Analisa Laju Cristiano Ronaldo Bersama Portugal di Piala Dunia 2026, Hasil Imbang Jadi Alarm Dini
Muhammad Nursina Rasyidin June 18, 2026 06:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Portugal mengawali perjalanan di Grup K Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan.

Bertempat di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat, Selecao das Quinas hanya mampu bermain imbang 1-1 menghadapi Republik Demokratik Kongo, Rabu (18/6/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut cukup mengejutkan mengingat status Portugal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Eropa.

Selain berstatus juara UEFA Euro 2016, Portugal juga unggul jauh dalam peringkat FIFA.

Saat ini Portugal berada di posisi ketujuh dunia, sedangkan RD Kongo menempati peringkat ke-43.

Presiden Pena Real Madrid de Indonesia, Syahrul Fauzi, menilai hasil imbang melawan RD Kongo berada di luar ekspektasi jika melihat performa Portugal dalam sejumlah laga terakhir.

"Portugal sebenarnya datang dengan modal yang cukup baik dari beberapa pertandingan uji coba dan mampu mencatat hasil positif. Karena itu, hasil imbang melawan RD Kongo menjadi sesuatu yang cukup mengejutkan," ujar Syahrul ketika dihubungi Tribunnews, Kamis (18/6/2026) sore WIB.

Baca juga: Prediksi Skor Swiss vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Laga Krusial Grup B, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026).
EKSPRESI PENDUKUNG PORTUGAL - Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026). Portugal gagal meraih kemenangan di laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 melawan RD Kongo, hal itu menjadi alarm dini bagi Cristiano Ronaldo dkk. (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Ronaldo Dinilai Terlalu Dipaksakan Bermain Penuh

Sorotan utama Syahrul tertuju kepada penampilan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo.

Menurutnya, keputusan memainkan Ronaldo selama 90 menit penuh patut menjadi bahan evaluasi bagi Roberto Martinez selaku pelatih Portugal.

Karena sepanjang pertandingan, Ronaldo tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Di usia yang telah melewati 40 tahun, ia merasa Portugal perlu lebih bijak dalam mengatur menit bermain sang megabintang.

"Ronaldo terlihat minim sentuhan dan tidak terlalu banyak terlibat dalam permainan. Dengan faktor usia yang dimilikinya saat ini, Portugal perlu mempertimbangkan pengelolaan menit bermain yang lebih efektif."

"Portugal memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa menjadi solusi. Karena itu, tim pelatih harus berani melakukan penyesuaian apabila diperlukan demi menjaga efektivitas permainan tim," kata Syahrul.

Baca juga: Prediksi Skor Swiss vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Laga Krusial Grup B, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Analisa Laju Portugal

Lebih lanjut, Syahrul menilai Portugal masih memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur.

Namun hasil imbang melawan RD Kongo menjadi peringatan bahwa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tidak akan mudah.

Portugal masih harus menghadapi lawan-lawan kuat di Grup K, termasuk Kolombia yang berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Uzbekistan pada pertandingan pertama mereka.

"Secara kualitas, Portugal tetap memiliki peluang besar untuk melangkah ke babak 16 besar. Namun pertandingan berikutnya akan sangat menentukan karena persaingan di grup ini cukup ketat," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Isnaini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.