Gempa M 6,7 Palu, RSUD Sulbar Evakuasi Seluruh Pasien ke Luar Gedung, Sebagian Minta Dipulangkan
Erik S June 16, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengevakuasi seluruh pasien keluar dari gedung perawatan pada Selasa (16/6/2026) siang.

Pasien dievakuasi menyusul gempa bumi magnitudo 6,7 yang berpusat di daratan wilayah Palu, Sulawesi Tengah.

RSUD Sulbar adalah rumah sakit rujukan tipe C yang terletak di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Jarak RSUD Sulbar ke Palu sekitar 360 Km.

Evakuasi diambil demi menjaga keselamatan pasien dan mengantisipasi potensi kerusakan struktural akibat gempa susulan.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Sulbar, Bahtiar, mengonfirmasi seluruh pasien dari berbagai ruang perawatan telah dipindahkan sementara ke titik kumpul utama yang berada di area parkir dan halaman luar rumah sakit.

Gempa tersebut memicu trauma bagi sejumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Akibat enggan kembali masuk ke dalam gedung karena takut akan potensi gempa susulan, beberapa pasien meminta pihak rumah sakit memulangkan mereka lebih awal.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Penunjang RSUD Provinsi Sulbar, Bahtiar.

Menurutnya, setelah proses evakuasi ke halaman luar selesai dilakukan, beberapa pasien dan pihak keluarga langsung mengisyaratkan keinginan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu, Basarnas: Belum Ada Laporan Korban Jiwa Hingga Pukul 13.30 WITA

"Tadi ada beberapa pasien yang mengisyaratkan untuk mau dibawa pulang untuk sementara," ungkap Bahtiar saat ditemui di area titik kumpul evakuasi RSUD Sulbar, Selasa (16/6/2026).

Diizinkan Pulang jika Kondisi Stabil

Merespons permintaan tersebut, manajemen RSUD Sulbar mengambil kebijakan yang fleksibel namun tetap mengutamakan prosedur keselamatan medis.

Pihak rumah sakit mengizinkan pasien pulang dengan catatan harus melalui koordinasi dan penilaian klinis dari dokter atau penanggung jawab ruangan.

"Saya sarankan untuk instruksinya masing-masing PJPJ (Penanggung Jawab Pelayanan) ruangan yang bertugas saat ini berkoordinasi dulu langsung. Kalau memang bisa dipulangkan (kondisinya stabil), ya pasiennya langsung dipulangkan," terang Bahtiar.

Di area luar rumah sakit, tampak beberapa keluarga pasien mulai mengemas barang-barang mereka ke dalam tas jinjing dan kantong plastik besar.

Di sisi lain, proses evakuasi mandiri masih terlihat di mana pihak keluarga bergotong-royong bersama perawat mendorong ranjang pasien melintasi jalur berbatu di sekitar area luar gedung menuju tempat yang lebih aman.

Tidak Panik Berlebihan

Bahtiar mengimbau kepada seluruh keluarga pasien untuk tetap tenang dan mengikuti seluruh instruksi dari petugas keamanan serta tenaga medis di lapangan.

Baca juga: BNPB Konfirmasi Sejumlah Bangunan Rusak Pasca-Gempa M 6,7 di Palu dan Parigi Moutong


Pihak rumah sakit berharap penempatan pasien di titik kumpul terbuka ini dapat memberikan rasa aman.

"Untuk mengurangi rasa takut, agar tidak panik berlebihan, jadi kami sarankan instruksi saat ini dari pihak rumah sakit agar berkumpul untuk sementara di titik kumpul yang sudah disediakan," pungkasnya.

Pelayanan Medis Dialihkan ke Tenda Darurat

Pantauan di lokasi, situasi di halaman RSUD Sulbar berubah menyerupai rumah sakit lapangan.

Di bawah tenda-tenda darurat berukuran besar, ratusan tempat tidur pasien (brankar) berjajar rapat.

Suasana tampak sibuk namun tetap terkendali.

Para dokter, perawat, dan tenaga medis terlihat hilir mudik melakukan pemeriksaan vital, mengganti cairan infus, hingga memberikan obat kepada pasien di bawah naungan tenda darurat.

Alat-alat medis seperti tabung oksigen dan tiang infus juga tampak terpasang di samping ranjang pasien.

Para pasien dengan berbagai kondisi, mulai dari anak-anak, pasien luka perban, hingga lansia yang menggunakan alat bantu pernapasan, harus menjalani perawatan di ruang terbuka.

"Pelayanan untuk sementara dilakukan di sini (tenda darurat)," tegas Bahtiar.

Terkait jumlah pasti pasien yang dievakuasi, pihak rumah sakit masih melakukan pendataan dari setiap penanggung jawab ruangan (PJPJ), mengingat proses evakuasi sempat diwarnai kepanikan.

Namun, data terakhir pada Senin (15/6/2026), total pasien yang dirawat mencapai sekitar 100 orang.

"Sampai saat ini belum ada data pasti. Dari perwakilan masing-masing ruangan nanti akan kami minta data jumlah pasien yang saat ini sedang dirawat," tambahnya.

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan bidang pelayanan untuk menambah personel medis di area tenda darurat agar seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan optimal. 

dan

RSUD Sulbar Evakuasi 100 Pasien ke Tenda Darurat, Pelayanan Medis Dialihkan ke Luar Gedung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.