TRIBUNSORONG.FOM, SORONG - Pengamat sepak bola lokal Sorong, Akbar Hidayat menilai Timnas Jerman menunjukkan kualitas permainan yang jauh lebih unggul saat menghadapi Curacao dalam laga Piala Dunia 2026.
Menurut Akbar, kemenangan telak 7-1 Jerman tidak terlepas dari taktik yang diterapkan pelatih Julian Nagelsmann dengan pola tiga bek serta menempatkan banyak gelandang kreatif di lini depan.
“Memang dari segi permainan, kualitas pemain dan taktik yang dipakai Julian Nagelsmann dengan tiga bak dan menumpuk banyak gelandang kreatif menjadi nilai plus bagi Jerman,” ujar Akbar kepada TribunSorong.com. Senin (15/6/2026).
Baca juga: Pendeta di Papua Ini Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Cat Rumah Motif Argentina
Ia menyebut, dominasi Jerman terlihat dari penguasaan bola, peluang, hingga statistik tembakan yang menunjukkan Der Panzer berada di atas angin dibanding Curacao.
“Ini menjadi ajang tersendiri bagi Jerman untuk menunjukkan bahwa mereka kandidat juara. Dari segi permainan, Jerman jauh ada di atas angin,” katanya.
Namun, Akbar menilai kemenangan besar tersebut tetap menjadi catatan bagi Nagelsmann.
Pasalnya, Curacao sempat memberikan perlawanan dengan mencetak satu gol sebelum akhirnya dibantai.
“Ini menjadi sinyal bagi Julian Nagelsmann untuk memperbaiki lini pertahanan. Melawan tim yang kuat, kemenangan harus bisa diraih dengan clean sheet,” jelasnya.
Baca juga: Serunya Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Mamberob Rumakiek di Raja Ampat, Bertabur Kuis dan Hadiah
Sementara terkait pertandingan Belanda kontra Jepang yang berakhir imbang 2-2, Akbar menyebut laga tersebut berjalan sesuai prediksi, yakni berlangsung sengit dan ketat.
Ia menilai kedua tim sama-sama memiliki kekuatan meski datang dengan sejumlah masalah pemain.
Belanda tampil tanpa beberapa pemain akibat cedera, sementara Jepang juga kehilangan winger andalannya, Kaoru Mitoma.
“Belanda dan Jepang sama-sama jual beli serangan. Secara posisi dan shot on target juga cukup seimbang. Belanda sedikit lebih unggul, tetapi Jepang mampu memberikan perlawanan,” ungkapnya.
Menurut Akbar, karakter permainan kedua tim terlihat berbeda.
Belanda dengan postur pemain yang lebih tinggi dan kuat menghadapi Jepang yang mengandalkan kecepatan serta kelincahan.
“Counter attack Jepang cukup merepotkan pemain Belanda. Pemain-pemain Jepang yang lincah membuat lini belakang Belanda harus bekerja keras,” katanya.
Hasil imbang tersebut menjadi catatan penting bagi pelatih Belanda Ronald Koeman, terutama dalam memperbaiki transisi permainan dari lini belakang ke tengah maupun ke depan.
“Ini alarm bahaya bagi Belanda karena dalam fase grup setiap pertandingan sangat penting. Mereka harus mengambil poin penuh di laga berikutnya,” tuturnya.
Baca juga: Fans Naik Kursi dan Adu Trash Talk Warnai Nobar Belanda vs Jepang di Sorong
Akbar menambahkan, hasil 2-2 menunjukkan Jepang bukan lawan yang mudah dan mampu bersaing dengan tim papan atas Eropa.
“Walaupun karakteristik sepak bola Eropa dan Asia berbeda, Jepang memiliki banyak pemain yang bermain di Bundesliga dan kompetisi top Eropa. Mereka sudah familiar dengan gaya bermain Eropa,” katanya. (tribunsorong.com/ismail saleh)