📈 Peringkat Kekuatan Piala Dunia: Pesta Gol Jerman dan Keajaiban Messi
Agus Firmansyah June 19, 2026 11:30 AM

Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 telah usai, dan kini saatnya memperkenalkan Peringkat Kekuatan turnamen ini. Setelah setiap hari pertandingan, kami akan menilai tim-tim peserta berdasarkan performa dan hasil terbaru mereka.

Belanda bermain imbang dengan Jepang dalam laga pembuka yang menghibur, namun banyak hal positif yang bisa diambil dari performa Oranje. Pasukan Ronald Koeman memanfaatkan keunggulan tinggi badan mereka untuk unggul dalam situasi bola mati—sebuah ciri khas tim yang sukses di turnamen besar. Awal yang solid bagi Belanda.

Kemenangan dramatis Australia atas Turki menjadi salah satu kejutan terbesar di putaran pertama, ketika tim Socceroos membuat para pemain asuhan Vincenzo Montella terkejut.

Australia hanya menguasai 28% penguasaan bola dan melepaskan empat tembakan tepat sasaran, tetapi berhasil menang 2-0—sebuah pencapaian luar biasa yang mungkin menjadi kemenangan terbesar mereka di ajang Piala Dunia.

Maroko memang tidak memenangkan laga pertamanya, namun tampil lebih baik dari Brasil. Sebagai juara Piala Afrika (AFCON), mereka pantas menempati posisi tinggi dalam peringkat ini. Tak diragukan lagi, Maroko adalah tim yang berpotensi memberikan kejutan musim panas ini, terlebih setelah mencapai semifinal empat tahun lalu.

Dan bagaimana dengan Ayyoub Bouaddi? Prancis tampaknya telah melepas berlian berharga dari genggaman mereka.

Bisa dikatakan bahwa sepak bola bukan olahraga utama di Amerika Serikat, namun sebagai tuan rumah, mereka berhasil menarik perhatian para penonton kasual lewat penampilan pembuka yang luar biasa.

Skuad asuhan Mauricio Pochettino menaklukkan Paraguay dengan kemenangan 4-1—hasil yang menjadi kemenangan terbesar keempat dalam sejarah pertandingan pembuka tuan rumah Piala Dunia.

Swedia yang sebelumnya kesulitan di babak kualifikasi dan harus melalui jalur play-off untuk mencapai Amerika Utara, justru memulai turnamen ini dengan sangat baik. Tim Swedia menghancurkan Tunisia 5-1 di laga pertama, dengan dua bintang mereka, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, sama-sama mencetak gol.

Norwegia, yang disebut-sebut sebagai kuda hitam sebelum turnamen dimulai, membuktikan prediksi itu benar. Tim Skandinavia tersebut menang telak 4-0 atas Irak dalam laga dominan yang dipimpin oleh Erling Haaland. Norwegia terakhir tampil di panggung ini pada 1998, dan kini mereka datang dengan tekad besar untuk meninggalkan kesan kuat.

Jerman benar-benar tanpa ampun. Dalam abad ini, hanya ada lima kesempatan di mana sebuah tim mencetak tujuh gol atau lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia, dan tiga di antaranya dilakukan oleh Jerman.

Pasukan Julian Nagelsmann tidak menurunkan tempo sedikit pun, menghancurkan tim debutan Curaçao dengan skor 7-1—hasil terbesar pada hari pertama turnamen.

Lionel Messi benar-benar ajaib, bukan?

Meski telah berusia 38 tahun, sang maestro kecil itu masih berada di level yang berbeda. Ujian yang lebih berat menanti dibandingkan Aljazair, namun hat-trick briliannya memastikan sang juara dunia memulai kampanye dengan sempurna.

Inggris menghadapi ujian pembuka paling sulit di antara para favorit turnamen, berhadapan dengan Kroasia—tim yang finis kedua dan ketiga di dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Skuad asuhan Thomas Tuchel melewati ujian itu dengan penuh percaya diri, menang 4-2 di Stadion Dallas. Harry Kane mencetak dua gol untuk The Three Lions, sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford juga mencatatkan nama di papan skor. Inggris tampak memiliki daya serang yang cukup untuk melangkah jauh dalam kompetisi ini.

Prancis, yang berambisi mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun, juga memulai kampanye mereka dengan gemilang.

Senegal menjadi ujian nyata bagi Les Bleus, dengan sang mantan juara Piala Afrika memiliki kualitas untuk menyulitkan siapa pun.

Setelah babak pertama yang kurang menggigit, Prancis mengambil kendali di paruh kedua, dan lini serang mereka tampil luar biasa. Kylian Mbappe mencetak dua gol, sementara Michael Olise tampil menawan. Pertanyaannya kini, adakah tim yang mampu menahan lini depan Prancis selama 90 menit penuh?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.