SURYAMALANG.COM, MALANG - Manajemen Arema FC resmi memperpanjang kontrak pelatih kepala Marcos Santos untuk musim kompetisi Super League 2026/2027, setelah dinilai sukses membangun stabilitas dan keharmonisan di dalam tim.
Selain fokus pada urusan taktik di lapangan, juru taktik asal Brasil tersebut kini diberikan hak istimewa untuk terlibat aktif dalam merekomendasikan dan memburu deretan pemain baru demi memperdalam komposisi skuad Singo Edan.
Di sisi lain, manajemen Arema FC juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap mentalitas luar biasa bek Luiz Gustavo Tavares Conde yang tetap menunjukkan sikap profesionalitas tinggi meski kontraknya habis di tengah perjuangan pulih dari cedera horor Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Berikut ulasan selengkapnya:
Manajemen Arema FC resmi mengumumkan keputusan untuk mempertahankan Marcos Santos sebagai pelatih kepala, serta memperpanjang kontrak asisten pelatih, Andre Caldas demi mengarungi kompetisi Super League 2026/2027.
Langkah strategis ini diambil, setelah manajemen Singo Edan melakukan evaluasi menyeluruh, dan menilai fondasi tim yang dibangun sepanjang musim 2025/2026 layak untuk dilanjutkan.
Keputusan mempertahankan duet tim kepelatihan asal Brasil tersebut, sekaligus memutus tren buruk Arema FC yang dalam beberapa tahun terakhir kerap melakukan bongkar pasang pelatih di tengah jalan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengungkapkan pihak manajemen telah resmi memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dengan Marcos Santos dan Andre Caldas selama semusim ke depan.
Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas tim kepelatihan Singo Edan.
"Kami memutuskan untuk mempertahankan Coach Marcos Santos sebagai pelatih kepala dan Coach Andre Caldas sebagai asisten pelatih untuk musim 2026/2027" ujar Yusrinal, dikutip dari laman resmi Arema FC, Selasa (16/6/2026).
"Kami melihat ada fondasi yang sudah dibangun dan perlu dilanjutkan agar proses pengembangan tim berjalan lebih baik," sambungnya.
Salah satu alasan utama manajemen mempertahankan jasa Marcos Santos, karena pelatih asal Brasil tersebut dinilai mampu membangun suasana positif di dalam skuad sekaligus mengelola ego para pemain dengan sangat baik.
"Coach Marcos berhasil mengayomi pemain dan menjaga suasana tim tetap kondusif" kata Yusrinal.
"Selama musim berjalan kami tidak menemukan persoalan internal yang mengganggu tim. Itu menjadi salah satu nilai penting dalam evaluasi kami," imbuhnya.
Selain faktor keharmonisan internal, Marcos Santos juga mencatatkan diri sebagai salah satu pelatih yang mampu menyelesaikan musim kompetisi secara penuh bersama Arema FC.
Fakta ini menjadi catatan impresif tersendiri bagi manajemen tim.
Dalam beberapa tahun terakhir, Singo Edan memang terhitung beberapa kali melakukan pergantian pelatih di tengah jalan.
Akibat pengalaman buruk itulah, manajemen kini menilai kontinuitas program menjadi faktor yang jauh lebih penting dalam proses pembangunan tim jangka panjang.
"Selama beberapa musim terakhir kami cukup sering berganti pelatih. Coach Marcos mampu menyelesaikan musim dan menunjukkan bahwa program yang dijalankannya bisa berjalan dengan baik" jelas Inal sapaan akrab Yusrinal.
"Kami merasa dia layak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaannya," tambahnya.
Tak hanya urusan taktik di lapangan, Marcos Santos saat ini juga telah terlibat aktif dalam proses penyusunan kedalaman skuad untuk kompetisi musim depan.
Marcos disebut intens membantu manajemen memantau dan merekomendasikan sejumlah pemain anyar yang sesuai dengan kebutuhan tim.
"Dia sudah memahami kompetisi Indonesia, karakter pemain dan kebutuhan tim" kata Inal.
"Bahkan dia ikut membantu proses pencarian pemain untuk musim depan. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami untuk melanjutkan kerja sama," jelasnya.
