Camat Seginim yang Ngamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan Masih Bertugas, Bupati Rifai: Sabar
Ricky Jenihansen June 15, 2026 06:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Camat Seginim yang diduga mengamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan karena tidak menerima nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) anaknya hingga menyebabkan kerusakan aset sekolah pada Jumat (29/5/2026) lalu ternyata masih menjalankan tugas seperti biasa.

Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah masih menelaah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat sebelum menentukan langkah dan sanksi yang akan diambil.

Rifai Tajuddin mengatakan saat ini Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat sedang ditelaah untuk memastikan setiap pelanggaran yang terjadi dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, setiap tindakan harus memiliki dasar hukum yang jelas sebelum sanksi dijatuhkan.

“Untuk menurunkan dari jabatan itu bisa kami lakukan. Sifatnya sementara, yakni dinonaktifkan terlebih dahulu dan itu harus kami usulkan ke BKN. Nanti BKN yang akan menentukan apakah pemberhentian sementara tersebut dapat diterapkan atau tidak,” ujar Rifai saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Bupati Rifai Turun Tangan, Camat Seginim yang Ngamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan Terancam Dipecat

Pastikan Laporan Lengkap

Rifai menegaskan laporan yang disampaikan harus lengkap dan terperinci agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam proses penjatuhan sanksi.

Menurutnya, keputusan yang diambil harus berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau laporannya tidak lengkap dan tidak rinci, nanti BKN bisa saja menilai sanksi yang diajukan tidak sesuai. Karena itu saya tidak ingin keputusan yang diambil justru harus bolak-balik diperbaiki,” katanya.

Ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah masih menunggu proses administrasi dan kajian yang sedang berjalan.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan memanggil yang bersangkutan untuk memberikan arahan terkait langkah yang akan diambil.

“Jadi saya minta bersabar. Saya juga tidak ingin gegabah dan kita akan segera memanggil yang bersangkutan untuk memberikan arahan, termasuk kemungkinan dinonaktifkan dari jabatannya,” jelas Rifai.

Rifai menambahkan, hingga saat ini Camat Seginim masih menjalankan tugas seperti biasa karena belum ada keputusan resmi terkait penonaktifan.

Jika nantinya dinonaktifkan, maka jabatan tersebut akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Penelusuran Peristiwa

Selain itu, Rifai mengaku telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menelusuri penyebab terjadinya peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Menurutnya, persoalan tidak bisa dilihat hanya dari akibat yang ditimbulkan, tetapi juga harus memahami faktor-faktor yang melatarbelakanginya.

Ia juga menegaskan pentingnya memberikan perlakuan yang adil kepada semua pihak, termasuk siswa yang terlibat dalam persoalan tersebut.

“Saya akan melihat terus bagaimana kondisi anak tersebut, termasuk terkait kemampuan akademiknya dan apakah ada pengaruh dari pengurangan waktu yang terjadi,” tegas Rifai.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan penanganan kasus Camat Seginim dilakukan secara objektif dan sesuai prosedur, sembari menunggu hasil kajian serta keputusan resmi dari instansi yang berwenang.

OKNUM CAMAT NGAMUK -  Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan, Liasrawati (kiri) dan meja yang rusak (kanan). Kejadian bermula saat seorang wali murid mendatangi sekolah pada Jumat (29/5/2026) yang merasa kesal dengan nilai TKA anaknya yang rendah.
OKNUM CAMAT NGAMUK - Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan, Liasrawati (kiri) dan meja yang rusak (kanan). Kejadian bermula saat seorang wali murid mendatangi sekolah pada Jumat (29/5/2026) yang merasa kesal dengan nilai TKA anaknya yang rendah. (TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita)

Camat Ngamuk

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan TribunBengkulu.com dari hasil wawancara dengan Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan, Liasrawati, kejadian bermula saat seorang wali murid mendatangi sekolah pada Jumat (29/5/2026).

Kedatangan orang tua siswa yang diketahui merupakan salah satu oknum camat di Bengkulu Selatan itu untuk menanyakan nilai anaknya yang rendah pada hasil TKA.

Diduga tidak menerima nilai anaknya rendah, padahal selama ini dikenal berprestasi dan mendapat ranking di kelas, wali murid tersebut tiba-tiba emosi hingga memecahkan meja yang berada di ruang tata usaha sekolah.

“TKA ini perdana dilakukan tahun ini di seluruh sekolah. Mungkin orang tua kecewa karena nilai anaknya anjlok. Selama ini anak tersebut ranking dan nilainya juga baik,” ujar Liasrawati saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (2/6/2026).

Kronologi Kedatangan Orang Tua

Liasrawati menjelaskan, pada Jumat sekolah tetap melaksanakan aktivitas belajar seperti biasa dan tidak ada kebijakan work from home (WFH).

Saat datang ke sekolah, wali murid tersebut langsung menunjukkan emosi.

Pihak sekolah mengaku terkejut karena sebelumnya telah menjelaskan kronologi dan sistem penilaian TKA yang memang sudah menjadi ketentuan.

“TKA itu bukan kehendak sekolah ataupun kepala sekolah, karena semuanya berasal dari sistem aplikasi. Pada dasarnya kami berharap nilai seluruh siswa baik,” ungkap Liasrawati.

Laporkan Pengawas Pembina

Kerusakan meja tersebut merupakan aset lembaga pendidikan.

Karena itu, Liasrawati mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas pembina yang menaungi bidang SMP, meski belum melapor langsung ke Kepala Dinas Pendidikan.

“Memang saya belum melapor langsung ke atasan, tetapi saya melaporkannya secara berjenjang sesuai aturan yang ada,” katanya.

Selain itu, pihak Inspektorat juga dikabarkan akan mendatangi sekolah untuk melihat langsung kondisi dan mendengarkan kronologi kejadian.

Tindakan tersebut dinilai tidak pantas dilakukan di lingkungan sekolah dan dianggap sebagai tindakan arogan.

Sebagai informasi, TKA baru pertama kali dilaksanakan tahun ini dengan sistem pengerjaan soal menggunakan komputer.

Pelaksanaan ujian diawasi ketat oleh pengawas serta kamera CCTV untuk memastikan tidak adanya kecurangan selama ujian berlangsung.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.