TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk kebutuhan hari Raya Galungan, pemotongan babi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran, Denpasar, Bali, diprediksi akan mengalami kenaikan.
Berkaca dari sebelumnya, kenaikan diprediksi mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta, mengatakan pemotongan reguler di RPH Pesanggaran rata-rata mencapai 150 hingga 200 ekor per hari.
Sementara itu, menjelang Hari Raya Galungan jumlah tersebut diperkirakan meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat untuk upacara keagamaan maupun konsumsi rumah tangga.
"Biasanya terjadi peningkatan sekitar 30 persen menjelang Galungan. Kenaikan mulai terlihat pada H-3 dan mencapai puncaknya pada H-2 Galungan," katanya.
Baca juga: Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan, Pastikan Aman dan Tak Ada Penimbun
Untuk antisipasi kenaikan ini, RPH Pesanggaran menyiapkan pelayanan pemotongan secara reguler maupun pelayanan umum.
Pemotongan reguler melayani kebutuhan pasar dilakukan mulai pukul 24.00 hingga 06.00 Wita.
Sedangkan untuk pelayanan umum diperuntukkan bagi masyarakat, banjar, maupun sekaa teruna yang membutuhkan jasa pemotongan menjelang hari raya dengan waktu yang sama.
Berdasarkan pengalaman Galungan sebelumnya, jumlah pemotongan di RPH Pesanggaran tercatat bertambah sekitar 140 ekor dalam dua hari menjelang Galungan.
Sehingga hal itu menjadi acuan dalam mempersiapkan pelayanan pada Galungan kali ini.
Meski permintaan meningkat, ia memastikan stok babi di wilayah Denpasar dan sekitarnya masih mencukupi.
Pasokan dari peternak lokal maupun daerah penyangga diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama rangkaian Hari Raya Galungan.
"Ketersediaan ternak babi masih aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan upacara dan konsumsi saat Galungan," katanya.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Distan Kota Denpasar juga meningkatkan pengawasan kesehatan dan keamanan pangan asal hewan.
Pengawasan akan dilakukan mulai Senin dengan menyasar sejumlah pasar tradisional di Kota Denpasar.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 15 dokter hewan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan ternak serta memastikan daging yang beredar memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal sesuai ketentuan yang berlaku. (*)