TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Argentina menjadi negara yang dipilih Zulkarnain Kamaru dalam pagelaran Piala Dunia 2026.
Zulkarnain Kamaru adalah Ketua Komisi Satu DPRD Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut).
Zulkarnain Kamaru optimis Argentina bisa menjuarai Piala Dunia.
Hal ini dikatakannya saat ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu 17 Juni 2026 di desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel.
Lokasi desa ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bolsel di Kawasan Perkantoran Panango dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20-30 menit perjalanan darat.
Sementara dari Kota Manado, Desa Popodu berjarak sekitar 230 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 5 hingga 6 jam menggunakan kendaraan melalui jalur Trans Sulawesi.
Mantan Ketua KPU Bolsel ini menuturkan kalau komposisi Argentina lebih baik dari tahun 2022.
"Sekarang materi pemainnya lebih baik. Jadi optimis juara lagi," ucap dia.
Faktor lainnya adalah magis dari seorang Lionel Messi.
Menurutnya, Messi adalah seorang pemimpin yang kerap kali membuat keajaiban.
"Kehadiran Messi punya peran besar dan ini bisa jadi alasan untuk Argentina kembali juara," tuturnya.
Politisi PDI Perjuangan ini pun mengomentari soal hasil kemenangan Argentina atas Aljazair malam tadi.
"Messi menjadi pemain pertama yang hattrick di Piala Dunia 2026. Ini bukti bahwa usia bukan halangan," tegasnya.
Meskipun banyak pemain muda yang mulai tampil gemilang di Piala Dunia 2026, namun Argentina sebagai juara bertahan diyakini akan membuat sejarah baru.
"Yakin dan percaya bahwa Piala Dunia 2026 akan kembali ke Argentina," tandasnya sambil tertawa.
Sejumlah pejabat daerah, mulai dari gubernur, anggota DPRD, bupati, wakil walikota hingga kepala dinas di Sulut juga punya tim nasional favorit yang mereka dukung untuk meraih prestasi di ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pilihan mereka pun beragam.
Ada yang setia mendukung tim langganan juara seperti Jerman dan Brasil, ada pula yang tetap memberikan dukungan kepada negara yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia seperti Belanda dan Maroko.
Berikut daftar pejabat Sulut beserta negara yang mereka dukung di Piala Dunia 2026:
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling menyatakan dukungannya kepada Tim Nasional Belanda.
Baginya, De Oranje merupakan tim favorit yang telah ia dukung sejak lama.
"Saya sejak dulu tim favorit untuk Piala Dunia itu Belanda," ujar YSK.
Menurut YSK, Belanda dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia yang konsisten melahirkan pemain-pemain berkualitas serta menampilkan permainan atraktif.
Meski belum pernah menjadi juara dunia, Belanda pernah tiga kali menjadi runner-up pada edisi 1974, 1978, dan 2010.
YSK berharap Piala Dunia 2026 menjadi momentum bagi Belanda untuk memutus penantian panjang dan meraih trofi pertama mereka.
Berbeda dengan YSK, Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menjagokan Timnas Jerman.
"Saya mendukung Jerman untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Jerman punya sejarah panjang dan mental juara yang selalu membuat mereka diperhitungkan," kata Victor.
Menurutnya, kekuatan Jerman tidak hanya terletak pada kualitas pemain, tetapi juga sistem pembinaan yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat secara konsisten.
Sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan empat gelar juara, Der Panzer diyakini Victor mampu berbicara banyak di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulut yang juga Wakil Ketua DPRD Sulut, Michaela Elsiana Paruntu (MEP), menjatuhkan pilihannya kepada Timnas Inggris.
"Jagoan saya Inggris," ujar MEP.
Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. MEP lahir di Nottingham, Inggris.
Ia menilai skuad The Three Lions saat ini memiliki materi pemain yang merata serta kedalaman tim yang kuat.
"Mereka tak tersorot media, namun punya kekuatan yang mengerikan. Materi pemainnya merata, punya kedalaman," katanya.
MEP berharap Inggris mampu mengakhiri puasa gelar dan meraih trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.
Pilihan terhadap Timnas Jerman juga datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu.
"Saya menjagokan Jerman karena para pemainnya sangat agresif dan kompak saat bermain. Selain itu, Jerman memiliki pengalaman yang sangat baik di ajang internasional dan sudah empat kali menjuarai Piala Dunia," ujarnya.
Ronald optimistis Jerman dapat keluar sebagai juara Grup E dan melaju hingga babak-babak selanjutnya.
Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, memilih Brasil sebagai negara favoritnya pada Piala Dunia 2026.
"Saya menjagokan Brasil. Prediksi saya Brasil menang 3-0 atas Maroko," kata Tendris.
Menurutnya, Brasil masih menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan kualitas pemain, pengalaman, serta kedalaman skuad yang sangat baik.
Tendris menilai permainan menyerang khas Tim Samba menjadi salah satu faktor yang dapat membawa Brasil melangkah jauh di turnamen tersebut.
Di tengah dominasi tim-tim besar, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari justru memberikan dukungannya kepada Maroko.
Hal itu terlihat saat ia mengenakan jersey Maroko dalam kegiatan nonton bareng pertandingan Brasil melawan Maroko di Rumah Jabatan Bupati Sangihe.
Usai laga yang berakhir imbang 1-1, Michael memuji penampilan tim asal Afrika tersebut.
"Kalau melihat jalannya pertandingan, saya menilai Maroko bermain lebih bagus. Mereka tampil disiplin, mampu menekan Brasil, dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya," ujarnya.
Michael menilai Maroko layak diperhitungkan sebagai salah satu tim kuat di Piala Dunia 2026.
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang mengaku tidak memiliki tim unggulan pada Piala Dunia 2026.
Hal itu karena Italia, negara yang selama ini didukungnya, gagal lolos ke putaran final.
"Jadi pada Piala Dunia ini saya netral," kata Richard.
Meski demikian, Richard mengaku tetap memberikan perhatian khusus kepada Timnas Jepang.
"Saya suka lihat kalau Jepang main," ujarnya.
Sebagai Ketua KONI Manado, Richard menilai Jepang menunjukkan perkembangan pesat dalam sepak bola dunia.
Di bawah asuhan Hajime Moriyasu, Samurai Biru terus tampil kompetitif, termasuk saat menghadapi tim-tim Eropa dalam sejumlah laga internasional.
Piala Dunia 2026 memang menghadirkan atmosfer tersendiri di Sulawesi Utara.
Perbedaan pilihan tim nasional di kalangan pejabat justru menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai kalangan dalam semangat sportivitas dan kebersamaan. (Nie/Tim)