Transit Lima Jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Jamaah Haji Maluku Gunakan 3 Penerbangan Menuju Ambon
Sudirman June 19, 2026 11:06 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebanyak 389 jamaah haji asal Provinsi Maluku Kloter 24 Debarkasi Antara transit lebih dari lima jam di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Ambon, Kamis (18/6/2026) malam.

Berbeda dengan jamaah haji debarkasi reguler, rombongan asal Maluku ini tidak masuk ke Asrama Haji Sudiang Makassar.

Mereka hanya menjalani proses transit di bandara sebelum diterbangkan ke Ambon menggunakan tiga penerbangan berbeda.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku, Djumadi Wali, mengatakan jamaah tiba lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

“Jadwal kedatangan jamaah Provinsi Maluku semula pukul 20.20, namun mengalami kemajuan menjadi pukul 19.00. Jadi ada kurang lebih satu jam mengalami kemajuan,” kata Djumadi di Bandara Sultan Hasanuddin.

Baca juga: Begini Proses Kepulangan Jamaah Haji Maluku, Tak Lagi Singgah di Asrama Haji Sudiang

Meski telah tiba di Makassar, para jamaah tidak langsung melanjutkan penerbangan ke Ambon.

Mereka terlebih dahulu menjalani proses penanganan bagasi dan persiapan keberangkatan lanjutan.

"Sesuai jadwal, kurang lebih empat atau lima jam mereka akan transit di sini sambil mengikuti proses handling bagasi," ujarnya.

Berdasarkan jadwal, penerbangan menuju Ambon dijadwalkan berangkat pukul 00.30 Wita sehingga jamaah harus menunggu lebih dari lima jam di bandara.

Djumadi menjelaskan, seluruh jamaah akan diterbangkan ke Ambon menggunakan tiga penerbangan dengan selisih waktu keberangkatan sekitar 20 menit.

“Kloter 24 ini nanti akan diterbangkan menggunakan tiga flight. Masing-masing flight akan terbang selisih sekitar 20 menit,” ungkapnya.

Setibanya di Ambon, jamaah akan dijemput Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Daerah Provinsi Maluku dan dibawa ke Asrama Haji Ambon untuk mengikuti proses penerimaan resmi sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.

Djumadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jamaah, khususnya otoritas Bandara Sultan Hasanuddin yang membantu kelancaran pelayanan selama masa transit.

“Kami selaku Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Provinsi Maluku berterima kasih atas kerja sama dari otoritas Bandara Makassar sehingga proses kepulangan jemaah haji ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Terkait kondisi jamaah, ia menyebut mayoritas dalam keadaan sehat setelah menuntaskan ibadah haji di Tanah Suci.

“Umumnya jemaah alhamdulillah sehat. Ada beberapa yang karena faktor usia mengalami sedikit penurunan daya tahan tubuh, tetapi pada prinsipnya mereka tetap layak dan dalam kondisi sehat untuk melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Kloter 24 Maluku tercatat berjumlah 393 orang saat berangkat ke Arab Saudi, terdiri atas 388 jamaah dan lima petugas. Namun, saat kepulangan jumlahnya menjadi 389 orang.

Dua jamaah dilaporkan wafat di Tanah Suci, yakni Sri Nafisah Quilem dan Darmi Hukom. Sementara dua jamaah lainnya melakukan tanazul atau bergabung dengan kloter berbeda saat kepulangan.

Mereka adalah Halidja Holle yang pulang bersama Kloter 9 Debarkasi Makassar dan Zulaiha Tuasikal yang kembali bersama Kloter 15 Debarkasi Makassar.

Dari total 389 orang yang kembali ke Tanah Air, terdiri atas 161 jamaah laki-laki, 223 jamaah perempuan, dan lima petugas kloter.

 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.