Dialog Parlemen dan Dewan Mengajar di SMKN 7 Semarang, Yudi: Menempa Mental Kritis Pelajar
deni setiawan June 11, 2026 05:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi E DPRD Jateng menyelenggarakan Dialog Parlemen dan Dewan Mengajar: Mencintai Indonesia dengan Gayaku di SMK Negeri 7 Semarang, Kamis (11/6/2026).

Acara yang menghadirkan puluhan pelajar dari OSIS berbagai SMA/SMK di Kota Semarang itu bertujuan untuk menempa mental kritis pelajar sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme bangsa.

Selama acara, para pelajar menyampaikan sejumlah unek-unek kritis mereka seperti mempertanyakan kenaikan harga Pertamax, isu Indonesia Gelap, dan kerusuhan Agustus 2025.

Menanggapi pertanyaan kritis pelajar tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto menyebut, sebagai orangtua harus menangkap kekritisan tersebut, lalu mengarahkan sikap kritis itu ke hal-hal yang lebih positif dan benar.

Baca juga: Sarif Abdillah Dorong Penetapan Lahan Sawah Dilindungi di Jateng Berdasarkan Kondisi Faktual

• Pemprov Jateng Upayakan Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Tuntas 2026

"Melalui kegiatan ini, kami harus benar-benar menangkap kekritisan itu, mengarah ke hal-hal yang lebih positif dan lebih benar."

"Kekritisan mereka jangan sampai disesatkan oleh informasi-informasi yang sebenarnya salah," ujar Yudi kepada Tribunjateng.com selepas acara.

Yudi juga menekankan, dialog bersama pelajar ini sebagai langkah untuk menyelamatkan generasi muda dari perang Informasi yang menyesatkan di media sosial.

Dari dialog ini, Yudi ingin menyerap nalar kritis pelajar sekaligus ingin menyampaikan bahwa Indonesia, termasuk Jawa Tengah dalam kondisi baik-baik saja.

"Kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia masih baik-baik saja, Indonesia masih negara yang kuat."

"Terutama Jawa Tengah ini adalah sebuah provinsi yang cukup bisa mereka banggakan dengan semua hal yang terjadi," terangnya.

Generasi Muda Jangan Sampai Disesatkan Informasi

Dalam acara itu, kader Partai Gerindra tersebut memberikan pesan kepada generasi muda agar terus menanamkan semangat nasionalisme di tengah kondisi bangsa saat ini.

Baginya, rasa cinta Tanah Air perlu ditanamkan agar generasi muda tidak mudah disesatkan dari informasi yang salah.

"Kami berpesan agar mereka mencintai Indonesia. Kalau sudah bicara mencintai Indonesia, mereka akan berusaha untuk memilah mana yang benar, mana yang akan merugikan negara dan sikap mengimplementasikan rasa cinta, rasa bangga, dan rasa menghargai bangsa," tuturnya.

Sementara Kepala Disdik Jateng, Sadimin mendukung langkah yang dilakukan Komisi E DPRD Jateng dalam upaya menangkap kekritisan pelajar sekaligus menanamkan kesadaran mencintai bangsa.

"Harapannya, pelajar mencintai Indonesia dengan gaya mereka sendiri-sendiri, berkarya sesuai passion," katanya.

Tidak hanya berdialog, para pelajar juga diajak untuk memanfaatkan media sosial mereka dengan belajar langsung dari konten kreator Semarang, Dona Trisukma.

Dona meminta pelajar untuk memanfaatkan media digital yang mereka miliki. Dukungan teknologi saat ini menjadi penunjang pelajar untuk berkarya sekaligus peluang memperoleh pendapatan.  

"Tidak harus berkompetisi menjadi terbaik dengan orang lain, tapi menjadi terbaik diri sendiri," bebernya.

Dialog tersebut menghadirkan pula sejumlah narasumber lainnya yakni Kabid Komunikasi Publik dan Media Enrico Adrian Ramandha dan Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Jateng, Lina Mayanti Harahap. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.