Kerusakan Tahura Bukit Soeharto Mengkhawatirkan, Rizal Effendi Dorong Edukasi Lingkungan
Amelia Mutia Rachmah June 18, 2026 08:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Upaya pemulihan kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus dilakukan setelah kawasan tersebut mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang batu bara ilegal.

Namun, sejumlah pihak menilai bahwa rehabilitasi melalui penanaman pohon belum cukup untuk mengembalikan fungsi hutan jika tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat serta pendidikan lingkungan kepada masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Samboja, Rizal Effendi, menegaskan bahwa pemulihan kawasan Tahura harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

TAMBANG ILEGAL IKN - Kawasan Tahura Bukit Soeharto menjadi sasaran aktivitas tambang batu bara ilegal. Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN mengungkap telah menuntaskan delapan perkara tambang ilegal di kawasan konservasi IKN, Kamis (18/6/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/ ZAINUL MARSYAFI)
TAMBANG ILEGAL IKN - Kawasan Tahura Bukit Soeharto menjadi sasaran aktivitas tambang batu bara ilegal. Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN mengungkap telah menuntaskan delapan perkara tambang ilegal di kawasan konservasi IKN, Kamis (18/6/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/ ZAINUL MARSYAFI)

Menurutnya, kerusakan yang terjadi di kawasan konservasi tersebut sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan karena aktivitas tambang ilegal yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Upaya seperti ini harus diintensifkan dan digelorakan. Tahura ini sudah banyak mengalami kerusakan, terutama akibat tambang. Masyarakat perlu diajak kembali mencintai lingkungan,” kata Rizal Effendi kepada wartawan Tribunkaltim.co, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: 8 Perkara Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Tuntas, Satgas IKN Fokus Rehabilitasi Lahan

Kesadaran Masyarakat Sangat Penting

Ia menilai, langkah rehabilitasi berupa penghijauan dan penanaman pohon memang penting sebagai bagian dari pemulihan ekosistem.

Namun, keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Karena itu, Rizal mendorong agar pelajar dan generasi muda dilibatkan secara aktif dalam berbagai program pelestarian alam.

Menurutnya, pendidikan lingkungan harus diperkuat sejak dini agar tumbuh rasa tanggung jawab terhadap kelestarian hutan dan sumber daya alam.

“Anak-anak sekolah harus banyak dilibatkan. Pendidikan lingkungan perlu diperkuat agar generasi muda memiliki kecintaan terhadap lingkungan dan tidak mengulangi kerusakan yang sama,” ujarnya.

Baca juga: Tambang Ilegal di Kawasan IKN Ditindak, Satgas Fokus Amankan Tahura Bukit Soeharto

Selain edukasi, Rizal juga menyoroti pentingnya menciptakan alternatif mata pencaharian yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Ia menilai ketergantungan terhadap aktivitas pertambangan perlu dikurangi dengan membuka peluang ekonomi baru yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan Pengalihan Aktivitas Tambang

Menurutnya, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat menjadi momentum untuk mendorong transformasi ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, jasa, hingga usaha berbasis lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Ini tantangan besar. Masyarakat harus didorong beralih dari aktivitas tambang ke sektor-sektor yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemulihan Tahura Bukit Soeharto sendiri menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan konservasi yang selama ini menjadi salah satu paru-paru hijau Kalimantan Timur.

Baca juga: AKP Widodo Resmi Jadi Kapolsek Waru, Kapolres PPU Tekankan Pengamanan IKN

Di tengah masifnya pembangunan dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan IKN, keberadaan Tahura dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.

"Dengan demikian, rehabilitasi lahan bekas tambang tidak hanya membutuhkan penanaman pohon, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat agar kerusakan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari,"pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.