Detik-detik Dialog di UGM Digeruduk Mahasiswa: Nusron, Sudaryono, dan Budiman Dievakuasi
Tribun-video June 16, 2026 10:42 PM

Acara diskusi KOPDAR BARENG MAS DAR bertajuk 'Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia' di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Sleman, Senin (15/6/2026) malam, berakhir ricuh setelah digeruduk sekelompok mahasiswa.

Forum tersebut menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

Kericuhan bermula saat Budiman menyampaikan materi.

Sejumlah mahasiswa masuk ke arena diskusi, membentangkan spanduk, dan menyampaikan protes terhadap pemerintah.

Situasi semakin memanas ketika teriakan revolusi menggema di lokasi.

Di tengah kondisi yang tidak kondusif, aparat keamanan mengevakuasi ketiga pejabat dari lokasi.

Di luar arena, ratusan mahasiswa sempat menghadang rombongan pejabat dan meminta dialog terbuka. Nusron dan Sudaryono bahkan disebut sempat turun dari kendaraan dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa sebelum akhirnya meninggalkan kampus.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa dirinya bersama Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko datang ke UGM untuk berdialog secara terbuka dengan mahasiswa.

Menurutnya, forum sempat berlangsung sekitar 30 hingga 40 menit dengan sesi tanya jawab terbuka sebelum muncul kelompok yang menghendaki diskusi dihentikan.

Sudaryono membantah anggapan bahwa dirinya dan rombongan meninggalkan lokasi karena menghindari dialog.

Ia mengklaim tetap bertahan hingga situasi memanas akibat pelemparan air dan dugaan tindakan fisik.

Ia menegaskan bahwa dirinya dan Nusron Wahid bahkan sempat kembali keluar dari kendaraan dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog dengan mahasiswa.

Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang hadir untuk berdiskusi namun tidak dapat mengikuti forum hingga selesai akibat kericuhan tersebut.

Ia menegaskan,pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan siap kembali berdialog apabila mendapat undangan dari mahasiswa.

Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM pun memberikan pernyataan resmi atas peristiwa dalam forum tersebut.

SEMA UGM mempertanyakan pejabat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tidak layak untuk berbicara soal nilai Pancasila di tengah kondisi saat ini.

SEMA UGM menganggap pemerintah tidak layak berbicara nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ketika di saat yang bersamaan, terjadi pembungkaman, kriminalisasi, dan kritik yang dianggap gangguan.

Mereka menyatakan, pejabat di era Presiden Prabowo hina karena berfoya-foya dengan menggunakan uang negara untuk program dan kunjungan luar negeri yang dianggapnya tidak bermanfaat.

SEMA UGM pun menganggap kabinet pimpinan Prabowo-Gibran tengah 'sakit kronis' dan revolusi dinilai sebagai 'obatnya'.

Mereka juga mengecam pernyataan Nusron Wahid dan Sudaryono yang merasa tidak bersalah terkait perampasan tanah adat demi proyek food estate.

SEMA UGM menegaskan, apa yang dilakukan dalam forum tersebut menjadi wujud perjuangan mahasiswa agar Pancasila tidak digunakan hanya untuk pemanis dalam forum-forum resmi.

Mereka juga mengungkapkan alasan sampai ribut di forum tersebut yakni buntut pernyataan Sudaryono, Nusron dan Budiman, yang kompak menantang publik untuk mengkritik secara langsung dan bukan dilakukan hanya di media sosial.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.