TERTIMPA HIU, Erfan Sempat Keluhkan Sakit dan Sesak Napas ke Rekan Awak Kapal
Latif Ghufron Aula June 13, 2026 09:42 AM

— Seorang anak buah kapal (ABK) asal Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah tertimpa seekor hiu berukuran besar yang melompat ke atas kapal.

Peristiwa itu terjadi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/6/2026) malam.

Korban bernama Erfan Janurdi (19), warga Desa Buhung Pitue, Kecamatan Pulau Sembilan.

Juragan kapal, Ilyas (53), yang berada di lokasi kejadian menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat mereka melaut untuk menangkap ikan tuna di perairan NTT.

Saat itu terdapat enam orang awak kapal yang berada di atas kapal.

“Betul korban (Erfan) meninggal dunia seusai tertimpa hiu yang berukuran besar,” kata Ilyas kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Rumahnya di BTN Lappa Mas II, Kamis (11/2026).

Menurut Ilyas, sekitar pukul 20.00 Wita seekor hiu berukuran sekitar empat meter dengan berat 200 kilogram tiba-tiba melompat ke atas kapal.

Hiu tersebut kemudian menimpa Erfan yang saat itu sedang beristirahat sambil bermain telepon genggam di depan kamar kapal.

“Tiba-tiba ikan hiu melompat dan menimpa Ervan saat duduk di depan kamar kapal,” ujarnya.

Saat kejadian, Ilyas dan ABK kapal lainnya langsung memberikan pertolongan kepada Erfan.

“Korban langsung kami tolong dan dipindahkan ke dalam ruang kapal,” katanya.

Setelah dievakuasi, Erfan masih sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya.

“Korban mengeluhkan sakit pada bagian pundak dan mengalami kesulitan bernapas,” ujarnya.

Namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.00 Wita.

“Sekitar dua jam setelah kejadian korban meninggal dunia,” katanya.

Ilyas mengatakan jenazah korban kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Sinjai menggunakan jalur udara.

Jenazah diberangkatkan dari Lombok menggunakan pesawat, transit di Surabaya, kemudian diterbangkan ke Makassar sebelum tiba di rumah duka pada Selasa malam.

Ia mengaku peristiwa tersebut merupakan kejadian pertama yang dialaminya selama puluhan tahun bekerja sebagai nelayan.

“Baru kali ini saya mengalami kejadian ada ikan berukuran besar melompat naik ke kapal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Buhung Pitue, Arifuddin mengatakan jenazah korban sudah makamkan pada Selasa (9/6/2026).

Jenazah korban dikebumikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buhung Pitue.

Arifuddin, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warganya itu.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Buhung Pitue, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Erfan Janurdi,” ujarnya.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Kejadian ini sangat mengejutkan dan menjadi duka bagi seluruh warga desa. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala amal ibadahnya diterima,” katanya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.