TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Musim 2026/2027, filosofi Total Football diprediksi akan diperagakan skuad PSM Makassar.
Ini lantaran Pasukan Ramang kembali dinakhodai Darije Kalezic.
Berkaca pada musim 2019, juru taktik berpaspor Bosnia Herzegovina tak begitu nyaman dengan skema pragmatis.
Bermain menyerang diperagakan PSM kala itu, bukan hanya saat main kandang tapi juga laga tandang.
Selama semusim bersama skuad Ayam Jantan dari Timur, Darije mengawal di pinggir lapangan total 56 pertandingan.
Darije mengarsiteki PSM di empat kompetisi dan turnamen berbeda.
Mulai dari Liga 1, Piala Indonesia, Piala Presiden hingga AFC Cup.
Hasilnya, dari 56 laga PSM meraih 26 kemenangan, tujuh hasil imbang dan 23 kekalahan.
Mayoritas kekalahan diraih PSM saat itu pada laga tandang.
Tentu hasil ini menjadi cerminan awal, skema yang akan diterapkan Darije bersama PSM kelak.
Darije diperkenalkan ke publik melalui video berdurasi 54 detik yang diunggah oleh Instagram PSM Makassar @psm_makassar, Rabu (10/6/2026).
Dalam video tersebut, Darije Kalezic memakai baju kaos merah dengan desain trofi Piala Indonesia 2019 serta celana panjang berwarna biru.
Ia menyampaikan kepada suporter dan pecinta sepakbola akan kembali ke Makassar.
Baginya, Kota Anging Mamiri itu sudah dianggap sebagai rumah sendiri.
“Selamat siang Makassar. Halo semua. Saya akan kembali ke Makassar, rasanya seperti pulang ke rumah,” katanya.
Pelatih berusia 56 tahun ini mengaku kembali PSM Makassar karena suporter.
Olehnya itu, ia mengajak suporter meramaikan setiap pertandingan Laskar Ayam Jantan dari Timur.
“Semuanya karena kalian suporter PSM Makassar. Mari kembali ramaikan stadion dan membuat sejarah baru bersama. Sampai jumpa di Makassar. Ewako,” ucap pelatih akrab disapa Darije ini sembari mengepalkan tangan kanan.
PSM Makassar dalam keterangan videonya menulis menatap musim kompetisi ke depan dengan optimisme dan harapan baru.
Evaluasi dimulai dengan penunjukan pelatih kepala yang akan menjadi nahkoda dalam mengarungi tantangan ke depan.
“A new chapter begins today, together with Coach Darije Kalezic,” demikian ditulis PSM Makassar melalui unggahannya di @psm_makassar.
Media Officer PSM Makassar Sulaiman Abdul Karim, Darije akan memimpin evaluasi dan persiapan tim mengarungi sengitnya kompetisi mendatang.
“Darije akan langsung memimpin evaluasi teknis dan penyiapan tim. Termasuk pemilihan pemain yang akan direkrut,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu.
Soal kontrak dan target, sebut dia, akan disampaikan saat perkenalan resmi di Makassar.
“Detail lainnya, terkait durasi kontrak dan target pencapaian, akan disampaikan saat press conference dan perkenalan resmi Darije Kalezic. Terimakasih, Ewako!” sebutnya.
Darije Kalezic bukanlah sosok asing bagi PSM Makassar. Keduanya pernah bekerjasama pada musim 2019.
Baca juga: Darije Kalezic Diharap Bangkitkan PSM Makassar, Pengamat: Harus Realistis
Prestasi PSM Makassar di liga di bawah asuhan Darije Kalezic terbilang cukup bagus dengan sejumlah masalah dihadapi kala itu.
Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) menyudahi musim di peringkat 12 dengan 44 poin.
Di turnamen Piala Indonesia, pelatih akrab disapa Darije ini berhasil membawa PSM Makassar sebagai juara,
Laskar Ayam Jantan dari Timur sudah tujuh tahun berstatus juara bertahan karena Piala Indonesia tak pernah digelar lagi.
Namun, kali ini tugas berat menanti Darije. Pelatih berlisensi UEFA Pro harus mengembalikan marwah PSM Makassar menjadi tim disegani lagi.
Lantaran musim lalu tim penyandang semangat Ewako ini meraih hasil kurang memuaskan, finish di peringkat 15 dengan 34 poin.
Darije Paham Karakter Makassar
Pengamat Sepak Bola Imran Amirullah menilai siapa pun pelatih PSM Makassar, termasuk Darije pasti mau yang terbaik untuk timnya.
Darije dinilai sosok yang tepat menukangi klub yang berdiri 2 November 1915 tersebut.
Sebab, pelatih identik dengan formasi 4-2-3-1 itu telah memahami karakter sepak bola Makassar.
“Jadi saya pikir dia akan bekerja dengan maksimal,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (10/6/2026).
Ditanya Darije mampu mengangkat performa PSM Makassar musim depan, Imran mengaku tergantung dari situasi.
Ia menyebut, jika bicara prestasi dipengaruhi banyak faktor.
Mulai bagaimana manajemen, kualitas tim, materi pemain dan pelatih.
“Kalau Darije bisa angkat tim lagi, saya tak bisa pastikan, karena faktornya banyak. Paling tidak dia tahu karakter dan sudah pernah di PSM Makassar,” sebut mantan asisten pelatih PSM Makassar ini.
Imran salah satu asisten yang mendampingi Darije ketika menukangi PSM Makassar tujuh tahun lalu.
Menurutnya, kelebihan dari Darije adalah filosofi dan karakter disiplin.
Sisa materi pemain dimiliki nantinya untuk merealisasikan taktikal diinginkan.
Ia memprediksi Darije akan menerapkan sepak bola modern.
“Karakter dan filosofi mungkin jadi kelebihannya. Karakter dan filosofinya kuat,” ungkapnya.
PSM Bersama Darije
Prestasi:
Juara Piala Indonesia 2019
Final AFC Cup Zona ASEAN 2019
Peringkat 12 Liga 1 2019
Fase Grup Piala Presiden 2019
Statistik Per Kompetisi
Liga 1 Indonesia
Main 34
Menang 13
Imbang 5
Kalah 16
Gol 50
Kebobolan 50
Piala Indonesia
Main 11
Menang 8
Imbang 0
Kalah 3
Gol 29
Kebobolan 13
AFC Cup
Main 8
Menang 5
Imbang 2
Kalah 1
Gol 19
Kebobolan 10
Piala Indonesia
Main 3
Menang 0
Imbang 0
Kalah 3
Gol 0
Kebobolan 3