J&T Cargo Dukung Ekosistem Circular Economy Lewat Pengelolaan 8,2 Ton Sampah
Mochamad Dipa Anggara June 15, 2026 05:34 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  J&T Cargo bersama Decathlon Foundation Indonesia dan Kampus Diakoneia Modern (Yayasan KDM), sebuah lembaga sosial yang juga bekerja sama dengan jaringan bank sampah komunitas, menjalankan program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular (circular economy) yang menghubungkan sektor retail, logistik, dan komunitas sosial dalam satu ekosistem kolaboratif.

Program ini berfokus pada pengumpulan limbah operasional ritel dari berbagai titik partisipasi di Jakarta yang kemudian didistribusikan melalui jaringan logistik J&T Cargo menuju Yayasan KDM untuk selanjutnya dikelola melalui mekanisme bank sampah komunitas. 

Dalam program ini, J&T Cargo berperan sebagai mitra logistik yang mendukung proses pengumpulan dan distribusi waste secara terjadwal dan terdokumentasi, mulai dari pengambilan di titik operasional ritel hingga pengiriman ke Yayasan KDM.

Limbah yang dikumpulkan umumnya terdiri dari material operasional ritel seperti karton, plastik, hanger, serta material kemasan lainnya yang memiliki nilai ekonomis dalam sistem bank sampah.

Berdasarkan data operasional pengumpulan dan pengiriman di lapangan, selama periode Maret hingga Mei 2026, program ini mencatat total pengelolaan limbah sekitar 8.2 ton.

Volume ini menunjukkan konsistensi pelaksanaan program yang berjalan secara berkala dan terstruktur. 

Dari sisi lingkungan, berdasarkan estimasi internal dan faktor emisi standar untuk skenario pengelolaan limbah dibandingkan dengan pembuangan akhir, program ini diperkirakan menghasilkan sekitar 40 ton CO₂e emisi yang berpotensi dihindari (estimated avoided emissions) selama periode tersebut. Angka ini merupakan estimasi dampak tidak langsung dari pengalihan limbah ke sistem bank sampah dan bukan hasil pengukuran langsung di lapangan. 

Selain aspek lingkungan, program ini juga memberikan kontribusi sosial melalui mekanisme bank sampah yang dijalankan oleh Yayasan KDM.

Dalam sistem ini, limbah yang terkumpul dikelola oleh mitra bank sampah komunitas, dan hasil pengelolaannya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, termasuk pendidikan anak-anak rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta program pemberdayaan di lingkungan Yayasan KDM. 

Kolaborasi antara Decathlon Foundation, J&T Cargo, dan Yayasan KDM ini menunjukkan pendekatan lintas sektor dalam pengembangan ekosistem pengelolaan limbah berbasis bank sampah, sekaligus memperlihatkan bagaimana sistem logistik dapat berperan sebagai penghubung penting dalam rantai nilai ekonomi sirkular yang terukur dan berkelanjutan. 

Menurut Perwakilan Brand & Corporate Culture J&T Cargo Indonesia Fanny mengatakan, kolaborasi ini membuka perspektif baru bagi kami bahwa logistik bukan hanya soal pengiriman barang, tetapi tentang bagaimana sebuah sistem dapat menciptakan dampak yang lebih bermakna. 

"Melihat bagaimana waste yang kami bantu distribusikan dapat dikelola kembali melalui bank sampah dan kemudian mendukung anak-anak binaan Yayasan KDM menjadi refleksi penting bagi kami untuk terus menghadirkan nilai lebih dari setiap proses operasional yang kami lakukan,” ungkapnya.

Melalui inisiatif ini, J&T Cargo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik logistik yang tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga pada penciptaan nilai dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Kolaborasi bersama Decathlon Foundation Indonesia dalam program ini melanjutkan berbagai upaya sosial yang telah dijalankan sebelumnya, termasuk penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Jakarta.

Ke depan, J&T Cargo akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program CSR Satu Langkah Satu Kebaikan.

Sejalan dengan semangat tersebut, J&T Cargo percaya bahwa setiap langkah yang dilakukan perusahaan dapat menjadi bagian dari upaya untuk tumbuh bersama masyarakat dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi sesama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.