Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya memberikan perhatian khusus terhadap sterilisasi jalur lintasan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta, Senin, yang bersamaan dengan pengamanan sejumlah aksi unjuk rasa di ibu kota.

​Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas wajib memastikan jalur VIP bagi tamu negara tersebut tetap aman dan kondusif.

​"Pastikan jalur VIP Presiden Jerman steril dan terkendali," ujar Kapolda Metro Jaya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamobvit) Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio saat apel gelar pasukan pengamanan di Jakarta, Senin.

​Asep menjelaskan, selain mengawal dan melayani hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa, Polri juga mengemban tugas negara untuk mengamankan jalannya kunjungan resmi Presiden Jerman.

​Sejumlah rute yang menjadi fokus perhatian pengamanan ketat meliputi kawasan Halim Perdanakusuma, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, hingga kawasan TVRI.

​Kapolda secara tegas meminta jajarannya untuk mengantisipasi agar tidak ada massa aksi yang bergeser atau meluas hingga memasuki jalur lintasan tamu negara tersebut.

​"Maka, sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP," katanya.

​Secara khusus, kawasan TVRI menjadi salah satu titik yang mendapatkan atensi paling ketat dari aparat keamanan. Lokasi tersebut dinilai bersinggungan langsung dengan titik-titik rawan pergerakan massa unjuk rasa.

​"Kawasan TVRI menjadi atensi khusus karena bersinggungan langsung dengan titik rawan pergerakan massa," ucapnya.

​Di akhir amanatnya, Kapolda Metro Jaya menginstruksikan kepada fungsi lalu lintas dan seluruh satuan terkait untuk bekerja secara sinergis. Ia berharap pelayanan terhadap aksi unjuk rasa serta pengamanan jalur protokol bagi Presiden Jerman dapat berjalan beriringan dengan lancar.

​"Pastikan seluruh personel yang tergelar dan terplotting sesuai rencana pengamanan berada tepat di titiknya, memahami tugas tanggung jawabnya dan wilayah tugasnya. Untuk itu, lantas dan seluruh fungsi terkait pastikan pelayanan aksi dan pengamanan jalur VIP berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu," kata Asep.