Perbaikan Jalan Pasar Gadang Kota Malang Dimulai 15 Juni 2026 dengan Sistem Buka-Tutup
Sarah Elnyora Rumaropen June 15, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemerintah Kota Malang bersiap memulai proyek pembangunan jalan di kawasan Pasar Gadang pada 15 Juni 2026.

Proyek strategis ini digulirkan sebagai bagian dari upaya nyata pemerintah daerah untuk mengurai kemacetan parah yang selama ini kerap melanda Jalan Gadang Bumiayu.

Sebagai bentuk rasa syukur atas segera terlaksananya rencana perbaikan jalan yang sudah lama dinanti tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menggelar prosesi pemotongan tumpeng.

Acara simbolis ini disaksikan langsung oleh sejumlah pedagang Pasar Gadang pada Senin (15/6/2026).

Target Rampung Akhir November 2026

Kondisi Jalan Gadang Bumiayu sendiri memang telah mengalami kerusakan cukup parah dalam sekian lama.

Melalui proyek komprehensif ini, pemerintah tidak hanya fokus memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, melainkan sekaligus menata sistem perdagangan di Pasar Gadang agar lebih rapi.

Wahyu menegaskan, Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mega proyek tersebut telah resmi ditandatangani, sehingga pekerjaan fisik di lapangan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Pada tanggal 15 Juni kami memulai pekerjaan Jalan Gadang Bumiayu. Ini untuk memperlancar akses dari perempatan Gadang sampai ke Bumiayu,” kata Wahyu, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan kontrak kerja yang disepakati, proyek ini memiliki durasi pengerjaan selama 172 hari kalender.

Jika seluruh proses berjalan mulus sesuai jadwal, total pembangunan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir November 2026.

“SPK sudah ditandatangani. Sesuai kontrak pekerjaannya 172 hari dan selesai akhir November 2026,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Kota Malang meminta pihak pelaksana proyek untuk melakukan percepatan pengerjaan sehingga waktu konstruksi bisa dipangkas menjadi sekitar 150 hari saja.

Baca juga: Dukung MBG, Dinas Perikanan Kabupaten Malang Usulkan 60 Desa Terima Bantuan Budidaya Ikan Lele

Sisa waktu sekitar 22 hari dari masa kontrak nantinya akan dialokasikan sebagai masa evaluasi dan penyempurnaan sekiranya masih terdapat detail pekerjaan fisik yang belum tuntas.

“Kami meminta pihak ketiga menyelesaikan dalam 150 hari. Sisanya untuk evaluasi apabila masih ada pekerjaan yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Di sisi lain, Wahyu tidak menampik keterlambatan pelaksanaan proyek ini sempat menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.

Namun, Wahyu menegaskan seluruh tahapan birokrasi harus dilalui secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku, mulai dari mekanisme proses lelang hingga penetapan pemenang pekerjaan.

“Banyak yang bertanya kenapa mundur dan kapan jalannya selesai. Tapi semua ada prosesnya. Harus lelang, ada pengumuman dan tahapan lain yang harus dilalui,” tegasnya.

Terapkan Sistem Buka-Tutup

Mengenai teknis pelaksanaan di lapangan, pekerjaan pertama yang akan disentuh oleh kontraktor adalah pembangunan serta pembenahan total saluran drainase di sepanjang ruas jalan.

Drainase tersebut dirancang secara khusus dengan dimensi lebar dan kedalaman masing-masing satu meter guna meningkatkan kapasitas pembuangan aliran air di kawasan tersebut.

Setelah urusan drainase rampung, barulah proyek akan berlanjut ke tahap inti, yakni pembangunan dan pengaspalan ulang jalan utama.

Selama proses pengerjaan berjalan, masyarakat luas diimbau untuk bersiap menghadapi potensi gangguan arus lalu lintas seiring diterapkannya sistem buka-tutup jalan di beberapa titik krusial.

