Bisnis Haram 3 Bulan Berakhir, Pengedar Sabu dan Ekstasi di Cengkareng Ditangkap
Wahyu Septiana June 16, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pengedar sabu dan ekstasi di wilayah Jakarta Barat.

Pelaku berinisial N (37) diringkus dalam operasi yang berlangsung pada awal Juni 2026.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Indah Hartantiningrum mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat polisi menerima informasi terkait peredaran narkotika di wilayah Cengkareng Timur.

Polisi kemudian menindaklanjuti informasi tersebut hingga berhasil mengamankan pelaku.

"Saat dilakukan penggeledahan di lokasi dirumah pelaku yang berada di kawasan cengkareng, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika," kata Indah, Selasa (16/6/2026).

Dari tangan pelaku, polisi menyita 11 paket sabu dengan seberat 12,57 gram dan 26 butir ekstasi.

Pelaku menyembunyikan narkoba tersebut di dalam lemari pakaian.

Di lokasi juga ditemukan timbangan digital dan ponsel yang digunakan sebagai sarana transaksi narkoba.

Indah mengungkapkan, pelaku N sudah mengedarkan sabu dan ekstasi selama tiga bulan dengan sasaran remaja.

"Adapun modus ini sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir dengan sasaran rmaja dan juga dengan cara cash on delivery (COD)," ungkap Indah.

Saat ini, pelaku dan seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan.

Berikut upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba, dikutip dari Tribunnews:

1. Mengenal dan menilai diri sendiri

Mengenal dan menilai diri sendiri berarti menyadari akan kelemahan dan kekuatan, kekurangan dan kelebihan, serta cita-cita atau tujuan hidup yang ingin dicapai.

Dengan lebih mengenal diri sendiri, remaja akan dapat lebih mudah mengarahkan perilakunya untuk mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan.

Selain itu juga mencegah diri dari perilaku yang membuat remaja tidak dapat meraih tujuan hidupnya.

2. Meningkatkan harga diri

Harga diri adalah suara hati yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang istimewa dan berharga, serta mampu mencapai cita-cita.

Harga diri merupakan dasar dalam proses belajar, membangun kreativitas, tanggung jawab, dan hubungan positif dengan orang lain.

Harga diri seseorang dapat tinggi atau rendah tergantung pada pengalaman, perilaku, dan interaksinya dengan orang lain.

Orang yang memiliki harga diri yang rendah akan cenderung merendahkan dirinya sendiri, percaya bahwa ia tidak dapat menjadi lebih baik, menghindari hubungan dengan orang lain, gelisah, dan suka menyendiri yang mengakibatkan ia mudah untuk dipengaruhi orang lain, termasuk dipengaruhi untuk mengonsumsi narkoba.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki harga diri yang kuat.

Orang yang memiliki harga diri yang tinggi, yang bangga dengan hasil karya sendiri maupun hasil kolaborasi dengan teman, mampu bertindak mandiri, mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik, berani menghadapi tantangan dengan penuh semangat, dan mau membantu orang lain.

3. Meningkatkan rasa percaya diri

Percaya diri adalah gambaran keyakinan, keberanian, cara pandang, pemikiran, dan perasaan tentang dirinya sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan.

Apabila seseorang memiliki rasa percaya diri yang baik, ia akan memiliki dorongan, kekuatan, dan keberanian untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti siap dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Contoh lainnya yaitu berani berbicara secara rasional untuk mencegah orang lain memanfaatkan dirinya, misalnya dengan berkata “Mohon maaf, saya ada janji” atau berani menolak tawaran zat atau obat yang tidak diketahui yang mungkin menjerumuskannya pada narkoba.

Dengan memiliki sikap percaya diri yang tinggi, seseorang akan siap menghadapi tantangan untuk meraih cita-citanya.

4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan

Kamu perlu belajar mengelola perasaan, seperti rasa takut, marah, khawatir, benci, malu, putus asa, dan sebagainya sehingga tidak lari dari masalah.

Dengan mampu mengelola perasaan, seseorang akan tetap maju dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Dalam menyelesaikan masalah, seseorang juga harus terampil dalam mengambil keputusan.

Dalam mengambil keputusan, seseorang harus menggunakan pemikiran yang logis mengenai sumber masalah dan alternatif pemecahan masalah yang paling tepat dan bijaksana.

Selain itu juga dapat meminta pendapat orang lain, misalnya orangtua jika perlu.

Apabila keputusan yang diambil kurang tepat atau bahkan gagal, maka jadikan sebagai pelajaran untuk melakukan yang lebih baik lagi.

5. Memilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran narkoba

Remaja memiliki ikatan yang kuat dengan teman sebayanya.

Bagi seorang remaja, penerimaan atau diakui oleh kelompok sebayanya sangat penting.

Adakalanya, ia berusaha untuk mengikuti hal-hal yang dikerjakan atau diikuti oleh teman-temannya untuk membuat mereka menyukainya, meskipun pada awalnya mungkin juga terdapat tekanan.

Banyak remaja yang mulai merokok, minum-minuman keras, bahkan menyalahgunakan narkoba akibat tekanan dari teman.

Oleh karena itu, bergaulah dengan teman-teman yang tidak menyalahgunakan narkoba.

Selain itu, seseorang juga harus mampu menolak tawaran atau ajakan dari teman terhadap hal-hal yang negatif, seperti merokok maupun minum-minuman keras, apalagi penggunaan narkoba.

Berita Lainnya

Baca juga: Soroti Kasus GPS di Mobil Tiyo Ardianto, Ferdinand Hutahaean Ungkap Cara Penguasa Lacak Seseorang

Baca juga: Shin Tae-yong Bongkar Hobi Rahasianya, Ngaku Bisa Jadi Atlet Tenis Meja

Baca juga: Ini Rencana Dalang Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Sewa Eksekutor hingga Pakai Plat Mobil Palsu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.