TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Roda perekonomian di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama tahun 2026.
Hingga pertengahan tahun ini, nilai investasi yang masuk ke daerah tersebut tercatat telah menembus angka sekitar Rp10 triliun.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mematok target investasi di Bumi Tenguyun sebesar Rp16 triliun untuk tahun ini.
Sementara itu, target mandiri yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) DPMPTSP Bulungan berada di kisaran Rp14 triliun.
"Target investasi yang disampaikan kepada kami oleh DPMPTSP, tahun 2026 Bulungan ditargetkan sekitar Rp16 triliun oleh provinsi. Sedangkan target Renstra DPMPTSP Bulungan kurang lebih Rp14 triliun. Sampai enam bulan pertama tahun 2026, realisasinya sudah sekitar Rp10 triliun," kata Syarwani, Kamis (18/6/2026).
Meskipun masih ada selisih yang harus dikejar, Syarwani optimistis target dari provinsi maupun target renstra tersebut dapat terpenuhi sebelum akhir tahun.
"Masih ada target yang belum tercapai, tetapi kami optimistis dan terus berupaya agar dalam enam bulan terakhir tahun ini target tersebut bisa terealisasi," ungkapnya.
Baca juga: 300 UMKM Tepi Sungai Kayan Bulungan Bebas Retribusi, Rumah UMKM Segera Hadir di Kebun Raya Bundayati
Syarwani menjelaskan, masuknya modal dari luar ini sangat krusial bagi hajat hidup masyarakat, terutama dalam memangkas angka pengangguran terbuka.
Pasalnya, pemerintah daerah memiliki keterbatasan ruang dan anggaran untuk menyerap tenaga kerja secara langsung, sehingga kehadiran investor menjadi solusi utama.
"Lapangan pekerjaan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Pemerintah tentu memiliki batasan kewenangan dan ruang yang tidak terlalu banyak untuk merekrut tenaga kerja. Karena itu, investasi yang tumbuh akan sangat berpotensi membuka peluang kerja bagi masyarakat," jelas Syarwani.
Tingginya kebutuhan kerja ini sebelumnya tercermin dari membeludaknya antusiasme warga saat pelaksanaan Job Fair Bulungan 2026 beberapa waktu lalu.
Guna menjaga daya tarik bagi para pemodal, Pemkab Bulungan berkomitmen untuk terus mempermudah proses birokrasi dan perizinan.
"Kemudahan investasi akan menjadi barometer tercapai atau tidaknya target investasi. Salah satu yang kami lakukan adalah memastikan pelayanan perizinan kepada para pengusaha berjalan dengan baik," ujarnya.
Menutup keterangannya, Syarwani memberikan peringatan keras kepada jajarannya di sektor pelayanan publik agar menjaga integritas.
Ia mewanti-wanti agar iklim investasi yang sudah bagus ini tidak dirusak oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi melalui pungutan liar (pungli).
"Kami pastikan memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai ada pungli, penyalahgunaan administrasi, dan hal-hal lain yang dapat menjadi sorotan publik," tegas Syarwani.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu