Kisah Saodi, Jemaah Haji Pontianak yang Bertahan Hidup Pakai Obat Ring Jantung di Tengah Puncak Haji
Faiz Iqbal Maulid June 18, 2026 05:25 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perjalanan ibadah Haji tahun 2026 ini menjadi kisah penuh ujian bagi Saodi (69), pensiunan PNS guru asal Pontianak.

Meski memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring, ia tetap berangkat ke Tanah Suci dan berusaha menuntaskan seluruh rangkaian ibadah.

Empat hari setelah tiba di Madinah, kondisi Saodi sempat drop hingga harus dirujuk ke rumah sakit. 

"Kalau bergerak sedikit saja sudah mulai sakit," ujarnya kepada TribunPontianak.co.id, di Asrama Haji Pontianak, Rabu 17 Juni 2026.

Dokter spesialis jantung memastikan keluhan yang dialaminya bukan sekadar asam lambung, melainkan serangan jantung berulang.

Bahkan, dalam satu hari ia pernah mengalami hingga 12 kali serangan.

Obat isosorbid yang dibawanya dari rumah menjadi penolong utama setiap kali rasa nyeri datang.

• Perdana Tiba di Pontianak,  443 Jemaah Haji Kalbar dari Kloter 14 Disambut di Asrama Haji

Momen paling berat terjadi saat puncak Haji di Arafah.

Dalam perjalanan menuju tenda, serangan jantung kembali menghantam.

Ia sempat menangis menahan sakit sebelum akhirnya dipapah petugas Haji hingga tiba di lokasi.

“Begitu turun dari bus, saya kena serangan lagi. Dari gerbang ke tenda itu lumayan jauh. Saya yang terakhir, akhirnya saya paksakan berjalan,” ujarnya.

Meski harus menjalani tawaf dan sa’i dengan kursi roda, Saodi bersyukur bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah.

Ia mengaku banyak menangis dan berdoa agar Allah SWT menerima Hajinya serta menyembuhkan penyakitnya. 

“Pada saat itulah saya betul-betul menangis. Saya minta kepada Allah supaya disembuhkan penyakit saya dan ibadah Haji saya diterima,” tuturnya.

Setelah kembali ke Tanah Air, Saodi bertekad menjaga kemabruran Hajinya dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Ia juga merasakan kondisi kesehatannya mulai membaik, dengan frekuensi serangan jantung yang berkurang drastis.

Saodi sendiri menunggu selama 13 tahun untuk bisa berangkat Haji, dan pengalaman penuh ujian ini diyakininya sebagai hikmah besar dalam hidup.

Diketahui, Saodi telah menunggu giliran untuk dapat menunaikan ibadah Haji selama 13 tahun.

• 20 Jemaah Haji Sambas Tiba di Tanah Air, Pemkab Siap Sambut di Selakau

Jemaah Haji Kloter 14 Asal Pontianak Tiba

Para jemaah dari kloter 14 yang membawa 444 jemaah asal Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Bengkayang menjadi kloter pertama yang tiba di Kalbar. 

Tiba di Bandara Supadio Pontianak, menggunakan Bus mereka  langsung menuju Asrama Haji Pontianak, dan tampak disambut hangat oleh keluarga yang menjemput, pada Rabu 17 Juni 2026. 

Saat rombongan tiba di Asrama Haji. Salah seorang jemaah asal Kota Pontianak, Saparudin Harun Rasid (68), mengaku bersyukur karena seluruh proses perjalanan ibadah hajinya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, kami bisa menikmati ibadah haji ini. Allah mudahkan segala urusan kami, termasuk akomodasinya. Mulai dari berangkat sampai pulang melalui Embarkasi Batam, luar biasa pelayanannya,” ujar Saparudin.

Menurutnya, pelayanan yang diterima jemaah sejak berada di Indonesia hingga menjalankan puncak ibadah di Arab Saudi berlangsung dengan baik.

“Sampai ke Madinah, Mekah, Arafah juga begitu. Makannya enak, tidak ada masalah. Semua dilancarkan tanpa adanya kendala yang berarti,” katanya.

Ia juga bersyukur karena dirinya bersama jemaah lain diberikan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

“Alhamdulillah kami dikasih kesehatan semua. Jadi kami bersyukur untuk tahun ini. Kementerian Haji benar-benar telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Kami diberi kesempatan yang sehat dan diberi kenyamanan,” tuturnya.

• 20 Jemaah Haji Sambas Tiba di Tanah Air, Pemkab Siap Sambut di Selakau

Khusnul Kalungkan 21 Boneka Onta untuk Hadiah Anak-anak

Di tengah ramainya penyambutan kloter 14, sosok seorang ibu berjilbab dengan kalungan boneka onta mencuri perhatian.

Boneka-boneka itu bergelantungan memenuhi lehernya, mulai dari ukuran kecil hingga besar.

Perempuan tersebut adalah Khusnul Khatimah (43), jemaah asal Kabupaten Sambas yang baru saja menyelesaikan ibadah hajinya.

Dengan raut wajah bahagia, Khusnul melangkah turun dari bus sambil sesekali tersenyum kepada keluarga yang menyambut kedatangannya.

Boneka-boneka onta yang dibawanya ternyata merupakan oleh-oleh khusus untuk anak-anak dan keluarga di kampung halaman.

Saat ditemui wartawan, ia tak berhenti menebarkan senyum bahagia nya sesekali mendoakan orang-orang sekitar, agar bisa turut merasakan kebahagiaan yang sama kelak.

Ia mengaku selama menjalankan rangkaian ibadah haji, seluruh proses berjalan dengan baik.

“Selama ibadah alhamdulillah lancar. Makan minum lancar, banyak sedekah juga kita di sana. Alhamdulillah petugas di sana baik-baik dan bertanggung jawab,” katanya.

Tak hanya membawa kisah spiritual, Khusnul juga membawa perjuangan tersendiri saat harus mengangkut belasan boneka onta dari Arab Saudi hingga tiba di Pontianak.

“Ini bawa oleh-oleh boneka yang saya gantung di leher ini buat anak-anak. Sampai anak tua juga minta, jadi penuh perjuangan juga bawa boneka onta ini dari yang ukuran besar sampai kecil. Perjuangan juga di bandara,” tuturnya sambil tertawa.

Tak tanggung-tanggung, ia membawa sembilan boneka onta berukuran besar dan 12 boneka berukuran kecil.

“Ini total ada sembilan boneka besar, sama yang kecil ini ada 12 boneka,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.