TRIBUNNEWS.COM - Timnas Swedia mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang meyakinkan setelah menghancurkan Tunisia dengan skor telak 5-1 pada laga perdana Grup F, Senin (15/6/2026) pagi WIB.
Meski meraih kemenangan besar dan langsung memuncaki klasemen sementara Grup F, pelatih Swedia, Graham Potter, mengaku masih melihat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dari permainan timnya.
Sementara itu, kemenangan besar atas Tunisia membuat Swedia langsung memimpin klasemen kemudian diikuti oleh Jepang dan Belanda yang berbagi poin di laga perdana.
Kondisi ini sejalan dengan prediksi Anggota Indo Barca, Ricardo Liwang beberapa waktu lalu.
"Grup F ini akan menjadi salah satu yang penuh kejutan karena ada potensi kejutan, entah dari Swedia atau Jepang, atau bahkan dari sang kuda hitam, Tunisia," ucap Ricardo Liwang, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Seusai laga, Graham Potter menunjukkan ketidak puasannya terhadap permainan anak asuhnya.
Ia mengaku masih melihat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dari permainan timnya.
Meski begitu, Potter tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain yang tampil dominan sepanjang pertandingan, namun menegaskan bahwa Swedia belum mencapai performa terbaiknya.
"Lima gol dan permainan yang solid, kami sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol. Pujian setinggi-tingginya untuk para pemain, mereka fantastis," ujar Potter, dikutip dari Sky Sports.
Mantan pelatih Chelsea tersebut juga memuji ketenangan anak asuhnya saat menghadapi perlawanan Tunisia.
"Para pemain tetap tenang dan terus memberikan ancaman gol. Kami meraih kemenangan."
Meski demikian, Potter tidak ingin anak asuhnya cepat berpuas diri.
"Masih ada ruang untuk perbaikan, tetapi kami akan menikmati malam ini dan memulihkan diri untuk bersiap kembali," lanjutnya.
Baca juga: Klasemen Grup F Piala Dunia 2026: Swedia Menggila, Jepang Buktikan Status Kuda Hitam
Dalam pertandingan yang digelar di Monterrey, Swedia tampil dominan sejak menit awal.
Yasin Ayari membuka keunggulan lewat tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper Tunisia. Alexander Isak kemudian menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan Viktor Gyokeres.
Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui sundulan Omar Rekik menjelang turun minum. Namun harapan untuk bangkit tidak bertahan lama.
Pada babak kedua, Swedia kembali menunjukkan kualitasnya. Viktor Gyokeres ikut mencatatkan namanya di papan skor sebelum Mattias Svanberg menambah gol keempat.
Yasin Ayari menutup pesta gol Swedia lewat gol keduanya pada masa injury time, memastikan kemenangan telak 5-1.
Selain produktif di depan gawang, Swedia juga tampil efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan dan mampu menjaga intensitas permainan selama 90 menit.
Kemenangan ini menjadi modal apik bagi Swedia jelang bertemu dengan Belanda pada 21 Juni dan Jepang pada 26 Juni 2026 mendatang.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)