Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo 2026: Lautan Manusia Padati Rute 7 Km
Cak Sur June 16, 2026 12:32 AM

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Derap langkah para pembawa pusaka dan lautan manusia memadati sepanjang jalur kirab di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) pada Senin (15/6/2026) sore.

Suasana tersebut seolah membawa Ponorogo kembali ke masa lampau dalam gelaran Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Budaya Grebeg Suro 2026.

Acara tahunan menjelang 1 Suro ini bukan sekadar arak-arakan biasa. Kirab ini, merupakan pengingat sejarah perpindahan pusat pemerintahan Ponorogo dari kota lama di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, menuju kota baru di Alun-alun Ponorogo.

Sebanyak lima pusaka peninggalan leluhur Ponorogo diarak menempuh rute sekitar tujuh kilometer.

Rute dimulai dari kawasan Makam Batoro Katong hingga berakhir di Alun-alun Ponorogo, yang kini menjadi jantung pemerintahan masyarakat Bumi Reog.

Baca juga: Grebeg Suro Ponorogo 2026: Ini Info Penutupan Jalan dan Rekayasa Lalin

Berikut adalah lima pusaka Kabupaten Ponorogo yang diarak dalam prosesi tersebut:

  • Payung Song-song Kyai Tunggul Wulung
  • Tombak Kiai Tunggul Nogo
  • Sabuk Angking Cinde Puspito
  • Kiai Pamong Angon Geni
  • Tombok Kiai Bromo Geni
SERAHKAN PUSAKA - Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyerahkan 5 pusaka kepada para Kepala Desa se Kecamatan Jenangan di lingkungan Makam Batoro Katong, di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, yang merupakan kota lama Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Pusaka-pusaka tersebut akan dikirab menuju Alun-alun Ponorogo.
SERAHKAN PUSAKA - Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyerahkan 5 pusaka kepada para Kepala Desa se Kecamatan Jenangan di lingkungan Makam Batoro Katong, di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, yang merupakan kota lama Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Pusaka-pusaka tersebut akan dikirab menuju Alun-alun Ponorogo. (Surya.co.id/Pramita Kusumaningrum)

Sejarah Perpindahan Pusat Pemerintahan

Prosesi ini merepresentasikan perpindahan Kadipaten Ponorogo, sekaligus menjadi simbol penyatuan kota lama dan kota tengah.

Tradisi tersebut, terus dikenang melalui Grebeg Suro dari generasi ke generasi.

Awalnya, lima pusaka tersebut diambil dari Makam Batoro Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Pusaka kemudian dibawa oleh para demang atau kepala desa di wilayah Kecamatan Jenangan.

Di belakang barisan pusaka dan para demang, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita tampak menaiki kereta kuda. Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) juga turut serta di belakangnya dengan menunggangi kuda.

Barisan tersebut diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Turut hadir pula camat dari seluruh Kabupaten Ponorogo serta Kepala Bagian (Kabag) Setda Ponorogo.

Sepanjang rute tujuh kilometer, warga tumplek blek menunggu iring-iringan pusaka.

Selain menyaksikan kirab, momentum yang ditunggu masyarakat adalah pembagian jajan di sepanjang jalan.

Setelah sampai di kota tengah atau Alun-alun Ponorogo, pusaka-pusaka tersebut kemudian dijamas. Prosesi ini menjadi puncak dari rangkaian kirab budaya tersebut.

Baca juga: Grebeg Suro 2026 Ponorogo Hanya Dianggarkan Rp500 Juta, Ini Strategi Pemkab

GREBEG SURO PONOROG0 2026 - 5 pusaka saat sampai di Alun-Alun Ponorogo, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Budaya Grebeg Suro bukan sekadar arak-arakan tahunan menjelang 1 Suro, melainkan pengingat perjalanan sejarah ketika pusat pemerintahan Ponorogo berpindah dari kota lama di Kelurahan Setono; Kecamatan Jenangano menuju kota baru di Alun-alun Ponorogo yang kini menjadi jantung pemerintahan masyarakat Bumi Reog.
GREBEG SURO PONOROG0 2026 - 5 pusaka saat sampai di Alun-Alun Ponorogo, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Budaya Grebeg Suro bukan sekadar arak-arakan tahunan menjelang 1 Suro, melainkan pengingat perjalanan sejarah ketika pusat pemerintahan Ponorogo berpindah dari kota lama di Kelurahan Setono; Kecamatan Jenangano menuju kota baru di Alun-alun Ponorogo yang kini menjadi jantung pemerintahan masyarakat Bumi Reog. (Surya.co.id/Pramita Kusumaningrum)

Harapan dan Pelestarian Budaya

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

"Ini adalah nguri-uri budaya yang sangat luar biasa, dan harus terus kami lakukan setiap tahunnya saat Grebeg Suro," ungkap Lisdyarita pada Senin malam.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Lisdyarita ini, mengaku terkejut melihat lautan manusia di sepanjang rute kirab.

"Masya Allah matur nuwun sanget seluruh masyarakat Ponorogo dan seluruh warga yang hari ini hadir di Ponorogo. Terima kasih sekali, saya mewakili pemkab, karena hari ini sepertinya lebih dari kemarin. Banyak lautan manusia. Terima kasih dan mohon maaf jika tadi ada kekurangan," katanya.

Lisdyarita menjelaskan, bahwa Kirab Pusaka merupakan sarana warga untuk belajar sejarah Kabupaten Ponorogo. Hal ini berkaitan dengan perpindahan pusat pemerintahan dari kota lama ke kota baru.

"Kami membawa pusaka awalnya dari kota baru tadi malam menuju kota lama. Lalu sore ini kami membawa kembali karena untuk dijamasi dari kota lama menuju kota baru. Ini sebenarnya nguri-uri budaya, juga wujud berdoa, sehingga masyarakat jadi paham apa sih kota lama, apa sih kota baru, berapa sih pusaka yang di Ponorogo," urainya.

Memasuki tahun baru Islam maupun Jawa, Lisdyarita memanjatkan doa untuk kesehatan dan keselamatan semua pihak.

"Dan harapan bunda semuanya sejahtera. Intinya kita berdoa untuk semuanya, semoga Ponorogo selalu dalam lindungan Allah. Masyarakatnya bisa ayem, tentrem, adem dan damai selalu," paparnya.

Budayawan Ponorogo, Sunarso, menambahkan bahwa prosesi kirab pusaka menggambarkan perpindahan kabupaten pada era Eyang Mertohadi Negoro tahun 1937.

"Sebetulnya kirab pusaka bukti dalam rangka menghormati leluhur kita memperjuangkan mendirikan Ponorogo," terang Sunarso pada Senin sore.

Ia menegaskan, bahwa kirab ini adalah wujud melestarikan budaya, sekaligus memperingati menyatunya Kabupaten Ponorogo menjadi satu dengan kota tengah yang digunakan hingga saat ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.