TRIBUNGORONTALO.COM - Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengapresiasi terbangunnya tanggul penahan banjir di Desa Didingga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Sebelumnya, tanggul tersebut jebol dan menyebabkan banjir bandang menerjang lima desa wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT) yakni Desa Didingga, Luhuto, Bualo, Biau, dan Omuto pada Selasa 26 Mei 2026.
Sebanyak 820 kepala keluarga dengan total 3.034 jiwa terdampak banjir di lima desa tersebut.
"Alhamdulillah perbaikan tanggul dan normalisasi sungai (yang sifat sementara) di desa Didingga Kecamatan Biau sudah selesai," kata Bupati Gorut Thariq Modanggu dalam unggahan Facebooknya pada Jumat 12 Juni 2026.
Bupati Thariq Modanggu berterima kasih ke Balai Sungai, Pemerintah Provinsi, Pertamina dan banyak pihak lainnya telah terselibat dalam proses pasca banjir Biau tersebut.
"Terima kaish Pertamina atas bantuan alat berat, BBM, dan pekerjaan teknis sehingga infrastruktur yang rusak akibat banjir bisa diselesaikan," katanya
"Terima kasih pula kepada semua pihak termasuk pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat yang telah membantu pekerjaan ini," tambahnya.
Ketua DPD II Partai Golkar Gorut ini mengatakan perjuangan masih terus dilakukan untuk mendapat anggaran untuk perbaikan permanen termasuk rumah yang runtuh dan rusak berat diterjang banjir.
"Setelah perbaikan tanggul dan normalisasi ini kita akan masuk tahap III dari strategi H2PBB atau Hulu-Hilir Penanganan Banjir Biau) yaitu penyelamatan hulu," katanya.
Dia menjelaskan upaya penyelamatan hulu mulai dari pelarangan tindakan tegas ilegal loging, agroforestri lahan di kemiringan, pelarangan membuka lahan baru di kawasan hulu hingga menggalakkan Gerakan Agro Mopomulo (GAM).
"Mohon dukungan semua pihak, dan mari kita berdoa semoga bencana termasuk banjir tidak terjadi lagi di daerah kita," katanya.
Hulu-Hilir Pascabencana Biau
Sebelumnya, Pemkab Gorontalo Utara mengungkap akan menerapkan skema penanganan hulu-hilir yang terintegrasi.
Pada tahap pemulihan infrastruktur fisik, pemerintah tengah menggenjot perbaikan tanggul irigasi serta normalisasi Sungai Didingga. Langkah cepat ini diambil agar fasilitas umum dan gedung sekolah dapat segera difungsikan kembali secara normal.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu mengatakan pemkab melaksanakan program penanganan tahap berikutnya yang berfokus pada penyelamatan kawasan hulu.
Program ini akan melibatkan kerja sama konservasi lingkungan dan penanaman pohon guna mengantisipasi serta mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan
Tahap pertama adalah penanganan darurat bagi warga terdampak, meliputi penyediaan dapur umum, distribusi air bersih, serta bantuan kebutuhan dasar lainnya.
Tahap kedua berfokus pada penanganan infrastruktur yang rusak akibat banjir, khususnya perbaikan tanggul irigasi yang jebol dan normalisasi aliran sungai yang menjadi penyebab meluasnya genangan.
Sementara tahap ketiga diarahkan pada penyelamatan kawasan hulu untuk mencegah banjir berulang di masa mendatang.
Thariq menyebut sejumlah langkah yang akan dilakukan pada tahap tersebut, antara lain investigasi kondisi hutan dan aktivitas penebangan kayu, penindakan terhadap praktik illegal logging, pelarangan pembukaan lahan baru di kawasan gunung dan perbukitan, penerapan sistem agroforestri pada lahan yang telah dibuka, hingga penggalakan Gerakan Agro Mopomulo. (*/Pemkab)