih ke Pertalite merupakan pilihan yang paling realistis karena kenaikan harga Pertamax terlalu drastis. 

"Biasanya isi Pertamax, cuma karena naiknya jauh banget jadi beralih ke Pertalite, kalau naik kan biasanya seribu atau dua ribu, tapi kalau ini jauh banget," kata Amir saat dijumpai di SPBU Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2026). 

Amir merupakan pegawai lapangan, dalam sehari dia mengisi bahan bakar untuk kendaraannya berkisar Rp25.000 - Rp30.000. 

"Biasanya Rp25.000 atau 30.000 sehari, malam isi, besok malam pas mau pulang biasanya isi lagi," jelas dia. 

Bujet Rp25.000-Rp30.000 jika masih tetap mempertahankan mengisi BBM Pertamax tidak cukup untuk mobilitas dia sehari-hari. 

"Karena kerja kan sehari-hari di lapangan, kalau saya kerja di kantor aja mungkin masih cukup (beli Pertamax dengan Bujet tersebut)," jelas dia. 

Untuk itu, Amir terpaksa menurunkan kualitas bahan bakarnya demi menyesuaikan bujet operasional harian. 

ANTREAN KENDARAAN ISI PERTALITE
ANTREAN KENDARAAN ISI PERTALITE - Antrean kendaraan sepeda motor beli Pertalite di SPBU Jalan Lentjen Suprapto, Cemapaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Padahal lanjut Amir, mengisi bahan bakar Pertamax jauh lebih bagus untuk kendaraannya karena memiliki oktan yang lebih tinggi. 

Namun Amir tak punya pilihan, dia terpaksa memilih mengisi Pertalite agar ongkos operasionalnya tidak bengkak. 

"Ya pengaruh pastinya. Kan kalau Pertamax lebih bagus oktannya, lebih tinggi, pasti mesinnya ini apa, lebih halus, lebih awet, gitu. Cuman ya mau enggak mau udah gitu disiasatinnya kayak gini," tegas dia. 

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com di sejumlah SPBU, antrean pengisian BBM Pertalite cukup ramai dibanding Pertamax. 

Di SPBU Jalan Suprapto Cempaka Putih Misalnya, antrean cukup mengular di pos pengisian Pertalite. 

Hal yang sama juga terjadi di SPBU Harapan Indah dan Jatiwaringin, antrean tampak mengular karena warga lebih memilih mengisi BBM Pertalite yang tidak mengalami kenaikan harga. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.