BPS Bondowoso Terjunkan 993 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Data Usaha hingga Aset Warga Didata
Haorrahman June 15, 2026 06:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso resmi menerjunkan 993 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Petugas tersebut terdiri atas 874 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 119 Pemeriksa (PMR) yang akan bertugas mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam sensus ekonomi ini, BPS tidak hanya mendata aktivitas usaha masyarakat, tetapi juga memperbarui sejumlah data sosial ekonomi keluarga yang dibutuhkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, menjelaskan bahwa para petugas akan mendatangi langsung bangunan usaha dan rumah tangga di seluruh wilayah desa hingga tingkat RT. Pendataan dilakukan secara door-to-door untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang lebih akurat dan mutakhir.

Selain usaha yang memiliki lokasi fisik, petugas juga akan mendata berbagai usaha berbasis digital atau yang dijalankan dari rumah, seperti perdagangan online dan layanan ojek daring.

"Masyarakat nantinya akan ditanya tentang pengeluaran, pendapatan, bahan baku, produk, pemasaran, dan hal terkait lainnya," ujar Mudji.

Menurutnya, informasi tersebut diperlukan untuk memetakan kondisi usaha di Kabupaten Bondowoso secara lebih komprehensif. Di saat yang sama, petugas juga akan melakukan pemutakhiran data sosial ekonomi keluarga.

Data yang diperbarui meliputi kondisi perumahan dan kepemilikan aset keluarga yang akan digunakan dalam proses pemutakhiran desil atau pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Apabila ada usaha di keluarga itu, akan ditanyakan," jelasnya usai penandatanganan komitmen bersama sinergi membangun Kabupaten Bondowoso melalui Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Kabupaten, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Bupati Pasuruan Mas Rusdi Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Data Jujur

Antisipasi Penolakan

Selama masa tugas sekitar dua setengah bulan, setiap petugas ditargetkan menyelesaikan pendataan sekitar 800 unit usaha atau muatan sensus. Dengan target tersebut, petugas rata-rata harus menyelesaikan sekitar 13 muatan per hari.

"Sebanyak 13 muatan, muatan itu bisa berupa keluarga atau usaha," kata Mudji.

BPS Bondowoso juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terdapat warga yang menolak didata. Jika terjadi penolakan, koordinasi akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT hingga pemerintah daerah.

Selain itu, BPS memberikan perhatian khusus terhadap Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, yang dinilai membutuhkan pemantauan lebih intensif selama pelaksanaan sensus.

Untuk memperlancar proses pendataan di wilayah tersebut, BPS merekrut warga setempat sebagai petugas sensus.

"Supaya lancar, karena kalau orang luar masuk kan tidak boleh," ujarnya.

Baca juga: Lepas 1.161 Petugas Sensus Ekonomi di Lumajang, Bupati Indah: Harus Pandai Rayu Responden

BPS Bondowoso mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemkab dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama tahap persiapan sensus.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penerbitan surat edaran bupati, pemasangan spanduk, publikasi melalui media elektronik dan media sosial, hingga pelaksanaan sosialisasi kepada para pelaku usaha.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, hasil sensus akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.

Melalui data yang diperoleh, pemerintah daerah akan memiliki potret ekonomi yang lebih lengkap, mutakhir, dan terukur.

"Informasi inilah yang kelak menjadi fondasi utama dalam merumuskan arah pembangunan,” ujarnya.

Nunung juga mengajak seluruh kepala OPD, instansi vertikal, lembaga usaha, hingga camat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus.

Ia mengatakan kualitas data yang akurat merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan dan pengambilan kebijakan ekonomi daerah.

“Kita tunjukkan spirit gotong royong demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso,” tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.