Tokoh Masyarakat Aceh Singkil Beberkan Siasat Raih Kursi DPRA
Mursal Ismail June 18, 2026 05:24 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Tokoh masyarkat Aceh Singkil, Haji Wahidin beberkan siasat agar putra-putri daerah itu berhasil duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). 

Menurutnya strategi itu dapat digunakan bila perjuangan pembentukan Daerah Pemilihan (Dapil) DPRA baru yang terdiri dari Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam pada Pemilu 2029 tidak berhasil. 

Hal tersebut disampaikan Haji Wahidin saat pertemuan tokoh masyarakat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Rabu (17/6/2026).

"Kami datang karena semangat saja. Kalau usia saya sudah 78 tahun," kata Haji Wahidin saat memulai berbicara. 

Haji Wahidin mengatakan, dirinya optimis perjuangan pembentukan Dapil DPRA baru Aceh Singkil dan Subulussalam, tercapai. 

Hanya saja perlu ada langkah antisipasi bila ternyata tidak berhasil. 

Baca juga: KIP Aceh Pertimbangkan Usulan Dapil Baru Aceh Singkil dan Subulussalam

Salah satunya dengan mendorong 13 partai peserta pemilu di Kabupaten Aceh Singkil, bermusyawarah untuk sepakati calon DPRA yang akan didudukan. 

Jika calonnya sudah jelas yang mau didudukan, tokoh masyarakat sebut Haji Wahidin bisa membantu mengarahkan pemilih.

"Pemimpin partai berdiskusi siap yang mau duduk bergantian," kata Haji Wahidin. 

Kondisi yang terjadi selama ini masyarakat bingung siapa yang mau dipilih karena banyaknya calon. 

Nahasnya malah tak satu pun calon dari Aceh Singkil, yang terpilih duduk di DPRA. 

Kondisi itu jelas merugikan daerah, karena tidak ada wakil di DPRA yang memperjuangkan kepentingan Aceh Singkil. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kamis 18 Juni 2026: Hujan Guyur Empat Kecamatan di Aceh Singkil

"Kalau sudah ada yang disepakati siapa calon yang harus didudukan, kami tokoh masyarakat tinggal arahkan saja," ujarnya.

Sementara itu usulan pembentukan Daerah Pemilihan (Dapil) DPRA baru mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil. 

Sebagai bentuk dukungan, DPRK Aceh Singkil, memastikan akomodir anggaran konsultasi publik sebagai syarat mengusulkan penataan Dapil DPRA baru. 

Hanya saja karena APBK Aceh Singkil 2026 sudah selesai dibahas, maka anggaran uji publik diakomodir dalam perubahana APBK Aceh Singkil 2026.

"Kami secara kelembagaan enggak diminta saja kami dukung, apalagi diminta," kata Ketua DPRK Aceh Singkil, H Amaliun, saat menerima tokoh masyarakat yang sedang memperjungkan pembentukan Dapil DPRA baru, Rabu (17/6/2026).

Amaliun menegaskan dirinya optimis pembentukan Dapil DPRA baru yang terdiri dari Kabupaten Aceh Singkil dan Subulussalam, berhasil. 

Baca juga: Suka Permainannya, Ketua Fraksi NasDem DPRK Aceh Singkil Jagokan Prancis Juara Piala Dunia

Sebab secara teknis dan syarat terpenuhi. Hanya tinggal melaksankan tahapan saja. 

Salah satunya uji publik yang menjadi kewenangan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil. 

Oleh karenanya DPRK Aceh Singkil, sebagai lembaga sedang mendorong KIP melakukan uji publik. 

"Tinggal lagi action kita, secara moral kalau kita tidak berbuat siapa lagi," tegas Amaliun.

Diketahui tokoh masyarakat Aceh Singkil, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Kedatangan tokoh masyarakat itu, untuk meminta dukungan DPRK Aceh Singkil, dalam perjuangan pembentukan daerah pemilihan (Dapil) DPRA baru pada Pemilu 2029.

Baca juga: Dukung Pembentukan Dapil DPRA Baru, DPRK Aceh Singkil Siapkan Anggaran

Dapil DPRA baru itu terdiri dari Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. 

Tokoh masyarakat yang datang antara lain mantan Penjabat Bupati Aceh Singkil, Ir Azmi, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil, Zakirun Pohan dan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh Singkil, Aslim Combih. 

Kemudian Budi Hendrawan selaku inisiator perjuangan pembentukan Dapil DPRA baru, Haji Wahidin sesepuh Aceh Singkil serta tokoh masyarakat lain. 

Kedatangan tokoh masyarakat itu, diterima Ketua DPRK Aceh Singkil, H Amaliun. 

Turut mendampingi anggota DPRK Aceh Singkil, Juliadi, Warman, Taufik dan dr Desra Novianto. 

"Kami kemari untuk mohon DPRK Aceh Singkil, memberikan dukungan penuh penataan dapil. Ini untuk kepentingan daerah agar bisa memiliki wakil di DPRA," kata Budi Hendrawan. (*) 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.