Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyiapkan jalur afirmasi Seleksi Mandiri Terpadu (SMT) Tahun 2026 guna memperkuat pemerataan akses perguruan tinggi (PT) di Provinsi Lampung.

"Kami terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Provinsi Lampung melalui pembukaan Jalur Afirmasi Seleksi Mandiri Terpadu (SMT) Itera Tahun 2026," kata Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, di Provinsi Lampung, Kamis.

Ia mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Itera dalam meningkatkan pemerataan kesempatan pendidikan, sekaligus memperkuat representasi mahasiswa dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

"Saat ini, proses pendaftaran Seleksi Mandiri Terpadu (SMT) Itera 2026 masih berlangsung dan akan berakhir pada 29 Juni 2026. Hingga saat ini tercatat sebanyak 576 peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran melalui tiga skema seleksi yang tersedia," kata dia.

Ia mengatakan bahwa seleksi untuk SMT Itera 2026 terdiri dari peserta yang belum berhasil lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), peserta yang belum berhasil lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan peserta Jalur Prestasi Khusus.

"Berdasarkan data pendaftar yang telah masuk pada sistem SMT Itera, institusi tengah mengkaji penerapan jalur afirmasi sebagai strategi untuk meningkatkan pemerataan sebaran mahasiswa dari seluruh wilayah Provinsi Lampung," kata dia.

Program ini, lanjut dia, akan memanfaatkan basis data pendaftar yang telah ada tanpa membuka proses pendaftaran baru di mana kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir masih terdapat beberapa kabupaten yang memiliki tingkat keterwakilan mahasiswa di Itera relatif rendah.

"Lima Kabupaten terendah yaitu Tanggamus (3,16 persen ), Way Kanan (2,72 persen), Tulang Bawang Barat (1,73 persen), Pesisir Barat (0,92 persen), dan Mesuji (0,61 persen).

Ia mengatakan data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan afirmasi yang bertujuan memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa dari daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterwakilan rendah di lingkungan Itera.

"Melalui skema afirmasi ini, kami berupaya mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi berbasis sains dan teknologi bagi seluruh masyarakat Lampung. Nantinya, alokasi daya tampung afirmasi akan ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi data sebaran mahasiswa, jumlah pendaftar dari masing-masing wilayah," katanya.

Ia menegaskan seluruh proses seleksi pada jalur ini akan tetap dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas sesuai ketentuan yang berlaku.

"Dengan adanya jalur afirmasi ini, kami berharap semakin banyak putra-putri terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung yang memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi serta menjadi bagian dari pembangunan daerah dan bangsa di masa depan," kata dia.