UMKM Kalbar Tembus Pasar Internasional, Dosen Polnep Kenalkan Produk Unggulan di Malaysia
Jamadin June 13, 2026 02:42 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUCHING – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat naik kelas terus dilakukan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep).

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, sejumlah dosen Polnep membawa produk unggulan daerah untuk diperkenalkan ke pasar internasional di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Kegiatan bertajuk Ekspansi Visibilitas UMKM Kalimantan Barat melalui Pengenalan Pasar di Kuching, Sarawak tersebut berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2026 dalam ajang Borneo Island International Big Bike Festival (BIIBBF) 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Polnep memperkenalkan berbagai produk khas Kalimantan Barat yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan kekayaan budaya daerah.

 Produk yang diperkenalkan meliputi caping dari Desa Wisata Kampung Caping Pontianak, batik Dekosi asal Singkawang, kerajinan bambu Kacak dari Sambas, hingga parfum lokal Oudhunter dari Pontianak.

Selain menampilkan produk, tim juga melakukan pengenalan langsung dan menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha, distributor, serta pengunjung yang datang dari berbagai negara.

Ketua tim kegiatan, Verdico Arief, mengatakan bahwa program ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan eksistensi produk lokal di tingkat internasional.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu UMKM Kalimantan Barat memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk-produk lokal yang memiliki keunikan budaya serta kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, keikutsertaan dalam BIIBBF 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk-produk daerah kepada pasar regional.

Baca juga: KADIN Sanggau Dorong Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha Melalui Perseroan Perorangan

Festival tersebut dihadiri peserta dan pengunjung dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

Tim yang terlibat dalam program ini terdiri dari Verdico Arief, Andjani Trimawarni, Vera Aryani, Winda Chelsea Meisari, Ika Lusiana Sari, Yunika Depri Listiana, Henrian Stiawan, Muhammad Rachimoellah, dan Muhammad Habibie.

FOTO BERSAMA - President Club Razz Chopper Sibu, Sarawak, Malaysia, Razak (tengah), bersama putranya berfoto dengan perwakilan tim Politeknik Negeri Pontianak pada ajang Borneo Island International Big Bike Festival (BIIBBF) 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Kegiatan itu dihadiri peserta dan pengunjung dari berbagai dunia
FOTO BERSAMA - President Club Razz Chopper Sibu, Sarawak, Malaysia, Razak (tengah), bersama putranya berfoto dengan perwakilan tim Politeknik Negeri Pontianak pada ajang Borneo Island International Big Bike Festival (BIIBBF) 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Kegiatan itu dihadiri peserta dan pengunjung dari berbagai dunia (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Melalui kegiatan ini, para dosen tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan ekonomi daerah.

Diharapkan, pengenalan produk UMKM Kalbar di ajang internasional dapat membuka peluang kemitraan baru, meningkatkan nilai jual produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor ekonomi kreatif dan industri lokal.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan bagi UMKM Kalimantan Barat untuk semakin dikenal di pasar global dan memiliki peluang lebih besar dalam mengembangkan usahanya," tutup Verdico.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.