Raffi Ahmad Bongkar Bukti Chat dengan Saksi Kunci Kasus Dugaan Suap Bea Cukai, Bantah Terlibat
Ilham Fazrir Harahap June 11, 2026 05:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Presenter yang juga sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad membantah tudingan yang menyeret namanya ke dalam perkara setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan suap pengurusan impor yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris, Raffi bahkan menunjukkan dua bukti yang menurutnya dapat membuktikan dirinya tidak terlibat.

Raffi juga menghadirkan seorang saksi kunci untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya terkait perkara tersebut.

Ia menegaskan bahwa isu yang berkembang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Sebelumnya, nama Raffi muncul dalam sidang dugaan suap pengurusan impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo, John Field, pada Jumat (5/6/2026).

Baca juga: ASN di Jambi Viral Pamer Gaji ke-13, Dianggap Berlebihan di Media Sosial, Terancam Disidang Etik

Dalam persidangan itu, Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Sri Pangastuti alias Tuti, memberikan kesaksiannya di hadapan majelis hakim.

Tuti mengaku pernah menerima permintaan bantuan pengiriman barang dari Amerika Serikat yang ditujukan untuk Raffi Ahmad.

Barang yang dimaksud berupa laptop dan iPhone yang dikirim dari luar negeri.

Kesaksian tersebut kemudian memicu perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai keterkaitan Raffi dengan kasus yang sedang bergulir.

Baca juga: JUSUF KALLA Bawa Anaknya yang Pebisnis Minta Bertemu Prabowo, Teddy: Beliau Minta Waktu

Klarifikasi Raffi Ahmad

Tak terima dikaitkan dengan kasus dugaan suap Bea Cukai, Raffi Ahmad pun menggelar konferensi pers bersama Hotman Paris pada hari ini, Kamis (11/6/2026).

Raffi pun menjelaskan awal mula dirinya ke Amerika Serikat pada Oktober tahun lalu.

"Memang benar saya berangkat ke luar negeri saya lari marathon bersama Ariel, Gading, dan Desta di Chicago Marathon, waktu itu Oktober 2025, sama istri saya. Karena masih ada waktu kosong, saya berangkat ke New York sebentar," ungkap Raffi Ahmad, dilansir dari Kompas TV.

"Di New York saya mempromosikan teman-teman yang punya usaha di New York. Ada yang namanya Awang Kitchen, ada Indo Java, ada vlognya kok di Rans Entertainment," sambungnya.

Setelah kegiatan intinya di Chicago selesai, Raffi pun mengunjungi New York.

Di sana Raffi mengunjungi beberapa restoran dan toko milik orang Indonesia.

Baca juga: Bilqis Ternyata Korban Ketiga, Suparman Pernah Bunuh Wanita dan Waria, Terkuak Motifnya Sama

Sempat Bertemu Pegawai Blueray

Lalu Raffi juga sempat bertemu pegawai Blueray saat hendak pulang.

"Setelah kegiatan itu selesai banyak teman-teman Indonesia ngajakin foto. Saya keluar dari Awang Kitchen, ada namanya Blueray, mereka (pegawai) panggil saya 'mas Raffi, mas Ariel, mas Gading foto dong', ya sudah kami foto di depan tokonya, ada fotonya Ariel, ada fotonya Gading," imbuh Raffi.

Diungkap Raffi, ia tidak pernah punya rencana mengunjungi Blueray karena tak sengaja diminta foto oleh pegawainya.

Guna menguatkan ceritanya itu, Raffi memperlihatkan bukti pertama, yakni foto ia dan pegawai Blueray berpose depan toko blueray.

Di momen itulah diakui Raffi, pegawai Blueray sempat memberikan penawaran kepadanya untuk jasa pengiriman barang.

Ditawari jasa tersebut, Raffi meresponnya positif.

Tak disangka respon positif Raffi itu justru berimbas buruk di masa kini.

"Beliau (pegawai Blueray) memperkenalkan diri, tapi saya enggak kenal, lalu mereka bilang 'mas Raffi, perusahaan kami ini, Blueray bisa kirimin apapun itu handphone, mau laptop, ada ipad terbaru, kan ada handphone terbaru, kalau mau kirimin bisa. Ya enggak mungkin dong (saya bilang) 'enggak ah saya enggak mau kirim lewat kamu', itu lagi ramai. Saya bilang 'oh iya', (kata pegawai Blueray lagi) nanti kalau ada handphone yang terbaru nanti saya kirim ya'. Hanya sebatas itu, intinya basa-basi," ujar Raffi Ahmad.

Ucapan Raffi yang merespon positif tawaran pegawai Blueray itu diartikan lain oleh mereka.

Padahal kata Raffi setelah pertemuan dengan pegawai Blueray itu, ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan mereka.

Bahkan kata Raffi, ia sempat ditawari bakal dikirimi gratis iPhone terbaru oleh pegawai Blueray, tapi dirinya menolak mentah-mentah.

"Saya tidak ada nomor telepon mereka, tidak pernah terima kiriman apapun, namanya tidak ingat, memesan secara transaksional enggak, sekadar basa-basi, makanya saya bingung kok saya dibilang komunikasi sama mereka," akui Raffi Ahmad.

"You enggak masuk ke dalam kan?" tanya Hotman Paris.

"Ya pokoknya dia (pegawai Blueray) buka (kasih lihat toko), saya cuma lihat (dari depan pintu) 'oh iya'. Kan ada Desta, Gading, tapi kenapa saya yang dibawa-bawa," ungkap Raffi.

"Intinya waktu dia basa-basi waktu ditawarkan ada iPhone baru reaksi kamu apa?" tanya Hotman lagi.

"Oh ada iPhone baru? saya aja enggak tahu. Tanya istri saya, saya ini orang yang paling gaptek," pungkas Raffi.

Chat saksi kunci

Lebih lanjut, Raffi pun membawa saksi kunci yang bisa membuktikan ucapannya benar.

Saksi yang dibawa Raffi adalah seorang pekerja migran bernama Vina.

Ternyata Vina adalah pekerja migran yang tinggal bersama dengan GM Blueray New York bernama Ci Lili.

Ci Lili juga lah pegawai Blueray yang sempat berfoto dan berbincang dengan Raffi Ahmad di New York pada Oktober 2025.

Setelah nama Raffi Ahmad ikut terseret dalam kasus suap Bea Cukai, Ci Lili rupanya ikut syok.

Karenanya, lewat chat dengan Vina, Ci Lili membongkar fakta sebenarnya.

Bahwa Raffi tidak terlibat sama sekali terkait kasus suap tersebut.

"Kasihan Aa Raffi. Dia yang foto di depan Blueray itu jadi kasus. Padahal dia itu enggak masuk, cuma foto di depannya," tulis Ci Lili dalam chat ke Vina.

Dalam chat berikutnya, Ci Lili pun memvalidasi pengakuan Raffi Ahmad.

Yakni Raffi sempat ditawari iPhone terbaru, tapi menolaknya.

"Padahal (Raffi Ahmad) kita tawarin gratis aja enggak mau," kata Ci Lili.

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.