BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk pengemudi ojek daring yang sebagian besar masih menggunakan Pertalite

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran bagi kelompok yang berhak menerima.

Qodari di Jakarta, Kamis, mengatakan BBM bersubsidi ditujukan bagi masyarakat rentan dan kelompok tidak mampu, termasuk pengemudi ojek daring yang masih menggunakan bahan bakar jenis bersubsidi.

“BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk pengemudi ojek daring yang sebagian besar masih menggunakan Pertalite,” kata Qodari.

Ia menjelaskan berdasarkan data riset yang dibacanya, sekitar lima persen pengemudi ojek daring menggunakan Pertamax, sementara sekitar 95 persen lainnya menggunakan Pertalite.

Menurut dia, hal tersebut menunjukkan dampak kenaikan harga Pertamax lebih banyak dirasakan oleh kelompok masyarakat yang menggunakan bahan bakar nonsubsidi.

Qodari menyebut Pertamax umumnya digunakan oleh kendaraan dengan kategori menengah ke atas, sedangkan kendaraan angkutan umum dan kendaraan bermesin kecil lebih banyak menggunakan Pertalite yang masih disubsidi pemerintah.

Ia menegaskan subsidi BBM hingga saat ini tetap dipertahankan untuk mendukung kelompok masyarakat tertentu serta sektor usaha yang membutuhkan dukungan negara.

“Subsidi itu masih dipertahankan sampai sekarang dan tidak ada kenaikan,” ujarnya.

Qodari juga mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tidak terjadi salah sasaran dalam implementasinya di lapangan.

Ia meminta masyarakat dapat membedakan antara pengguna BBM bersubsidi dan nonsubsidi agar dukungan terhadap kebijakan pemerintah tetap tepat sasaran.

"Jangan sampai pembelaan atau dukungan ini salah sasaran. Jangan sampai mendukung yang punya mobil mewah," kata dia.

Qodari menyampaikan pemerintah selama ini menetapkan mereka yang menerima BBM bersubsidi merupakan kelompok masyarakat yang kurang mampu, dan sektor-sektor usaha yang membutuhkan dukungan negara. Sementara itu, BBM nonsubsidi diberikan kepada kalangan masyarakat mampu sehingga harganya pun mengikuti dinamika harga pasar.

Meski demikian, ia mengakui kenaikan harga Pertamax tetap berdampak bagi penggunanya, namun kelompok tersebut dinilai memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian.

"Memang pasti ada pengaruhnya, tetapi karena mereka memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik, mereka juga memiliki ruang untuk melakukan berbagai penyesuaian," kata Qodari.