BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Manajemen PT Gunung Maras Lestari (PT GML) tertutup soal pemberian plasma ke masyarakat yang terdampak atau dekat dengan wilayah operasi perusahaan di Kabupaten Bangka, Kamis (18/6/2026).
Sikap tertutup mereka tunjukkan kepada awak media, setelah adanya pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dengan PT GML di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka.
Setelah menjalani rapat, pihak manajemen PT GML yang diwakili tim hukumnya tidak terbuka berapa banyak plasma yang disalurkan ke masyarakat sampai saat ini sudah berapa persen.
"Di sini bisa disampaikan terkait plasma 20 persen, perusahaan siap menyalurkannya nanti kedepan," kata Rudi selaku ketua tim hukum PT GML.
Ia mengaku baru bertugas di PT GML, sehingga belum mendapat data terbaru soal berapa persen plasma yang sudah disalurkan ke masyarakat sampai saat ini.
"Saya tidak tahu persis itu karena saya juga baru, tapi yang pasti perusahaan siap untuk melaksanakan plasma," tegasnya.
Bahkan Rudi tak memegang data jumlah penerima plasma 20 persen, ia lebih memilih meninggalkan kantor Bupati dengan alasan pihak perusahaan sudah siap menyalurkan plasma 20 persen.
Sikap sama dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Bangka, yang masih belum mau memberikan komentar atau tanggapan soal berapa banyak plasma yang sudah disalurkan ke masyarakat.
Padahal dalam rapat yang digelar di ruang kerja. Asep meminta pihak perusahaan untuk lebih memikirkan masyarakat, apalagi persoalan di PT GML sering terjadi baik itu di internal maupun eksternal.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)