Dengan adanya kepastian bertahannya duet Marcos Santos dan Andre Caldas, Arema FC kini bisa fokus penuh untuk menyelesaikan pembentukan skuad terbaik sekaligus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Manajemen menaruh harapan besar agar kesinambungan tim kepelatihan ini dapat menjadi modal utama untuk membawa Singo Edan meraih prestasi yang jauh lebih baik serta mampu bersaing ketat di papan atas klasemen musim depan.
Perjalanan karier bek asal Brasil, Luiz Gustavo Tavares Conde, bersama Arema FC harus berakhir lebih cepat dan tragis setelah manajemen resmi menyudahi kerja sama seiring habisnya masa kontrak pada Mei 2026.
Pemain berusia 32 tahun tersebut, sejatinya menjadi pilar kokoh di lini belakang Singo Edan pada putaran pertama kompetisi, sebelum akhirnya dihantam cedera parah Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada paruh musim.
Meski kebersamaannya terbilang singkat akibat harus pulang ke kampung halaman demi menjalani operasi, manajemen Arema FC tetap melepas sang pemain dengan penghormatan serta apresiasi setinggi-tingginya.
Luiz Gustavo bergabung dengan Arema FC pada Agustus 2025 untuk menambah kekuatan di sektor pertahanan.
Pengalamannya sebagai pemain senior mampu memberikan ketenangan serta kepemimpinan di lini belakang.
Sejak awal kedatangannya, Luiz Gustavo langsung menjadi pilihan utama dan memainkan peran penting dalam menjaga soliditas pertahanan Arema FC.
Selama kompetisi Super League 2025/2026, Luiz Gustavo sukses mencatatkan 17 penampilan bersama Singo Edan.
Kehadirannya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan tim, khususnya sepanjang putaran pertama kompetisi berjalan.
Namun, perjalanan karier Luiz Gustavo bersama Arema FC harus menghadapi ujian berat.
Cedera ligamen lutut atau Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dialaminya pada paruh musim memaksanya harus kembali ke Brasil pada Januari 2026 untuk menjalani operasi dan proses pemulihan intensif.
Absennya Luiz Gustavo hingga akhir kompetisi menjadi kehilangan besar bagi tim Singo Edan, yang terpaksa melanjutkan sisa perjuangan musim tanpa salah satu pilar utama pertahanannya tersebut.
Meskipun tidak dapat menyelesaikan musim di atas lapangan, profesionalisme dan semangat juang yang ditunjukkan Luiz Gustavo selama menjalani masa pemulihan mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh keluarga besar Arema FC.
General Manager Arema FC, Yusrinal, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan perjuangan yang telah diberikan Luiz Gustavo selama berseragam Singo Edan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Luiz Gustavo atas kontribusi, profesionalisme, dan dedikasi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari Arema FC" kata Inal sapaan akrab Yusrinal dikutip dari laman Arema FC, Senin (15/6/2026).
"Dalam waktu yang relatif singkat, ia mampu menunjukkan kualitas serta pengaruh positif bagi tim, khususnya dalam memperkuat lini pertahanan pada putaran pertama kompetisi” lanjutnya.
Yusrinal juga memberikan dukungan moril secara penuh kepada Luiz Gustavo agar dapat segera pulih dan kembali melanjutkan karier sepak bolanya dengan performa terbaik.
“Cedera yang dialami Luiz Gustavo tentu menjadi cobaan yang tidak mudah bagi seorang pemain profesional. Namun kami melihat bagaimana ia berjuang melawan rasa sakit dengan penuh keteguhan dan sikap positif" ucapnya.
"Kami mendoakan agar proses pemulihannya berjalan lancar, dapat kembali ke performa terbaiknya, serta meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC” tambah Inal.
Perpisahan dengan Luiz Gustavo Tavares Conde ini menjadi akhir dari sebuah perjalanan yang diwarnai oleh kontribusi penting serta perjuangan luar biasa dalam menghadapi badai cedera.
Meski tidak dapat menyelesaikan musim hingga akhir kompetisi, pengabdian singkatnya akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan Singo Edan.