TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyalurkan bantuan keuangan kepada masyarakat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026.
Setiap kepala keluarga (KK) menerima bantuan sebesar Rp2 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima melalui Bank BPD Bali.
Program tersebut menyasar sebanyak 82.420 KK yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Badung.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang hari raya.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan bahwa harga berbagai kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan saat mendekati perayaan keagamaan.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat jika tidak diantisipasi sejak dini.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya hadir melalui pemberian bantuan keuangan agar beban pengeluaran warga dapat berkurang.
Menurut Adi Arnawa, hari raya merupakan momen penting yang identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan peningkatan spiritualitas.
Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga juga cenderung meningkat sehingga memerlukan perhatian dari pemerintah.
Selain faktor musiman menjelang hari raya, bantuan ini juga dikaitkan dengan kondisi ekonomi saat ini, termasuk dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.
Baca juga: Buntut Pertamax Jadi 16.250, Pedagang di Denpasar Bali Ngeluh Harga Bawang Naik & Kurangi Stok Sayur
"Program ini sangat relevan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya belinya,
Kami ingin memastikan masyarakat Badung tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan," ujarnya.
Selain bantuan tunai, Pemkab Badung juga bekerja sama dengan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan BPD Bali untuk memberikan potongan harga belanja sebesar Rp 50.000 bagi warga yang membeli kebutuhan upacara di pasar yang ditunjuk pemerintah daerah.
Dia menyebut, skema bantuan tersebut dirancang sebagai bagian dari perlindungan sosial dan dapat digunakan lebih fleksibel apabila terjadi kondisi darurat.
Baca juga: Buntut Pertamax Naik, Tukang Sayur di Denpasar Bali Sampai Tak Jual Sayuran Mahal, Pemda Efisiensi
"Kalau terjadi keadaan luar biasa seperti pandemi, bencana, atau gejolak harga yang signifikan, bantuan ini bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak harus menunggu hari raya,
Orientasinya tetap sama, yakni menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan dampak inflasi," katanya.
Kepala Dinas Sosial Badung, Gede Eka Sudarwitha, mengatakan bahwa peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan sering kali memicu kenaikan harga barang dan jasa yang berpengaruh terhadap kemampuan belanja masyarakat.
Baca juga: Pejabat Pemda Yogyakarta Terdampak Pertamax Naik, Nombok jika Kuota BBM Dinas Habis, Paket Efisiensi
"Pemberian bantuan keuangan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi daerah," ujar Sudarwitha.
Data Pemkab Badung mencatat penerima bantuan tersebar di enam kecamatan, yakni Petang 7.876 KK, Abiansemal 22.123 KK, Mengwi 24.166 KK, Kuta Utara 8.729 KK, Kuta 5.336 KK, dan Kuta Selatan 14.190 KK.
Jika dihitung berdasarkan jumlah penerima, total dana bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp 164,84 miliar.
(TribunTrends/Kompas.com)