Fakta Asli Dugaan Percobaan Pemerkosaan di Pelaihari Tanahlaut Kalsel, Libatkan Anak di Bawah Umur
Edi Nugroho June 17, 2026 11:45 PM

Baca juga: Tak Berizin dan Tabrak Sempadan, Satpol PP Banjarmasin Bongkar Kios 7 Pintu di Jalan Gatot Subroto

Baca juga: Ketua DPRD Banjarbaru Bakal Berganti, Gusti Rizky Menerima Digantikan Syahrial 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAlHARI - Fakta asli dugaan percobaan pemerkosaan di Pelaihari Tanahlaut Kalsel, libatkan anak di bawah umur.

Dugaan percobaan pemerkosaan yang melibatkan dua anak di bawah umur menggegerkan warga di lawasa  Karangjawa, Kelurahantaruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, malam tadi. 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita tersebut bahkan sempat memicu kemarahan warga. Aparat kepolisian pun bergerak cepat turun tangan mengamankan situasi.

Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi. 

"Ya, benar. Sudah ditangani Satreskrim," ucap Ricky, Rabu (17/6/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terduga pelaku merupakan seorang pelajar jenjang sekolah lanjutan pertama. Sedangkan korban adalah siswi jenjang sekolah dasar. 

Kabar dugaan tindak pidana tersebut dengan cepat menyebar di masyarakat dan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup social chat maupun social media di daerah inj.

Pada sebuah video amatir berdurasi sekitar 23 detik yang beredar luas, terlihat puluhan warga berada di sebuah rumah. 

Tampak sejumlah anggota kepolisian berusaha mengendalikan situasi di tengah emosi warga yang memuncak setelah mengetahui dugaan peristiwa yang menimpa korban.

Terdengar pula teriakan-teriakan dari warga yang meminta agar terduga pelaku segera dihukum. Kondisi tersebut membuat aparat harus bekerja cepat untuk mencegah potensi anarkistis. 

Beruntung, situasi dapat dikendalikan dan terduga pelaku berhasil diamankan dari lokasi kerumunan. 

Selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke Mapolres Tanahlaut guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Terduga pelaku sudah kami amankan di mapolres untuk proses lebih lanjut," tandas Kasat Reskrim AKP Cahya Prasada Tuhuteru. 

Pinjam Barang ke Korban 

Satreskrim Polres Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, saat ini sedang menangani kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang terjadi di kawasan Karangjawa, Kelurahan Kelurahantaruna, Kecamatan Pelaihari, malam tadi.

Personel polisi bergerak cepat ke lokasi guna mengendalikan situasi di tengah emosi warga yang memuncak. Terduga pelaku yang masih dibawah umur pun (kelas VII jenjang SLTP) langsung diamankan dari lokasi dan di bawa ke mapolres Tala.

Informasi dihimpun, Rabu (17/6/2026),  pada kejadian itu, korban yang juga anak dibawah umur--siswi kelas IV selolah dasar--mencoba melakukan perlawanan sehingga berhasil lolos.

Teriakan korban sambil berlari dari tempat sepi (semak) dekat bangunan sarang walet, mengundang perhatian warga.

Spontan warga berdatangan. Melihat hal itu, terduga pelaku langsung bergegas pergi. "Pakai sepeda motor korban. Warga pun langsung mengejar," papar Didi Purnama, ketua RT wilayah setempat. 

Awal mula peristiwa tersebut berdasar informasi yang ia dapatkan, papar Didi, diduga berhubungan dengan alasan terduga pelaku yang ingin meminjam sepatu milik korban. 

Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana komunikasi antara keduanya terjadi sebelum pertemuan itu berlangsung.

"Informasi yang berkembang, pelaku ingin meminjam sepatu korban. Apakah sebelumnya ada komunikasi melalui pesan atau cara lainnya, saya belum mengetahui secara pasti," katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga, korban dan terduga pelaku diduga bertemu di lokasi tersebut.

Suasana sempat memanas karena warga yang berkumpul teramat marah  dengan ulah terduga pelaku. 

Beruntung, seorang anggota kepolisian berada di lokasi dan turut membantu mengamankan keadaan sehingga tindakan anarkistis dapat dicegah.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian berdatangan dan langsung bergerak cepat membawa terduga pelaku ke Mapolres Tanahlaut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif serta dugaan tindak pidana yang terjadi.

Pelaku Diamankan

 Terduga pelaku dalam kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang melibatkan anak di bawah umur di Kelurahan Karangjawa, Kecamatan Pelaihari, masih diamankan di Mapolres Tanahlaut (Tala),Kalimantan Selatan. 

Hal itu ditegaskan Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Reskrim AKP Cahya Prasada Tuhuteru saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Ia megatakan, terduga pelaku telah diamankan sejak malam kejadian (tadi malam) dan hingga kini masih berada di Mapolres untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

"Terduga pelaku tadi malam diinapkan di Polres dan sampai sekarang masih diamankan di Mapolres," ujar AKP Cahya.

Menurutnya, penyidik masih melakukan serangkaian pendalaman guna mengungkap secara utuh peristiwa yang sempat menggegerkan warga tersebut. 

Saat ini, Satreskrim masih fokus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui kejadian.

