AI Makin Marak di Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unika Ruteng Ingatkan Risiko Ketergantungan
Nofri Fuka June 12, 2026 05:47 PM

Oleh: Veraliani Octavia Celso, Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Perkembangan teknologi di era modern telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah berkat kehadiran teknologi digital. Salah satu inovasi yang paling banyak diperbincangkan saat ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

AI merupakan teknologi yang dirancang untuk membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih efisien. Dalam beberapa tahun terakhir, pemanfaatan AI telah merambah berbagai sektor, mulai dari kesehatan, bisnis, hingga pendidikan. Kehadirannya menawarkan banyak kemudahan yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Di dunia pendidikan, AI memberikan berbagai manfaat yang signifikan. Teknologi ini mampu membantu siswa memperoleh informasi dengan cepat, memahami materi pembelajaran, hingga menyesuaikan metode belajar sesuai kebutuhan masing-masing individu.

AI juga dapat menjadi pendamping belajar yang membantu menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan tambahan, bahkan membantu menyelesaikan tugas sekolah.

 

Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng: Judi Online, Ancaman Serius bagi Masa Depan Bangsa

 

 

Kemudahan tersebut menjadikan AI sebagai salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran. Siswa dapat mengakses sumber pengetahuan yang luas kapan saja dan di mana saja. 

Guru pun dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung proses belajar mengajar agar lebih efektif dan menarik.

Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, muncul sejumlah kekhawatiran yang tidak dapat diabaikan. Penggunaan AI yang berlebihan berisiko menimbulkan ketergantungan dan secara perlahan dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis siswa. Ketika segala jawaban dapat diperoleh secara instan, proses berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah berpotensi terabaikan.

Selain itu, penggunaan AI juga menimbulkan persoalan etika dalam dunia pendidikan. Kemudahan menghasilkan jawaban, esai, atau tugas dalam hitungan detik membuka peluang terjadinya kecurangan akademik. 

Siswa dapat tergoda untuk menyerahkan hasil yang dibuat AI tanpa benar-benar memahami materi yang dipelajari.

Berbagai penelitian dan kajian pendidikan menunjukkan bahwa penggunaan AI tanpa pengawasan dapat mengaburkan batas antara bantuan belajar dan praktik kecurangan. Bahkan, sejumlah guru mengakui kesulitan membedakan tugas yang benar-benar dikerjakan siswa dengan tugas yang dihasilkan oleh AI. Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan dalam menjaga integritas akademik.

Tidak hanya itu, aspek keamanan data juga menjadi perhatian penting. Penggunaan platform berbasis AI sering kali melibatkan penyimpanan dan pengolahan data pengguna. 

Jika tidak dikelola dengan baik, terdapat risiko penyalahgunaan atau kebocoran data pribadi yang dapat merugikan pengguna.

Meski demikian, AI bukanlah teknologi yang harus ditolak atau dilarang. Kehadirannya merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak dapat dihindari. Justru yang dibutuhkan adalah kemampuan manusia untuk menggunakan teknologi tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

Tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada kecanggihan AI, melainkan pada kemampuan manusia dalam mengendalikan penggunaannya. 

AI seharusnya menjadi alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan menggantikan kemampuan berpikir dan kreativitas manusia. Siswa tetap perlu mengembangkan kebiasaan membaca, berdiskusi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan jawaban yang benar, tetapi juga membentuk cara berpikir yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu diimbangi dengan kesadaran untuk tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. 

Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan kemampuan berpikir manusia yang menjadi inti dari proses pembelajaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.