TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA- Sebanyak 1.075 petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) siap diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga untuk mendata pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat secara door-to-door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sebelum bertugas, para petugas telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga.
Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Slamet Romelan, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi petugas dalam melaksanakan pendataan di lapangan. Materi yang diberikan meliputi tata cara pengisian kuesioner, pemahaman konsep dan definisi pertanyaan, hingga teknik pendekatan kepada responden agar informasi yang diperoleh akurat dan sesuai kondisi sebenarnya.
Slamet menambahkan, pelatihan dilaksanakan selama enam hari, terdiri atas tiga hari pembelajaran mandiri secara daring dan tiga hari pelatihan tatap muka.
"Sensus Ekonomi 2026 ini boleh dibilang paket lengkap. Tidak hanya mendata pelaku usaha, tetapi juga meng-update kondisi usaha pertanian masyarakat dan data sosial ekonomi penduduk," ujarnya saat Pencanangan Pelaksanaan SE2026, Rabu (10/6/26).
Ia menjelaskan, SE2026 menjadi salah satu sensus paling komprehensif yang pernah dilaksanakan BPS. Selain mendata seluruh pelaku usaha, sensus ini juga akan memperbarui data usaha pertanian yang sebelumnya dikumpulkan melalui Sensus Pertanian 2023 serta memutakhirkan data sosial ekonomi penduduk.
Slamet menambahkan, pelaksanaan SE2026 secara nasional telah dimulai sejak Mei 2026 untuk kategori usaha besar dan sedang melalui metode pengisian mandiri berbasis web atau Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). BPS juga menyediakan layanan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengalami kendala dalam proses pengisian data.
Hasil pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan mulai dapat disajikan pada akhir Desember 2026, setidaknya dalam bentuk profil usaha hingga tingkat wilayah terkecil. Adapun indikator yang lebih rinci akan diumumkan setelah seluruh proses pengolahan data selesai dilakukan.
Baca juga: Filosofi Jenang Khas Banyumas, Dimasak Bersama Rekatkan Saudara
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Mukodam, menyampaikan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan memiliki peran strategis dalam memotret kondisi perekonomian daerah maupun nasional.
"Sensus ini menjadi hal yang sangat penting karena akan memotret bagaimana kondisi ekonomi Indonesia, Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Purbalingga. Data yang terkumpul nantinya menjadi bahan dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih baik," katanya.
Menurut Mukodam, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendukung pelaksanaan SE2026 melalui penerbitan surat edaran Bupati serta sosialisasi melalui berbagai kanal informasi. Ia berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang akurat sehingga seluruh potensi ekonomi daerah dapat terdata dengan baik.
"Dengan data yang lengkap dan akurat, diharapkan program-program pembangunan yang baik dapat diteruskan dan program baru yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dapat dirumuskan," pungkasnya.