"Penyelidikan masih berjalan. Kami sedang mengumpulkan keterangan-keterangan yang diperlukan," katanya.

Sejumlah saksi dari kalangan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan. Selain itu, korban juga telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik sejak malam kejadian.

Tak hanya itu, penyidik juga akan meminta keterangan dari terduga pelaku untuk mencocokkan seluruh informasi yang telah diperoleh dari para saksi dan korban.

"Nanti akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Semua keterangan akan kami dalami untuk mengetahui kronologi secara lengkap," jelas Cahya.

Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah informasi kejadian menyebar luas di media sosial dan grup percakapan warga. 

Terduga pelaku maupun korban masih sama-sama anak di bawah umur. Terduga pelaku masih duduk di bangku kelas VII, sedangkan korban kelas IV selolah dasar.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan identitas pihak-pihak yang terlibat karena perkara tersebut melibatkan anak di bawah umur.

Hingga Rabu siang, Satreskrim Polres Tanahlaut masih melakukan pendalaman guna memastikan rangkaian peristiwa, motif, serta unsur pidana yang diduga terjadi sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Tunggu Hasil Pendampingan PPA 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, memilih menunggu hasil penanganan dan pendampingan dari instansi terkait sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang melibatkan anak di bawah umur di Pelaihari.

Kepala Disdikbud Tanahlaut Myrza Fazrina mengatakan pihak sekolah saat ini masih menunggu perkembangan penanganan yang dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama pihak berwenang lainnya.

"Kalau pihak kepala sekolah, sementara menunggu hasil dari PPA," ujar Myrza saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Lantaran kasus tersebut masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum dan melibatkan anak-anak,pihak sekolah tidak ingin mengambil langkah yang terburu-buru sebelum memperoleh informasi dan rekomendasi resmi dari pihak yang berwenang.

Disdikbud menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta mengedepankan prinsip perlindungan anak dalam menyikapi persoalan tersebut.

Koordinasi antara sekolah dengan pihak terkait akan terus dilakukan guna memastikan hak pendidikan anak tetap terlindungi, baik terhadap korban maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.

Kasus yang menghebohkan warga Karangjawa, Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, tersebut saat ini masih didalami oleh Satreskrim Polres Tanahlaut. 

Penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi dan korban, sementara terduga pelaku masih diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.

Anggota DPRD Tala Prihatin

Dugaan percobaan pemerkosaan yang melibatkan anak-anak di bawah umur di Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, menyentak publik di daerah ini.

Termasuk mengejutkan kalangan wakil di Bumi Tuntung Pandang. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanahlaut (Tala) Joko Pitoyo mengaku prihatin atas kabar yang beredar terkait peristiwa tersebut.

Menurut Joko, kasus yang melibatkan anak tidak cukup hanya dilihat dari sisi peristiwa hukumnya semata. Ia menilai semua pihak juga perlu melakukan refleksi terhadap kondisi pendidikan, pengawasan, dan lingkungan sosial anak-anak saat ini.

"Saya prihatin. Baik korban maupun terduga pelaku sama-sama masih anak di bawah umur. Karena itu, ketika terjadi peristiwa seperti ini, kita tidak hanya fokus pada kasusnya saja, tapi juga perlu melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan anak-anak kita," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Joko mengatakan pendidikan karakter dan pembentukan perilaku anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran orangtua, menurutnya, justru menjadi faktor paling penting karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di luar jam belajar.

"Jadi, orangtua memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan perhatian, pengawasan, dan pendidikan sehari-hari," sebut politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Tala ini.

Ia mengingatkan agar orangtua tidak membiarkan anak tumbuh tanpa komunikasi yang intens. Kesibukan pekerjaan maupun aktivitas lainnya jangan sampai membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang.

"Anak jangan dibiarkan menjalani dunianya sendiri tanpa komunikasi dengan orangtua. Harus sering diajak berbicara, ditanya bagaimana kegiatannya hari ini, bagaimana sekolahnya, apakah ada masalah dengan teman atau hal lainnya," ujarnya.

Menurut Joko, komunikasi sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi sarana bagi anak untuk terbuka kepada orangtua. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selain itu, ia juga menyoroti penggunaan gawai yang kini tidak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Meski sulit melarang anak menggunakan telepon genggam, pengawasan tetap harus dilakukan secara bijak.

"Sekarang memang tidak mungkin anak dijauhkan sepenuhnya dari handphone. Tapi penggunaannya harus diawasi. Orangtua harus tahu apa yang diakses anak, siapa teman bergaulnya, dan bagaimana aktivitasnya di dunia digital," tegasnya.

Joko menambahkan, perhatian orangtua tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Memberikan apresiasi sederhana atas pencapaian anak dinilai dapat memperkuat kedekatan emosional dalam keluarga.

"Kalau anak melakukan hal yang baik, berikan pujian atau hadiah kecil sebagai bentuk penghargaan. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi itu bisa membuat anak merasa dihargai dan nyaman untuk bercerita kepada orangtuanya," katanya.

Ia berharap peristiwa yang saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak, khususnya para orangtua, agar makin aktif mendampingi tumbuh kembang anak di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi saat ini.

"Anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan dan mendampingi mereka," pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan yang meliputi Kecamatan Pelaihari ini.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.