Desa Pajangan Jadikan Nobar Piala Dunia Sebagai Ajang Promosi Ketak hingga Desa Wisata
Idham Khalid June 15, 2026 07:05 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pemerintah Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sebagai wadah positif bagi masyarakat sekaligus ajang promosi produk lokal. 

Kegiatan yang dipusatkan di halam kantor desa ini bertujuan untuk merangkul para pemuda serta membangkitkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata desa.

Kepala Desa Pajangan, Samiun, menjelaskan bahwa salah satu alasan utama penyelenggaraan nobar ini adalah untuk memusatkan kegiatan pemuda agar tetap terkontrol dan berada di lingkungan desa. 

“Tujuannya adalah supaya masyarakat, lebih-lebih anak-anak kita ataupun pemuda-pemuda kita yang ada di Desa Pajangan ini, supaya mereka nanti tidak berkeliaran keluar. Kita sedikit memberikan fasilitas untuk kita nonton bersama di sini supaya mereka terkontrol keberadaannya,” ucap Samiun, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas agar para pemuda tidak melakukan kegiatan negatif di luar desa selama euforia Piala Dunia berlangsung.

Menariknya, suasana nobar di Desa Pajangan dihiasi dengan ornamen unik berupa kerajinan keta yang merupakan anyaman lokal yang dicat menyerupai bendera negara-negara peserta. 

Samiun menegaskan bahwa momen ini digunakan untuk mengangkat produk unggulan desa, mengingat Desa Pajangan sedang menggalakkan program Desa Wisata.

“Miniatur ataupun keta ini adalah salah satu yang menjadi kearifan lokal kita yang harus kita angkat. Apalagi dengan adanya media sosial saat ini, paling tidak kita bisa memasarkan produk lokal kita,” jelasnya.

Baca juga: Piala Dunia 2026, Toko Jersey di Lombok Timur Diserbu Pembeli

Menurut Samiun, kerajinan keta dari Desa Pajangan sudah memiliki kualitas ekspor, bahkan sudah dikirim ke negara seperti Jerman dalam kapasitas besar.

Melalui nobar ini, diharapkan UMKM desa semakin bergeliat dan memiliki akses pemasaran yang lebih global.

Dalam upaya membangun kemandirian ekonomi, Pemerintah Desa Pajangan juga menggandeng berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. 

“Kami membangun beberapa kolaborasi, seperti pelatihan dari Airbnb bagi tim digital marketing Desa Pajangan, serta kolaborasi dengan Poltekpar, MIF, dan pihak lainnya,” kata Samiun.

Ia berharap berbagai inisiatif ini dapat membuat Desa Pajangan terus tumbuh grow up, baik dari sisi ekonomi maupun swadaya masyarakat.

Terkait aspek legalitas penyelenggaraan nobar, Samiun memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi izin resmi. 

Desa Pajangan telah bersurat kepada Kapolsek Kopang untuk izin keramaian dan bekerja sama dengan pihak media serta pemegang lisensi siaran melalui TVRI.

Untuk menjaga ketertiban selama pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 00.00 WITA, pengamanan akan dilakukan secara terpadu. 

“Metode pengamanan kami serahkan melalui BKD (Badan Keamanan Desa), dibantu oleh anggota dari Polsek Kopang serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di Desa Pajangan,” tegasnya.

Sebagai daya tarik tambahan bagi warga, pihak desa juga menyiapkan berbagai hadiah menarik door prize dari para sponsor yang akan dibagikan pada malam puncak atau acara penutupan Piala Dunia mendatang.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.