TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina mendapatkan kabar baik sekaligus peringatan menjelang laga pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Juara bertahan itu resmi kembali menduduki peringkat pertama dunia dalam ranking FIFA terbaru per 11 Juni kemarin, menggeser Prancis dari top 1.
Namun di balik kabar positif tersebut, Lionel Messi dan kawan-kawan justru menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Status sebagai tim nomor satu dunia membawa Argentina berhadapan dengan sebuah tren historis yang selama lebih dari tiga dekade belum pernah berhasil dipatahkan.
Pengamat sepak bola dari Spieltag, Adrian, menilai Argentina memang masih layak ditempatkan sebagai salah satu kandidat utama juara Piala Dunia 2026.
Menurutnya, kekuatan terbesar Tim Tango terletak pada chemistry skuad yang sudah terbentuk sejak keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia 2022.
"Kalau melihat kondisi saat ini, Argentina tetap berada di kelompok favorit juara. Pengalaman internasional dan chemistry skuad mereka masih lebih matang dibanding banyak pesaing," ujar Adrian saat berbicara dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: 8 Rekor Piala Dunia 2026 yang Terancam Pecah: Messi dan Ronaldo Siap Ukir Sejarah
Meski demikian, ranking FIFA terbaru justru menghadirkan ujian tersendiri bagi Argentina.
Berdasarkan daftar resmi FIFA yang dirilis menjelang kick-off Piala Dunia 2026, Argentina kini berada di posisi pertama dengan 1.877,27 poin.
Tim asuhan Lionel Scaloni menggeser Spanyol yang berada di posisi kedua dengan 1.874,71 poin.
Messi cs merebut kembali posisi puncak ranking FIFA yang terakhir kali mereka duduki pada Juli 2025.
Kenaikan Argentina ke puncak terjadi setelah mereka memenangi dua laga uji coba terakhir melawan Islandia dan Honduras.
Di sisi lain, Prancis kehilangan posisi teratas setelah kalah dari Pantai Gading sebelum mengalahkan Irlandia Utara.
Sekilas, status sebagai tim terbaik dunia tentu menjadi modal positif. Namun sejarah justru menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan.
Sejak ranking FIFA mulai digunakan pada 1992, belum pernah ada tim yang berstatus peringkat satu dunia mampu menjuarai Piala Dunia pada tahun yang sama.
Kutukan tersebut dimulai pada Piala Dunia 1994. Saat itu Jerman datang sebagai tim nomor satu dunia, tetapi Brasil yang akhirnya keluar sebagai juara.
Fenomena serupa terus berulang pada edisi-edisi berikutnya.
Brasil yang berstatus peringkat satu dunia gagal menjadi juara pada 2006 dan 2010.
Spanyol mengalami hal yang sama pada 2014, sementara Jerman tidak mampu mempertahankan statusnya pada 2018.
Bahkan pada Piala Dunia 2022, Brasil kembali datang sebagai tim nomor satu dunia.
Namun trofi justru dibawa pulang Argentina setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di partai final.
Dengan kata lain, selama delapan edisi Piala Dunia sejak era ranking FIFA modern dimulai, tidak ada satu pun tim penghuni peringkat pertama yang berhasil mengangkat trofi.
Fakta inilah yang kini membayangi Argentina.
Tantangan mereka semakin berat karena sejarah juga menunjukkan sulitnya mempertahankan gelar juara dunia.
Dalam beberapa dekade terakhir, banyak juara bertahan gagal mengulang kesuksesan pada edisi berikutnya.
Jerman tersingkir di fase grup pada 2018 setelah menjadi juara pada 2014.
Sebelumnya, Italia juga gagal mempertahankan gelar pada 2010, sementara Prancis tersingkir mengejutkan di fase grup Piala Dunia 2002.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyadari bahwa mempertahankan gelar jauh lebih sulit dibanding merebutnya untuk pertama kali.
"Kami akan berjuang hingga akhir," kata Scaloni setelah kemenangan melawan Islandia beberapa waktu lalu.
Baca juga: Sorotan Hasil Kanada vs Bosnia: Rekor Buruk Berakhir, Les Rouges Punya Sejarah Baru di Piala Dunia
Meski dihantui statistik dan sejarah yang tidak menguntungkan, Argentina tetap memiliki banyak alasan untuk percaya diri.
Mayoritas pemain inti yang membawa mereka menjadi juara dunia pada 2022 masih menjadi bagian skuad saat ini.
Selain itu, sejumlah pemain muda mulai berkembang dan memberikan tambahan kualitas bagi tim.
Pendapat serupa disampaikan Arnan dari Oranje Indonesia. Menurutnya, Argentina memang menjadi salah satu favorit, tetapi persaingan gelar kali ini akan jauh lebih ketat.
"Kalau berbicara kandidat juara, tidak akan jauh dari negara-negara yang saat ini berada di jajaran 10 besar FIFA," ujarnya.
Selain Argentina, negara-negara seperti Spanyol, Prancis, Portugal, Inggris, Brasil, Belanda, dan Jerman juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi juara.
Argentina sendiri akan memulai perjalanan mereka di Grup D dengan menghadapi Aljazair, Austria, dan Yordania.
Kini perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar. Mampukah Lionel Messi dan rekan-rekannya mempertahankan gelar juara dunia sekaligus mematahkan kutukan yang selama 32 tahun menghantui penghuni peringkat satu ranking FIFA?
Jawaban atas pertanyaan itu akan mulai terungkap dalam beberapa pekan ke depan di panggung terbesar sepak bola dunia.
(Tribunnews.com/Tio)