TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Sorak Piala Dunia 2026 kembali menggema di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Ratusan pendukung Tim Nasional Senegal menggelar konvoi meriah, Senin (15/6/2026), sambil mengibarkan bendera hijau-kuning-merah yang menghiasi ruas-ruas jalan utama kota.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, para fans mulai berkumpul di lapangan IMPT Amban dengan kendaraan bermotor, lengkap dengan atribut kebanggaan mereka.
Ada yang mengibarkan bendera Senegal di tangan, ada pula yang mengikatnya pada bodi sepeda motor, menciptakan iring-iringan penuh warna.
Rute konvoi dimulai dari Amban menuju Jalan Makalew dan kawasan Pelabuhan Manokwari, lalu berlanjut melewati Borarsi, Sanggeng, dan Wosi hingga mencapai Taman Ria Rendani.
Setelah itu, rombongan kembali ke titik awal melalui Jalan Baru Wosi, kawasan Polda Lama, dan Swapen.
Baca juga: Fans Senegal Manokwari Tampil Beda dan Tertib dalam Konvoi Piala Dunia 2026
Sepanjang jalur, masyarakat antusias menyaksikan pawai kendaraan yang dihiasi bendera Senegal.
Ketua Umum komunitas Senegal Manokwari, Arnol Halitopo, menegaskan bahwa konvoi ini bukan sekadar pesta sepak bola.
“Kami melakukan konvoi dan pawai hari ini bukan karena bola. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap harga diri dan martabat bangsa kulit hitam,” ujarnya.
Arnol menambahkan, hubungan emosional antara masyarakat Papua dan Senegal telah terjalin sejak tahun 1960-an.
Solidaritas itu, menurutnya, menjadi alasan utama dukungan masyarakat Papua terhadap Senegal di ajang Piala Dunia 2026.
Baca juga: Tak Peduli Label Raja Tanpa Mahkota, OFCF Optimis Belanda Gilas Swedia 4-0 di Laga Kedua
“Sebagai orang Papua, kita punya tanggung jawab moral untuk menjaga semangat persaudaraan dan mendukung perjuangan melawan rasisme,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menghormati perbedaan pilihan dalam mendukung tim atau negara tertentu selama Piala Dunia berlangsung.
“Silakan mendukung tim mana saja sesuai pilihan masing-masing. Tetapi kita harus tetap mengingat sejarah dan memperkuat nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Konvoi berlangsung aman dan tertib hingga berakhir, menambah semarak pesta sepak bola dunia di Manokwari sekaligus memperlihatkan solidaritas lintas bangsa yang penuh makna.