TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya satu orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam insiden penembakan di Midland pada Jumat (12/6/2026) pagi waktu setempat.
Pelaku penembakan juga dilaporkan tewas, menurut pihak berwenang.
Mengutip CBS News, Departemen Keamanan Publik Texas (Texas Department of Public Safety/DPS) mengatakan bahwa polisi menerima laporan mengenai suara tembakan di wilayah barat daya kota sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Saat petugas merespons laporan tersebut, pelaku kembali melepaskan tembakan ke arah polisi dan warga sipil.
Pelaku diidentifikasi sebagai Victor Mata Villarreal. Ia kemudian membarikade diri di sebuah klinik hewan yang sudah tidak beroperasi. Setelah beberapa jam kebuntuan dengan aparat, Villarreal ditemukan tewas, menurut DPS Texas.
Wali Kota Midland, Lori Blong, mengatakan jasad pelaku ditemukan sekitar pukul 12.30 siang dengan bantuan robot dan drone. Tidak ada petugas polisi yang terluka dalam insiden tersebut.
Menurut Kepolisian Midland, Villarreal sebelumnya dicari atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap petugas kepolisian setelah menembaki aparat saat pengejaran kendaraan pada Rabu malam.
Saat itu ia berhasil melarikan diri meskipun sempat menghentikan kendaraannya, keluar dari mobil, dan terlibat baku tembak dengan polisi.
Seorang saksi bernama Lee Carlisle, yang berada di sebuah motel dekat lokasi kejadian, mengatakan bahwa ia menerima peringatan melalui ponselnya mengenai Villarreal setelah insiden pada Rabu malam.
Pada Jumat pagi, seorang perempuan di lingkungan tersebut mengaku melihat Villarreal di Scottish Delight Motel. Carlisle kemudian pergi untuk memeriksa informasi itu.
Baca juga: 9 Kontroversi Amerika Serikat sebagai Host Piala Dunia 2026: Dari Ular, Anjing, hingga Penembakan
"Saya melihat dia menyeberang jalan dari hotel ke pom bensin," kata Carlisle kepada CBS News.
Ia mengatakan langsung menghubungi polisi, tetapi petugas memberi tahu bahwa beberapa warga lain sudah lebih dulu melaporkan keberadaan pelaku. Menurutnya, dalam waktu kurang dari lima menit, puluhan petugas polisi tiba di lokasi.
Sebanyak sembilan korban dirawat di Midland Memorial Hospital.
Pihak rumah sakit menyatakan empat korban harus menjalani operasi. Tiga di antaranya telah memasuki masa pemulihan, sementara satu korban masih menjalani prosedur operasi pada Jumat sore.
Lima pasien lainnya telah diperbolehkan pulang.
Pemerintah Kota Midland kemudian mengidentifikasi korban tewas sebagai Ed Scott, seorang pegawai pemerintah kota.
Dalam pernyataannya, pemerintah kota menyebut Scott sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan masyarakat, khususnya organisasi softball lokal dan regional. Ia juga dikenang sebagai ayah dan suami yang penuh kasih.
Wali Kota Blong menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.
"Hati saya hancur untuk para korban dan keluarga mereka. Kami mendoakan setiap orang yang terdampak oleh peristiwa hari ini serta para petugas penegak hukum yang mempertaruhkan keselamatan mereka untuk melindungi komunitas kami," ujarnya.
Para saksi menggambarkan situasi yang kacau ketika puluhan kendaraan polisi berdatangan ke lokasi kejadian.
Carlisle mengatakan dirinya mendengar banyak suara tembakan sebelum melihat drone, petugas Texas Rangers, dan kendaraan polisi tak bertanda.
Menurutnya, jumlah petugas yang dikerahkan mencapai sekitar 50 orang dan tampak seperti sebuah pasukan kecil.
Seorang perempuan yang berada di rumah sakit tempat para korban dirawat mengatakan kepada CBS News bahwa ia sempat melihat beberapa korban sebelum dipindahkan ke area aman ketika rumah sakit memberlakukan penguncian darurat (lockdown).
Perempuan yang hanya ingin disebut sebagai Jane itu mengatakan lokasi pelaku saat itu belum diketahui secara pasti sehingga pihak rumah sakit mengambil langkah pencegahan.
Ia menambahkan bahwa korban yang sempat ia lihat tampak dalam kondisi stabil.
Lockdown berlangsung sekitar satu setengah jam dan menurutnya staf rumah sakit menangani situasi dengan tenang dan profesional.
Jane, yang tinggal di sekitar kawasan rumah sakit, mengaku merasa takut dan tidak aman setelah mengetahui adanya penembakan aktif di kotanya.
Menurutnya, kejadian tersebut membuatnya khawatir karena ada orang bersenjata yang dapat membahayakan siapa saja di sekitarnya.
Midland berada di wilayah barat Texas, sekitar tiga jam perjalanan ke selatan dari Lubbock.
Dalam pernyataannya, Gubernur Texas, Greg Abbott, dan istrinya, Cecilia Abbott, menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut serta menyatakan dukungan kepada para korban, keluarga mereka, dan seluruh komunitas Midland.
(*)