Baca juga: Dampak Dolar Melonjak di Pasar Gadang Kota Malang: Harga Tepung Melambung, Sepi Pembeli

“Pengguna jalan di depan Pasar Gadang pasti akan terganggu karena nanti ada sistem buka-tutup jalan selama proses pengerjaan,” kata Wahyu.

Proyek penataan ini digadang-gadang bakal mengubah wajah kawasan Gadang secara menyeluruh menjadi lebih asri.

Pada bagian tengah jalan nantinya akan dibangun median yang dilengkapi dengan taman, tanaman pucuk merah, serta pot-pot penghijauan.

Menurut Wahyu, konsep penataan hijau ini bertujuan untuk mempercantik tata kota sekaligus menciptakan iklim lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman.

“Nanti akan ada median, taman, pot tanaman dan penghijauan agar kawasan tidak terlihat kering serta memiliki sirkulasi udara yang lebih baik,” urainya.

Salah satu fokus utama dari proyek penataan ini adalah memotong rantai kemacetan dengan mencegah munculnya kembali aktivitas pasar tumpah serta praktik jual beli langsung dari kendaraan yang berhenti di tepi jalan (drive-thru).

Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah akan memasang pagar pembatas dengan ketinggian tertentu di sepanjang koridor jalan.

“Supaya tidak ada lagi model drive-thru seperti dulu. Kendaraan berhenti lalu langsung membeli di pinggir jalan,” ujarnya.

Dengan diterapkannya aturan baru ini, masyarakat yang ingin berbelanja diwajibkan untuk masuk ke dalam area pasar dan memanfaatkan fasilitas kantong parkir resmi yang telah disediakan.

Penataan serupa juga akan diberlakukan ketat pada akses menuju area pasar di sisi utara yang selama ini kerap disalahgunakan oleh kendaraan untuk berhenti dan melakukan transaksi ilegal di bahu jalan.

Wahyu mengaku sangat optimistis proyek ini akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat luas, mulai dari terciptanya kelancaran arus lalu lintas, peningkatan kualitas kenyamanan lingkungan, hingga pembentukan aktivitas perdagangan yang jauh lebih tertib dan manusiawi.

Harapan Pasar Gadang Tertata dan Bebas Banjir

Rencana perbaikan ini disambut baik oleh para konsumen.

Siti Aminah, seorang pembeli setia di Pasar Gadang, mendesak agar pembangunan infrastruktur tersebut bisa segera diselesaikan dengan cepat.

Menurut pandangannya, kondisi Jalan Gadang Bumiayu memang sudah sepatutnya mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

“Sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Semoga segera selesai perbaikannya,” harap Siti sambil menjinjing kantong plastik berisi sayuran.

Siti sangat mendambakan kondisi Pasar Gadang yang lebih tertata rapi. Pasalnya, kemacetan parah yang selama ini terjadi di kawasan tersebut kerap membuatnya merasa gerah dan tidak nyaman.

Baca juga: Relokasi Pedagang Pasar Induk Gadang Kota Malang Tahap Kedua Dirampungkan Mei 2026

Bahkan akibat kondisi jalanan yang rusak dan macet, ia seringkali harus berpikir ulang sebelum memutuskan pergi berbelanja ke Pasar Gadang.

“Sudah banyak sekali keluhan tentang jalan ini, memang harus diperbaiki. Saya kalau belanja kadang naik sepeda motor, itu pun sering terjebak macet. Apalagi kalau sedang hujan, bisa ada genangan juga,” tuturnya keluh.

Meski demikian, Siti mengapresiasi langkah tegas Pemkot Malang yang dalam beberapa bulan terakhir ini gencar melakukan tindakan penertiban.

Siti melihat para pedagang perlahan sudah mulai kooperatif dan beralih menempati tempat relokasi yang disediakan.

Siti berharap penuh, dukungan dan kepatuhan para pedagang terhadap penataan pasar ini kelak bisa membuat para pelanggan merasa betah dan nyaman saat berbelanja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.