Kejadian menegangkan baru saja dialami oleh aktor laga dan mantan pegulat profesional, Dwayne 'The Rock' Johnson. Saat sedang mandi di suatu malam, pria 54 tahun itu mendadak menemukan adanya benjolan yang terasa sangat menyakitkan di area testis sebelah kirinya.
Dokter yang memeriksa menduga benjolan itu mengarah pada dua kemungkinan, yakni infeksi peradangan umum atau kanker testis. Setelah sempat diliputi rasa cemas selama 24 jam di tengah padatnya jadwal promosi film, hasil USG akhirnya membawa kabar lega.
Johnson dinyatakan negatif kanker dan didiagnosis mengidap epididimitis.
"Ngomong-ngomong saya baik-baik saja. Tapi saya tidak tahu itu saat itu, dan benjolan itu benar-benar menyakitkan," ungkap Johnson yang dikutip dari .
Apa Itu Kondisi Epididimitis?
Epididimitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada epididimis, yaitu tabung kecil berliku yang terletak di belakang testis, berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.
Meski penyakit ini menyerang sekitar 600 ribu pria di Amerika Serikat setiap tahunnya, para ahli urologi menyebut mayoritas pria masih sangat asing dengan istilah medis ini.
"Ketika mereka mengalami nyeri, pembengkakan, atau merasakan benjolan, banyak pria langsung khawatir tentang kanker testis atau keadaan darurat lainnya seperti torsi (testis terpelintir)," kata Dr Jamin Vinod Brahmbhatt, seorang ahli urologi dari Orlando Health.
Dr Brahmbhatt yang juga pernah mengidap penyakit ini menceritakan tingkat keparahan rasa sakitnya memang tidak main-main, sehingga wajar jika pasien langsung didera kepanikan luar biasa.
"Gejala yang paling umum adalah nyeri, pembengkakan, dan rasa sakit di satu sisi skrotum atau testis. Rasanya seperti ada cacing di sekitar testis Anda," jelas Dr Brahmbhatt mengenai sensasi nyeri yang dirasakan pasien.
Selain benjolan dan nyeri hebat, beberapa gejala klinis lain yang patut diwaspadai meliputi:
- Nyeri saat buang air kecil atau jadi lebih sering kencing.
- Keluarnya cairan aneh dari penis atau adanya bercak darah dalam air mani.
- Nyeri yang menjalar hingga ke selangkangan, perut bagian bawah, atau panggul.
- Tubuh mengalami demam tinggi dan menggigil.
Apa yang Menjadi Pemicunya?
Penyebab epididimitis pada dasarnya bisa dikelompokkan berdasarkan faktor usia dan aktivitas pasien. Menurut data Cleveland Clinic, pada pria muda yang aktif secara seksual, penyakit ini paling sering dipicu oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dan klamidia.
Sementara pada pria di atas usia 35 tahun, peradangan lebih sering dipicu oleh infeksi bakteri non-seksual seperti E coli yang berpindah dari saluran kemih ke epididimis.
Pada kasus yang lebih jarang, kondisi ini bisa disebabkan oleh penyumbatan uretra, infeksi prostat, cedera area selangkangan, efek samping obat jantung tertentu, hingga penggunaan kateter urine.
Apakah Bisa Disembuhkan?
Hal ini masih bisa dilakukan. Jika pemicunya adalah infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang wajib dihabiskan.
Untuk mempercepat pemulihan di rumah, pasien disarankan untuk istirahat total, mengompres es area skrotum, banyak minum air putih, dan mengonsumsi obat pereda nyeri.
Namun, Dr Brahmbhatt mengingatkan agar para pria tidak menunda pemeriksaan ke dokter jika merasakan ada keanehan pada organ intimnya. Jika dibiarkan tanpa penanganan, epididimitis bisa memicu komplikasi fatal berupa nyeri kronis berkepanjangan, abses, bahkan kerusakan jaringan yang mengancam kesuburan (infertilitas).
"Saya pikir setiap pria harus mengetahui anatomi normal mereka. Jika Anda tahu apa yang normal, Anda lebih mungkin memperhatikan ketika ada sesuatu yang berubah. Nyeri hebat yang tiba-tiba harus ditangani sebagai keadaan darurat," pungkasnya.





