Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebuah kecelakaan tunggal menimpa angkutan kota (angkot) bernomor polisi Z 1903 AF jurusan Cileunyi-Sumedang yang mengangkut belasan siswa SMPN 1 Tanjungsari di depan Perumahan Maulana, kawasan Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (18/6/2026) sekira pukul 15.30 WIB.
Insiden mencekam yang terjadi usai para pelajar pulang menonton film dari Jatinangor Town Square (Jatos) ini mengakibatkan 17 siswa terluka, dengan 3 di antaranya mengalami luka berat.
Selain dipicu cara mengemudi yang ugal-ugalan dan kondisi kendaraan yang sudah oleng sejak awal, kecelakaan ini viral di media sosial setelah sang sopir, Yudi Supriadi (40), diduga mengemudi dalam kondisi mabuk dan justru bertingkah aneh, diduga pura-pura kesurupan hingga melakukan gerakan "jurus pamacan" sesaat setelah mobil terguling.
Kejadian ini benar-benar membuat banyak orang geleng-geleng kepala di tengah kepanikan kecelakaan angkot yang mengangkut siswa SMPN 1 Tanjungsari di Jatinangor, Kamis (18/6/2026). Sang sopir angkot, Yudi Supriadi (40), justru menunjukkan perilaku aneh sesaat setelah mobilnya terbalik.
Baca juga: Breaking News - Angkot Berpenumpang Sejumlah Siswa SMPN 1 Tanjungsari Sumedang Terguling
Berdasarkan rekaman video yang diterima tim Tribun, Yudi yang saat itu mengenakan jersey hijau-kuning dan celana pendek, mendadak bertingkah layaknya orang yang sedang kesurupan. Ia merangkak dan mengerang seperti mengeluarkan jurus "pamacan" (kesurupan macan) di dekat bangkai kendaraannya.
Sontak aksi sang sopir memicu kekesalan warga di lokasi kejadian. Salah seorang saksi sempat berujar ketus menggunakan bahasa Sunda:
"Ieu sopir malah mamaungan lainna tanggung jawab!" (Ini pengemudi malah bertingkah seperti macan, bukannya bertanggung jawab!)
Selain bertingkah aneh, para penumpang remaja tersebut memang sudah mencurigai kondisi sang sopir sejak awal. Cara mengemudinya yang ugal-ugalan memicu dugaan kuat bahwa sopir tengah berada di bawah pengaruh alkohol atau kondisi tidak normal.
"Pengemudi kayaknya mabuk, tapi saya posisinya di belakang. Ya ugal-ugalan dari sebelum kejadian juga," ketus Addar, salah satu korban selamat. Akibat kecelakaan ini, sang sopir dikabarkan juga mengalami luka yang cukup serius.
Sudah Oleng Sejak Berangkat
Kisah mencekam datang dari Addar Abid Pranaja Wijaya, salah satu siswa kelas 7 SMPN 1 Tanjungsari yang berhasil selamat dari kecelakaan angkot maut di Jatinangor.
Addar mengungkapkan bahwa gelagat tidak beres dari kendaraan tersebut sudah dirasakan para siswa sejak awal keberangkatan menuju Jatos.
"Awalnya mau pulang dari Jatos, waktu datang ke Jatos juga sudah oleng-oleng," ujar Addar saat ditemui di lokasi kejadian.
Kondisi semakin mengerikan saat perjalanan pulang. Menurut Addar, angkot dipaksakan melaju ugal-ugalan. Puncaknya adalah ketika sang sopir nekat mencoba menyalip sebuah truk di kawasan Hegarmanah.
Angkot mendadak kehilangan keseimbangan setelah menyalip. "Pas pulang, nyalip truk, oleng-oleng, banting ke kanan, stang dibanting ke kiri langsung terguling," tutur Addar mengingat momen mengerikan tersebut.
Korban menjerit histeris di dalam mobil yang terbalik. Kondisi di dalam sangat sesak karena diisi oleh 17 orang (15 di belakang, 2 di depan).
Addar menjadi salah satu penumpang yang berhasil merangkak keluar pertama kali. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghubungi wali kelas dan orang tuanya untuk meminta pertolongan.
Akibat insiden angkot nomor polisi Z 1903 AF yang terguling ini, bagian kaca angkot hancur berantakan dan bodi kendaraan mengalami kerusakan parah. Beruntung, mobil tidak sampai terbakar.
Petugas Satlantas Polres Sumedang dan Unit Lantas Polsek Jatinangor langsung bergerak cepat mengevakuasi bangkai kendaraan menggunakan mobil towing agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur Bandung-Sumedang.
Daftar Lengkap Korban Angkot Terguling
Pihak Kepolisian dari Unit Lantas Polsek Jatinangor memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan angkot Z 1903 AF di Hegarmanah. Kendati demikian, sebanyak 17 siswa mengalami luka-luka, dengan 3 di antaranya dilaporkan menderita luka berat.
Proses evakuasi medis dilakukan secara tersebar. Sebanyak 7 korban dilarikan ke Puskesmas Jatinangor, 1 korban dievakuasi ke Puskesmas Tanjungsari, sementara 10 korban lainnya yang mengalami luka ringan diizinkan langsung pulang ke rumah masing-masing setelah mendapat pertolongan pertama dari tim medis.
Berikut adalah data lengkap korban luka (Siswa SMPN 1 Tanjungsari) yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian:
Identitas Pengemudi Angkot:
Nama: Yudi Supriadi (40 tahun)
Alamat: Kampung Cimasuk RT 02/03, Desa/Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (Mengalami luka parah).
Kasus kecelakaan ini kini sedang ditangani lebih lanjut oleh Satlantas Polres Sumedang untuk memastikan penyebab pasti olengnya kendaraan serta melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pengemudi.(*)