Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 16 korban ledakan mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Dari jumlah tersebut, dua pasien dilaporkan masih dalam kondisi belum stabil dan mendapatkan penanganan khusus di ruang Intensive Care Unit (ICU), Kamis (18/6/2026).
Kepala Bagian Humas RSUDZA, Rahmadi mengatakan, sebagian besar korban menunjukkan perkembangan yang membaik, meski beberapa masih memerlukan tindakan medis lanjutan.
Di ruang ICU 1, Iqbal Diansyah (20), dilaporkan dalam kondisi agak lemah dan masih mengeluhkan nyeri.
Sementara Fakhri Herdieco (19), masih belum stabil dan direncanakan menjalani tindakan debridement setelah proses konsultasi medis selesai.
Selanjutnya di ruang ICU 2, Muhammad Zulfikar (19), masih menggunakan ventilator dengan kondisi sirkulasi relatif stabil.
Baca juga: Polisi Selidiki Ledakan Kapal Aceh Hebat 2, Korban Capai 15 Orang
Pasien tersebut dijadwalkan menjalani debridement ulang pada hari ini.
Sementara Mujiburrahman (23), juga masih menggunakan ventilator dan direncanakan menjalani tindakan debridement pada Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, tiga korban yang dirawat di Ruang Raudah 7 yakni Billy Subana Sitepu (16), Soufi Ramadhan (20), dan Reyhan Gunawan (19), secara umum berada dalam kondisi membaik.
Namun ketiganya masih mengeluhkan nyeri pada area operasi.
Adapun delapan korban lainnya yang dirawat di ruang HCU Surgical juga menunjukkan perkembangan positif.
Mereka adalah Agus Widodo (49), Ridho Ramadhani (20), Samuel Alvaro Aruan (15), Faris Aflandi Pratama (18), Muhammad Aydil Farizshi (19), M. Bilal Ramzi (19), Adit Mursandi (21), dan M Dio Febrianto (18).
“Secara umum, kondisi pasien yang dirawat di HCU Surgical terus membaik dan tetap dalam pemantauan tim medis,” kata Rahmadi.
Baca juga: Pemerintah Aceh Pastikan Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Ditangani Maksimal
Pihak RSUDZA terus memberikan penanganan intensif terhadap seluruh korban untuk mempercepat proses pemulihan pascaledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2.
Untuk diketahui, debridement adalah tindakan medis untuk mengangkat jaringan mati, rusak, atau terinfeksi dari suatu luka agar proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat dan risiko infeksi berkurang.
Debridement umumnya dilakukan pada:
Beberapa metode debridement meliputi:
Tujuan utama debridement adalah:
Setelah tindakan debridement, luka biasanya akan dibersihkan, ditutup dengan balutan yang sesuai, dan memerlukan perawatan rutin hingga sembuh.
Pada beberapa kasus, terutama debridement bedah, pasien dapat diberikan anestesi lokal atau umum tergantung luas dan lokasi luka.(*)