SRIPOKU.COM - Bak tabuh genderang perang, perseteruan antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terkait hak asuh anak dan nafkah pasca-cerai kian panas.
Di tengah upaya kedua belah pihak untuk mencari jalan keluar melalui pertemuan dan diskusi, pihak Ruben melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Minola menduga ada kekhawatiran dari pihak Sarwendah apabila sejumlah fakta yang selama ini belum terungkap akhirnya diketahui publik maupun pihak terkait.
Sehingga Sarwendah dinilai memilih untuk mempersulit Ruben bertemu anak.
Baca juga: Giorgio Dipermalukan Imbas Konten di Rumah Ruben Onsu, Ayah Betrand Sentil Pedas Pacar Sarwendah
"Jangan-jangan ada kekhawatiran dari S (Sarwendah)," ujar Minola, dikutip dari Youtube Intens Investigasi, Senin (15/6/2026).
Bukan tanpa alasan, Minola kini menyoroti aksi putra angkat Ruben, Betrand Peto alias Onyo, yang mengungkap fakta baru soal perlakuan keluarga Sarwendah.
Sebelumya, Betrand Peto sempat tinggal bersama Sarwendah, usai mantan personil Cherrybelle itu cerai dengan Ruben.
Namun baru-baru ini, remaja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memutuskan untuk tinggal bersama Ruben dan getol membela ayahnya di tengah memanasnya konflik dengan Sarwendah.
"Seperti Onyo yang sudah dewasa, yang sudah besar akhirnya pindah. Akhirnya terungkap kan ada beberapa fakta-fakta yang dialami oleh Onyo ketika tinggal sama S kan begitu," beber Minola.
Minola lantas menduga alasan Sarwendah yang mempersulit Ruben untuk bertemu dengan kedua putrinya karena takut jika nantinya ada fakta baru lagi yang terungkap.
"Jangan-jangan nanti kalau misalnya anak-anak ini diberikan juga sama Ruben dua tuga hari S khawatir gitu loh, ada sesuatu hal yang tidak ingin diketahui oleh Ruben akhirnya diketahui," ucap Minola.
Perseteruan Ruben dengan Sarwendah mencuat diketahui berawal dari sang presenter yang merasa dipersulit bertemu anak.
Sarwendah dinilai telah melanggar kesepakatan setelah cerai, yang seharusnya Ruben diperbolehkan bertemu anak tiga hari dalam seminggu.
Pada akhirnya Ruben berhenti memberikan nafkah bulanan Rp225 juta sebagai bentuk protesnya karena dipersulit bertemu anak.
Lewat unggahan panjang di Instagram Story, Betrand melontarkan peringatan keras kepada sosok perempuan yang ia sebut sebagai 'tante'.
Dalam curhatnya, Betrand meminta perempuan tersebut berhenti menyebarkan informasi yang menurutnya tidak benar tentang Ruben Onsu.
Ia juga menyinggung adanya upaya menggiring opini publik untuk membenci sang ayah angkat.
"Tante, stop ajakin orang-orang untuk benci ayah. Stop sok-sok jagoan seolah punya rahasia," tulis Betrand, Jumat (12/6/2026).
Ia mengaku selama ini memilih diam, padahal ada banyak hal yang sebenarnya bisa diungkapkannya, namun ditahan karena permintaan Ruben Onsu.
"Lupa? Banyak juga yang aku tahan-tahan dan tidak ceritakan," lanjutnya.
Tak hanya itu, Betrand Peto juga menuding pihak yang dimaksud itu telah lama berusaha menjatuhkan Ruben.
Bahkan, ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua tahun hingga hampir mematikan rezeki Ruben.
"Kalian selalu mengerahkan pendukung kalian untuk membenci ayah, katain ayah. Hampir dua tahun kalian selalu mematikan rezeki ayah," ungkapnya.
Meski terus menjadi sasaran berbagai tudingan, ia menegaskan Ruben tidak pernah membalas perlakuan tersebut.
Namun, bagian yang paling menyita perhatian dalam unggahan itu adalah ketika Betrand menyinggung pengalaman pribadinya.
Ia membandingkan perlakuan Ruben terhadap dirinya dengan sosok perempuan yang sedang ia kritik.
"Selama saya sama ayah dari dulu, ayah tidak pernah tampar atau pukul saya. Tapi kalau tante?" ungkap Betrand.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian warganet karena mengisyaratkan adanya pengalaman tidak menyenangkan yang merujuk pada kekerasan di masa lalu Betrand Peto.
Di akhir unggahannya, Betrand kembali membela Ruben sekaligus mempertanyakan sikap pihak yang selama ini menurutnya terus menyerang Ruben.
"Kenapa nggak terima sama teguran Tuhan? Yang katain ayah duluan siapa? Ayah seolah-olah hina di mata kalian, manusia yang tidak tau terima kasih," tegas Betrand.