TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Solo dikenal sebagai kota dengan budaya kuliner yang kuat. Selain makanan berat seperti nasi liwet dan timlo, pasar camilan di Kota Bengawan juga terus berkembang.
Harga yang terjangkau menjadi salah satu faktor utama yang dicari konsumen, terutama pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga wisatawan yang ingin menikmati jajanan ringan tanpa menguras kantong.
Kota Solo yang memiliki banyak kawasan perkantoran, kampus, sekolah, hingga pusat aktivitas masyarakat menjadi pasar potensial bagi usaha makanan sehat.
Baca juga: 5 Ide Makanan Sehat Rp10 Ribuan untuk Bisnis Kuliner di Solo, Punya Peluang Besar
Ada beberapa titik di Solo yang ramai dan berpotensi untuk bisnis kuliner.
Antara lain Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan pusat bisnis utama dengan traffic 24 jam.
Sangat cocok untuk brand besar, kafe, atau restoran.
Kemudian di kawasan Kampus (Jalan Ir. Sutami, Jebres), cocok untuk kuliner murah dan perlengkapan mahasiswa.
Baca juga: Kado Manis Jelang HUT ke-80 Sukoharjo, Pemkab Raih Opini WTP 11 Kali Berturut-turut!
Di Kawasan Pasar Gede dan Pasar Legi, ideal untuk berjualan oleh-oleh, jajanan pasar, dan kebutuhan pokok.
Jalan Adisucipto (Arah Colomadu) yang menghubungkan Solo dan pusat keramaian Colomadu juga bisa dilirik.
Karena itu, snack dengan harga Rp5 ribuan memiliki peluang besar untuk dijadikan usaha kuliner.
Selain mudah diterima pasar, modal produksinya relatif rendah dan bisa dijalankan dari rumah.
Bagi pelaku UMKM maupun pemula yang ingin terjun ke bisnis makanan ringan, berikut lima ide snack Rp5 ribuan yang berpotensi laris di Solo.
Risol mayo masih menjadi salah satu camilan yang banyak dicari karena rasanya gurih dan mengenyangkan.
Isian berupa mayones, telur, smoked beef, ayam, atau sayuran membuat produk ini cocok untuk berbagai segmen konsumen.
Di Solo, risol mayo berpotensi dijual dalam ukuran mini dengan harga Rp5.000 per porsi yang berisi satu hingga dua buah.
Konsep ini cocok untuk pasar sekolah, kampus, hingga pusat jajanan sore hari.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas produk. Selain dijual siap santap, risol mayo juga dapat dipasarkan dalam bentuk frozen food sehingga memiliki daya simpan lebih lama dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca juga: 10 Ide Lauk Serba Rp5 Ribuan untuk Bisnis Kuliner di Solo Raya, Modal Kecil Berpotensi Cuan
Peluang usaha:
Tren makanan pedas masih memiliki pasar yang kuat, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa.
Salah satu produk yang relatif mudah dibuat adalah makaroni pedas level.
Makaroni digoreng hingga renyah lalu diberi bumbu dengan tingkat kepedasan berbeda, mulai dari level ringan hingga ekstra pedas.
Produk ini bisa dikemas dalam ukuran ekonomis seharga Rp5.000 sehingga lebih mudah dijangkau konsumen.
Modal produksinya juga cukup rendah karena bahan baku mudah diperoleh dan proses pembuatannya tidak rumit.
Dengan kemasan menarik dan pilihan level pedas yang beragam, makaroni pedas memiliki peluang menjadi produk unggulan untuk usaha rumahan.
Baca juga: Dulu Dianggap Tak Lagi Punya Pasar, Kini Ikan Nila Hitam Ponggok dari Klaten Laris di Tanah Papua
Peluang usaha:
Basreng atau bakso goreng tetap menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia.
Teksturnya yang renyah dipadukan dengan bumbu pedas gurih membuat produk ini memiliki banyak penggemar.
Di Solo, basreng bisa dijual dalam kemasan ekonomis Rp5.000 yang cocok untuk pelajar dan pekerja.
Produk ini juga mudah dipasarkan melalui media sosial maupun marketplace karena tidak cepat rusak.
Bahan utama berupa bakso ikan atau bakso olahan cukup mudah ditemukan, sementara proses produksinya bisa dilakukan dari rumah dengan peralatan sederhana.
Peluang usaha:
Baca juga: 10 Ide Usaha Kuliner Rp10 Ribuan yang Punya Prospek di Solo Raya, Cocok untuk Pemula Modal Minim
Singkong merupakan bahan baku yang murah dan mudah didapat di berbagai daerah, termasuk Solo dan sekitarnya.
Namun dengan sentuhan keju dan bumbu yang tepat, nilai jualnya bisa meningkat signifikan.
Tekstur empuk di bagian dalam dan renyah di luar membuat singkong keju disukai berbagai kalangan.
Produk ini dapat dijual dalam porsi kecil seharga Rp5.000 sehingga mudah menarik pembeli yang mencari camilan terjangkau.
Dengan modal bahan yang relatif rendah, singkong keju menawarkan margin keuntungan yang cukup menarik bagi pelaku usaha rumahan.
Peluang usaha:
Pisang goreng selalu memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia.
Agar lebih menarik, produk ini dapat dikemas dengan konsep kekinian menggunakan berbagai topping seperti cokelat, keju, karamel, matcha, atau tiramisu.
Di Solo yang memiliki banyak kawasan kuliner dan pusat nongkrong, pisang goreng topping berpotensi menjadi camilan favorit.
Harga Rp5.000 per porsi juga masih tergolong ramah di kantong sehingga mudah diterima pasar.
Selain itu, modal awal usaha pisang goreng relatif terjangkau dan proses pembuatannya mudah dipelajari oleh pemula.
Peluang usaha:
(*)