Sore Ini, Jemaah Haji Asal Kota Jambi Tiba di Asrama Haji, Ada Aturan untuk Penjemputnya
Suci Rahayu PK June 16, 2026 03:03 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sore ini, jemaah haji asal Jambi dari Kloter BTH-13 akan tiba di Jambi.

Jemaah haji asal Kota Jambi itu diperkirakan akan tiba di Asrama Haji Jambi pada Selasa (16/6/2026) sekira pukul 18.00 WIB.

Rombongan ini diberangkatkan dari Jeddah menggunakan Arabian Airlines pada Senin (15/6/2026) sekira pukul 23.55 waktu setempat.

9 jam terbang, rombongan asal Jambi ini akan sampai di bandara Batam pada  Selasa (16/6/2026), sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah transit di Batam, rombongan jemaah haji akan melanjutkan penerbangan ke Jambi dan diperkirakan tiba sekira pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, jemaah asal Kota Jambi yang tergabung dalam Kloter BTH 13, kloter pertama yang tiba di Jambi, akan diarahkan menuju Kantor Wali Kota Jambi.

Lalu ada seremonial penyerahan dari PPIH Provinsi menyerahkan ke PPIH Kota Jambi.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jambi-Medan Tanpa Transit Rp1.976.100

Baca juga: Blangkon Herman dan Semangat Warga Sridadi Menjaga Tradisi Grebeg Suro

Aturan penjemputan

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi memberlakukan aturan khusus dalam proses pemulangan jemaah haji tahun ini.

Salah satu ketentuan yang ditegaskan adalah larangan bagi keluarga untuk menjemput jemaah secara langsung di Asrama Haji Jambi.

Kebijakan tersebut diterapkan karena proses pemulangan dinilai memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan saat pemberangkatan.

Selain menyangkut kondisi fisik dan psikologis jemaah yang baru menyelesaikan ibadah haji, tingginya antusiasme keluarga juga menjadi perhatian panitia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan hal itu saat memberikan arahan dalam Rapat Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Jambi bersama sejumlah pemangku kepentingan, Selasa (9/6/2026).

"Pengulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan," ujarnya.

Menurut Wahyudi, kebijakan tersebut diambil berdasarkan pengalaman pada musim haji sebelumnya.

Saat itu, terdapat jemaah yang langsung dibawa pulang oleh keluarganya sebelum proses administrasi dan pendataan selesai dilakukan oleh panitia.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petugas dalam memastikan jumlah jemaah yang akan diberangkatkan menggunakan bus menuju kabupaten dan kota asal masing-masing.

Baca juga: Trump Klaim Damai, Industri Pelayaran Dunia Masih Was-was Lewati Selat Hormuz

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa, panitia akan menutup dan mengunci pintu samping asrama dua jam sebelum kedatangan jemaah.

Selain itu, seluruh panitia juga diingatkan agar tidak membawa pihak luar yang tidak berkepentingan ke dalam area asrama demi menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemulangan berlangsung.

"Maka panitia kami ingatkan untuk tidak membawa penumpang gelap ya dalam tanda kutip, supaya lebih aman dan tertib," tegasnya.

Wahyudi menjelaskan, selain pengaturan akses masuk melalui empat pintu teknis, perhatian juga diberikan pada pengelolaan bagasi jemaah.

Tas bagasi akan diserahkan kepada perwakilan kabupaten dan kota setelah dua jam jemaah meninggalkan asrama.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan distribusi barang bawaan maupun potensi kericuhan saat proses penyerahan bagasi.

Panitia juga menekankan pentingnya memastikan bagasi milik jemaah tidak tertukar atau terbawa ke daerah lain yang berbeda tujuan. (*)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Menantang Maut di Jalan Ness Jambi: Antara Jalur Pintas dan Sopir Ugal-ugalan

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jambi-Medan Tanpa Transit Rp1.976.100

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.