SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin Kerap Dijarah Maling, Aktivitas Anak Ngelem Ganggu Proses Belajar
Budi Arif Rahman Hakim June 12, 2026 11:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aktivitas anak-anak menghirup lem alias ngelem di sekitar SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin meresahkan tenaga pengajar sekolah tersebut.

Di samping bagian belakang sekolah, terdapat jalan setapak menyerupai jembatan yang kerap dijadikan tempat nongkrong anak-anak, remaja, hingga dewasa. 

“Di jembatan itu banyak anak-anak ngelem. Setelah Satpol PP sempat ada membongkar, aktivitas itu sempat berhenti,” jelas Kepala SDN Teluk Tiram 1, Siti Maimunah.  

Namun yang lebih mengkhawatirkan, kegiatan tersebut dikatakannya kerap berlangsung di jam sekolah. 

“Mereka muncul sekitar jam 10 sampai siang. Kalau air pasang, jembatan terendam baru mereka bubar,” katanya.  

Gangguan pun jelas dirasakan langsung oleh siswa. “Kaca kami pecah dilempar batu saat belajar. Pernah juga mereka minum-minum dan nyanyi-nyanyi di samping,” tutur salah satu siswi sekolah itu.

Pihak sekolah sendiri telah melaporkan kasus kehilangan dan gangguan ini kepada kepolisian serta Dinas Pendidikan. 

Baca juga: Terdampak Proyek Sungai Veteran, Lapangan Basket Dekat Tugu Bekantan Ditutup Sementara

Baca juga: Progres Pengerjaan Lanskap Masjid Syekh Arsyad Al Banjari di Banjarbaru Sudah 30 Persen

Baca juga: Turun ke Jalan 15 Juni, BEM SI Kalsel Serukan Aksi Revolusi Indonesia 

Satpol PP Kota Banjarmasin juga turut menindaklanjuti lokasi jembatan kecil yang kerap dijadikan tempat nongkrong tersebut.

“Atas laporan itu kami tindaklah di sana, kami mau bongkar tapi warga keberatan. Padahal jelas di situ laporannya sudah sangat mengganggu," ujar Polisi Pamong Praja Ahli Pertama Satpol PP Kota Banjarmasin, Abdu Salam, Selasa (9/6/2026).
 
Selain adanya aktivitas anak ngelem, SDN Teluk Tiram 1 menjadi sorotan setelah mengalami serangkaian kehilangan barang.

Sejak akhir April hingga Mei 2026, belasan unit kipas angin, mesin air, hingga speaker Toa dikatakan raib digondol pencuri.  

“Kami pernah kehilangan laptop, sudah dilaporkan tapi belum kembali. Baru-baru ini kipas angin, mesin air, dan speaker toa juga hilang,” ujar Maimunah.

Rusaknya jendela serta teralis pagar seperti bekas dicongkel paksa, diduga sebagai jejak dugaan aksi pencurian.

“Karena mesin air hilang, anak-anak harus pulang untuk mengambil air. Kipas angin juga hilang, jadi anak-anak kepanasan,” tambah Maimunah.  

Pihak sekolah sempat mengunci jendela dengan kayu dan paku, namun pelaku berpindah lokasi. Kondisi semakin rawan karena tidak ada penjaga malam di wilayah RT maupun penjaga sekolah. CCTV yang sempat dipasang pun diduga dilepas oleh pelaku. (Banjarmasinpost.co.id/saiful rahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.