BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Upaya pelestarian flora endemik Kalimantan terus diperkuat. Medco Energi Bangkanai Limited bersama sejumlah mitra melakukan penanaman pohon meranti dari berbagai jenis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Rabu (17/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sekaligus pembangunan Arboretum Meranti seluas dua hektare.
Penanaman melibatkan SKK Migas-Medco Energi Bangkanai Limited, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM, KHDTK ULM, Tahura Sultan Adam, serta mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM.
Program ini merupakan pelaksanaan kewajiban rehabilitasi DAS yang dijalankan Medco Energi Bangkanai Limited melalui kerja sama dengan LPPM ULM.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Dr Yusanto Nugroho dari Fakultas Kehutanan ULM serta perwakilan Medco Energi Bangkana yakni Manager Field Relation and Security Kalimantan Region, Rivian Pragitta Oktara dan Manager Land and Forestry Matters Onshore, Ariesta Permadi Equatoria.
"Jumlah keseluruhan ditanam ada 1.250 batang dari luas 2 hektare," paparnya Yusanto.
Lokasi arboretum telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 1012 Tahun 2026 tentang Penetapan Lokasi Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi DAS atas nama SKK Migas-Medco Energi Bangkanai Limited.
Area tersebut berada di kawasan konservasi KHDTK ULM yang termasuk wilayah kerja Tahura Sultan Adam dan masuk dalam DAS Barito.
Baca juga: Tak Berizin dan Tabrak Sempadan, Satpol PP Banjarmasin Bongkar Kios 7 Pintu di Jalan Gatot Subroto
Baca juga: Ketua DPRD Banjarbaru Bakal Berganti, Gusti Rizky Menerima Digantikan Syahrial
Baca juga: Siswa SMP Diduga Coba Perkosa Murid SD di Tanahlaut, Polisi Himpun Keterangan Saksi dan Korban
Sebanyak 16 spesies dari famili Dipterocarpaceae ditanam dalam program ini.
Di antaranya berbagai jenis meranti, keruing, kapur, tengkawang, balau, hingga kapur naga.
Kehadiran koleksi tanaman tersebut diharapkan dapat memperkaya keanekaragaman hayati di kawasan hutan pendidikan sekaligus mendukung upaya konservasi spesies yang kini berstatus rentan atau vulnerable berdasarkan daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, arboretum juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan biodiversitas dan kehutanan.
Dalam jangka panjang, kawasan ini diharapkan menjadi sumber benih untuk pengembangan berbagai jenis pohon dari famili Dipterocarpaceae.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan, perusahaan berkomitmen mendukung program pemerintah dalam rehabilitasi DAS di sekitar wilayah operasi.
"Kami berkomitmen terus berupaya mendukung program pemerintah untuk merehabilitasi DAS di sekitar wilayah operasi," ujarnya.
Menurut Leony, hingga saat ini Medco Energi Bangkanai yang mengoperasikan Blok Bangkanai telah menanam sekitar 117.550 pohon di wilayah DAS Barito yang mencakup Kalsel dan Kalteng.
Ia berharap langkah pelestarian lingkungan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Selain mendukung target produksi migas yang ditetapkan pemerintah, kami juga terus berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, terutama di sekitar area operasi," katanya.
Kegiatan penanaman adalah awal pembangunan Arboretum Meranti. Selanjutnya, seluruh tanaman akan mendapatkan perawatan intensif selama tiga tahun guna memastikan pertumbuhan berjalan optimal dan kawasan konservasi tersebut dapat berkembang sesuai tujuan yang telah ditetapkan. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)