Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Siti Rokayah, jemaah haji asal Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (16/6/2026).
Ia yang tergabung dalam Kloter 28 SUB tersebut wafat pada Selasa (16/6/2026), pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS), di RS Bashrahil Makkah.
Baca juga: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan, 4 Orang Masih Diburu BB TNBTS
Siti Rokayah sempat menjalani perawatan intensif di Makkah.
Ia menjadi satu dari empat jemaah haji asal Kabupaten Tuban yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi setelah rombongan haji asal Tuban dipulangkan ke Indonesia.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Abd Ghofur, jenazah saat ini tengah ditangani oleh petugas haji Arab Saudi.
Almarhumah dijadwalkan disalatkan di Masjidil Haram sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman khusus jemaah haji yang meninggal dunia di Makkah.
"Jenazah tidak dibawa pulang ke Indonesia, namun akan dimakamkan di Makkah," ujarnya.
Lebih lanjut, Ghofur menyebut, hak almarhumah berupa asuransi sebesar nilai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sekitar Rp58 juta akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Hak almarhumah akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.
Untuk perkiraan pencairan, dana tersebut nantinya akan masuk ke rekening haji almarhumah setelah operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 selesai.
Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut juga mengajak masyarakat Kabupaten Tuban untuk turut mendoakan agar almarhumah memperoleh haji yang mabrur, husnul khatimah, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Kami turut berduka cita. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya.
Dengan meninggalnya Siti Rokayah, jemaah haji asal Tuban yang masih tertinggal di Arab Saudi karena sakit kini menyisakan satu orang, yakni Roikanah, warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Singgahan, yang masih menjalani perawatan.
Sementara itu, dua jemaah lainnya yang sebelumnya juga mendapatkan perawatan, yakni Niswatin, warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, dan Masriah, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Singgahan, telah dipulangkan ke Indonesia bersama Kloter 49 dan Kloter 50.