Rangers mengalami pukulan besar dalam upaya mereka mencari stabilitas setelah manajer Danny Rohl secara resmi meninggalkan Ibrox untuk bergabung dengan Red Bull Salzburg. Meskipun klub raksasa Glasgow tersebut berencana untuk tetap mendukung pelatih asal Jerman itu meski menjalani musim yang sulit, faktor eksternal membuat mereka tidak punya pilihan lain, sehingga masa jabatannya berakhir secara mendadak dan dramatis.
Keterlibatan Klopp di balik kepergian Rohl
Dalam perkembangan yang mengejutkan bagi banyak pihak di Ibrox, mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, disebut sebagai sosok penting di balik keputusan Rohl untuk meninggalkan Rangers. Klopp, yang kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull setelah meninggalkan Anfield, dilaporkan menggunakan pengaruhnya untuk membujuk pelatih berusia 37 tahun itu pindah ke Austria.
Mantan direktur eksekutif Aberdeen, Keith Wyness, mengungkapkan bahwa percakapan antara dua pelatih asal Jerman tersebut memainkan peran besar dalam kesepakatan ini. Berbicara kepada Football Insider, Wyness menjelaskan: “Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa saya pikir Rangers benar untuk tetap mendukung Rohl dalam situasi James Tavernier. Saya pikir dia memiliki kepemimpinan yang baik dan menunjukkan tanda-tanda memahami bagaimana membangun tim ke depan. Bagi saya, ini adalah pukulan besar. Saya bahkan mendengar rumor bahwa Klopp ikut berbicara dengannya mengenai kepindahan ke Salzburg.”
Wyness merujuk pada konflik antara Rohl dan Tavernier yang muncul menjelang pertandingan terakhir musim ini, ketika sang kapten yang akan hengkang menolak keputusan pelatih untuk menempatkannya di bangku cadangan pada laga kandang terakhirnya. Penolakan itu membuatnya dicoret dari skuad dan memicu pertikaian terbuka.
Tekanan dan kehidupan di Glasgow
Meski sebelumnya Rohl sempat menegaskan komitmen jangka panjang terhadap proyek pembangunan ulang di Rangers — klub yang ia tangani sejak Oktober 2025 dengan kontrak dua setengah tahun, sebelum kemudian membawa mereka finis di posisi ketiga Liga Utama Skotlandia — ia tampaknya tergoda oleh kesempatan untuk bergabung dengan jaringan Red Bull. Red Bull Salzburg, yang finis di urutan ketiga Bundesliga Austria musim lalu, menawarkan struktur kerja yang familiar dan lingkungan yang lebih dekat dengan kampung halamannya.
Wyness menyebut bahwa intensitas kehidupan di Skotlandia juga mungkin menjadi faktor di balik kepergian mendadak tersebut. “Kita sudah sering melihat hal seperti ini, di mana pelatih asal Jerman cenderung ingin kembali lebih dekat ke Jerman ketika ada kesempatan, dan saya bisa memahaminya karena Glasgow bukan tempat yang mudah untuk beradaptasi, mengingat persaingan Old Firm yang sangat kuat. Jadi, mungkin Rohl merasa itu menjadi tantangan besar,” tambah Wyness.
Dewan Ibrox dibuat terkejut
Pihak manajemen Rangers kabarnya telah memutuskan untuk mempertahankan kepercayaan mereka kepada Rohl meskipun hasil akhir musim domestik mengecewakan. Namun, keputusan mendadak untuk pindah ke Salzburg membuat dewan klub harus bergerak cepat mencari pengganti agar rencana rekrutmen musim panas tidak berantakan.
Wyness menekankan bahwa kepergian ini menciptakan kekosongan penting pada saat yang krusial bagi klub. “Ini situasi yang sulit bagi Rangers karena mereka berencana melanjutkan proyek bersama Rohl, namun dia memutuskan untuk meninggalkannya sekarang. Rangers sangat membutuhkan stabilitas, tetapi mereka tidak mendapatkannya. Jadi, siapa pun yang datang menggantikannya, pasti akan ada tanda tanya besar,” ujar mantan CEO tersebut. Pelatih Hearts, Derek McInnes, kini muncul sebagai kandidat utama untuk mengambil alih posisi manajer.
Reputasi taktis Rohl dan proyek pembangunan Salzburg
Rohl saat ini dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling cerdas di Eropa, menjadikannya pilihan ideal bagi Red Bull Salzburg yang berambisi mengembalikan dominasi domestik mereka. Fondasi taktisnya yang kuat — dibangun selama masa kerjanya sebagai asisten Hansi Flick di Bayern Munich dan tim nasional Jerman — merupakan jenis keahlian yang ingin diintegrasikan Klopp ke dalam struktur Red Bull untuk memimpin proyek pembangunan besar-besaran.
Perombakan taktis ini menjadi respons langsung terhadap musim buruk Salzburg, yang finis di posisi terendah dalam era Red Bull dan gagal lolos ke Liga Champions.
Derek McInnes akan menggantikan Rohl di Ibrox, sekaligus bereuni dengan striker Lawrence Shankland setelah keduanya membawa Hearts bersaing di puncak Premiership hingga pertandingan terakhir musim ini, sebelum mereka kalah dari Celtic dan menyaksikan tim asuhan Martin O’Neill mengangkat trofi juara.