Fakta Sosok Penghina Kurir Paket di Ogan Ilir, Ngaku PNS Ternyata Berstatus PPPK, Diungkap BKPSDM
Shinta Dwi Anggraini June 13, 2026 05:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Ilir, Wilson Effendi, mengungkap fakta dari sosok pelaku penghinaan terhadap kurir paket di Indralaya.

Sebelumnya, dalam isi chat yang beredar, wanita bernama Riyanti Ardila itu mengaku berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Faktanya, ia berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini diungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Ilir, Wilson Effendi.

"Bukan, bukan PNS. Yang bersangkutan (Riyanti) tercatat sebagai PPPK di Dinas Damkar," terang Wilson saat dihubungi TribunSumsel.com, Sabtu (13/6/2026).

Rencananya, BKPSDM Ogan Ilir akan meminta klarifikasi dari pimpinan instansi tempat Riyanti ditugaskan.

"Kami akan minta klarifikasi dari Kepala Dinas Damkar, sebab kami juga baru dapat informasi dari wartawan. Dan biar nanti Pak Kadin membinanya (Riyanti) dulu," ucap Wilson.

Sebagai informasi, baik PPPK maupun PNS sama-sama termasuk dalam Aparatur Sipil Negara (ASN).

MAKI KURIR - Tangkapan layar percakapan antara oknum ASN dan kurir paket di Indralaya pada Kamis (11/6/2026) pagi. Persoalan antara keduanya diduga dipicu salah paham.
MAKI KURIR - Tangkapan layar percakapan antara oknum ASN dan kurir paket di Indralaya pada Kamis (11/6/2026) pagi. Persoalan antara keduanya diduga dipicu salah paham. (Tribunsumsel.com/Agung Dwipayana)

Viral Maki Kurir

Sebelumnya, Riyanti dilaporkan memaki kurir paket di Indralaya hingga persoalan tersebut menyebar di medsos.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (10/6/2026) pagi itu berawal saat Riyanti menanyakan alamat kantor perusahaan jasa pengiriman barang, tempat kurir bekerja.

Namun, dalam percakapan via WhatsApp itu, terjadi selisih paham antara Riyanti dan kurir bernama Bayu.

"Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***," kata Riyanti dalam tangkapan video yang diterima wartawan.

Melalui pesan suara, Riyanti juga melontarkan kata-kata yang menyebut soal kemiskinan.

"Saya begini-begini PNS, ya. Kalau kurir, ya kurir aja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya," ucap Riyanti.

Saat diminta konfirmasi, Riyanti mengakui adanya percakapan tersebut.

Ia menyebut ada oknum yang memviralkan percakapan antara dirinya dan kurir.

"Intinya persoalan kemarin karena saya merasa dipermainkan. Sementara saya tidak tahu sama sekali lokasi kurir itu," kata Riyanti melalui pesan WhatsApp.

Sementara, Bayu juga merespons terkait peristiwa yang dialaminya.

"Kalau kepala dinasnya lihat, mestinya malu ada oknum seperti itu (Riyanti) mencoreng nama instansi dia," kata Bayu dihubungi terpisah.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.